Sekretaris DPC LSM-KPK Nusantara Pelalawan
Pranseda S, SH: 1 Miliar Dana Pembiayaan Event Surfing Bono Kementrian Diluar APBD diPertanyakan
Penulis: Edittor Yulianu | Jumat, 22 Nopember 2019 | 22:48 WIB Dibaca: 153 kali

Doc Foto panggung acra surfing Bono Pelalawan yang seadanya dengan menelan anggran 1 Miliar dari Kementrian Pariwisata diluar APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Pelalawan.

PELALAWAN, NAWACITA- Event Surfing Bono yang baru saja selesai diselenggarakan Pemerintah dari Tanggal 11 s/d 14 November 2019 lalu di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, tempatnya di pantai Tanjung Belilah Tanjung Bau Bau. Namun acara itu, terkesan menyisakan pertanyaan mendalam tentang dampak positif kegiatan itu dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

 

Sejak mitos gelombang Bono sungai Kampar ini berhasil dipromosikan menjadi ikon destinasi wisata di Kabupaten Pelalawan dan sampai saat ini, pemerintah daerah belum berhasil memiliki berbagai kelengkapan fasilitas pendukung kegiatan di acara Event Bekudo Bononya.

 

Padahal, pariwisata Bono pelalawan ini telah menyapa wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegra (peselancar dunia internasional). Namun sayangnya, setiap diadaknnya kegiatan Event Surfing Bono disana tidak memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat tempatan. Pasalnya, dikarenakan tingkat kehadiran pengunjung, sangat minim. 

 

Jika dilihat pembiayaan event Surfing Bono pelalawan tahun ini, menelan uang APBN dan APBD yang nilainya sangat fantastik besar. Belum lagi dan APBD pelalawan untuk promosi wisata ini yang dianggarkan setiap tahun anggaran APBD.

 

Contohnya saja kos pembiayaan pelaksanaan Surfing Bono tahun anggaran 2019 ini. Dana APBN yang dikeluarkan melalui Kementrian Pariwisata sebesar Rp. 1 Miliar dan ditambah APBD Provinsi Riau dan APBD Kabupaten Pelalawan yang besar anggarannya mencapai angka rupiah yan  tidak sedikit. 

 

Anehnya lagi, dana yang 1 Milyar untuk penyelenggaraan event surfing Bono melalui kementrian pariwisata itu, digunakan untuk mengundang TV nasional sebesar 600 Juta. 

 

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pelalawan, Andi Yuliandri S.Kom saat dikonfirmasi media ini di kantornya, Rabu (20/11/2019), membenarkan dana pembiayaan acara Event Surfing Bono sebesar Rp 1 Miliar dari kementrian pariwisata, di luar APBD Provinsi dan Kabupaten Pelalawan. 

 

"Dana sebesar Rp 1 Miliar ini langsung melalui Kementrian Pariwisata. Keterlibatan Dinas Pariwisata Kabupaten Pelalawan dalam penyelenggaraan event itu hanya sebagai pihak yang meramaikan saja," jelas Andi Yukiandri. 

 

Disinggung mengenai kegunaan dana APBD yang sebesar 300 juta kurang itu. Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga Pelalawan menyebut kegunaan dana itu untuk biaya sewa peralatan tenda, panggung acara, Ski Boat dan Spid Board.

 

Menurutnya, spid board yang disewanya itu sebagai trasporyasi peserta Surfing di titik rute mulainya acara di pantai Tanjung Belilah Tanjung Bau Bau Kecamatan Teluk Meranti. 

 

Andi Yuliandri menyebut pihaknya tidak memiliki fasilitas pendukung. Fasilitas yang dipakai dalam acara itu sebagian besar menggunakan jasa sewa. Ia membenarkan kegiatan tersebut menelan biaya kurang lebih 1 millyar bersumber dari kementrian dan pengalokasian dana tersebut di bagi menjadi dua bidang pembiayaan.

 

"Anggran 1 Miliar ini dibagu dua bidang yaitu biaya promosi dan publikasi dilakukan melalui media TV, media Cetak senilai Rp. 600 juta. Sisa dari dana 1 Miliar itu digunakan untuk acara," paparnya. 

 

Mengenai pelaksanaan semua rangkaian dalam kegiatan ini di serahkan ke pihak ketiga atau EO (event organizer), jadi pihak kita hanya menyiapkan bahan saja, walaupun alokasi dana dari APBD di bidang dispora sedikit.

 

Sementara itu, Sekretaris LSM-KPK Nusantara Pelalawan, Pranseda Simanjuntak SH ketika dimintai tanggapannya di kantor sekretatiatnya di Jln.Batu Ampar Kecamatan Pkl Kerinci, Jumat 22/11/209), menyayangkan pemda pelalawan tidak memiliki fasilitas pendukung.

 

Ini sangat disayangkan. Pemda pelalawan mengadakan acara event yang begitu besar dan tidak memiliki fasilitas pendukung melainkan jasa sewa peralatan. 

 

Lebih lanjut Pranseda Simanjuntak SH mengakui bahwa Wisata Bono merupakan ikon destinasi wisata di kabupaten pelalawan yang sudah mendunia. Namun persoalannya tidak memiliki kesiapan fasilitas pendukung. Semestinya pemda pelalawan jauh sebelumnya mempersiapkan segala sesuatunya kebutuhan untuk acara-acara event di pariwisat itu. 

 

Menurutnya, dalam menyelenggarakan berupa kegiatan Event di wisata itu, sudah pasti mendatangkan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Jika pemerintah daerah tidak matang persiapannya seperti perlatan fasilitas pendukung, membuat para pengunjung kedepannya malas hadir dan tidak memberikan dampak positif untuk perekonomian masyarakat tempatan. 

 

Pranseda Simanjuntak SH mengakui di pemberitaan rekan-rekan Pers sebelumnya. Pihak Dinas Pariwisata Pemudan dan Olahrga Kabupaten Pelalawan mendatangkan surfing (selancar) dari manca negara seperti Inggris, Perancis M, Selandia Baru, Afrika Selatan, Hongkong.

 

"Benar, yang jadi perhatian serius kita dalam pelaksanaan event surfing bono tahun 2019 ini karena persiapan rangkain acaranya turun serta staf ahli menteri parawisata dan kebudayaan RI bidang multi kultural, Dra Esthy Reko Astuti, M.Si," jelasnya.

 

Disamping itu, kegiatan tersebut mendapat kritikan dari masyarakat karena kegiatan Bono surfing dinilai tidak tepat sasaran dikarenakan kegiatan tersebut hanya di lakukan oleh kelompok orang tertentu saja.

 

Sementara nilai plus terhadap masyarakat setempat tidak di rasakan faedahnya, seharusnya ada terobosan baru yang dilakukan secara kreatif sehingga pengunjung tidak hanya fokus ke surfing semata. Padahal, di daerah ini masih banyak tempat wisata atau destinasi wisata yang perlu di kembangkan dan di anggap bermanfaat dalm meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

"Ya, dinas pariwisata harus berbenah untuk lebih melakukan terobosan baru, tidak kaku hanya pada kegiatan surfing saja, banyak juga daerah yang bisa di jadikan tempat wisata yang memiliki nilai eksotis, memiliki nilai jual untuk di promosikan ke manca negara," tutup Pranseda, sembari mempertanyakan anggaran yang diperuntukkan pada acara event surfing bono tersebut. (Yul) 

*
[ Kembali ]
Berita Lainnya
Plt.Kadis PUPR Pelalawan
Hardian S, ST,MT Bantah LSM Menuding Proyek Jalan Dalam Kota Kerinci Tak Sesuai Speksifikasi
Dalam Rangka Memperingati HAKI 2019
Bupati H.M.Harris Membuka Lomba Pidato Tingkat SMA/Sederajat se-Kabupaten Pelalawan
Sedang Melaksanakan Tugas Mulia
Wartawan Haluan Riau Meninggal Dunia
Kepala Badan Narkotika Nasional Pelalawan
AKBP Andi Salamon Tes Urine ASN di 30 SKPD Pelalawan
Kepala Dinas Pariwisata Pemudan dan Olahraga
Andi Yuliandri S.Kom Resmi Lantik Genpi Pelalawan Masa Bakti 2019
Home | Politik | Ekonomi | Olahraga | Pendidikan | Budaya | Hukum | Hiburan | Nasional | Internasional | Galeri Foto | Tokoh | Opini | Pekanbaru | Pelalawan | Dumai | Bengkalis | Siak | Kampar | Inhu | inhil | Kuansing | Rohul | Rohil | Meranti | Surat Pembaca | Redaksi