Hendak Melakukan Investigasi
Intelijen LSM LPPN-RI Mengaku Dianiaya Oknum ASN Dishub Pelalawan
Penulis: Editor Yulianus | Sabtu, 23 Nopember 2019 | 22:56 WIB Dibaca: 407 kali

Doc foto Intelijen LSM LPPN - RI Pelalawan yang menjadi korban penganiayaan Oknum ASN Dinas perhubungan Kabupaten Pelalawan saat sedang melaksanakan tugas investigasi terkait pelaksanaan uji KIR kendaraan di dinas tersebut.

PELALAWAN, Ungkapriau.com- Saat melakukan tugas investigasi di Dinas Perhubungan. Intelijen LSM LPPN-RI (Lembaga Pemantau Penyelenggara Republik Indonesia) Pelalawan, Abdullah Sani mendapat perlakukan tidak terpuji dari oknum Aparat Negeri Sipil (ASN) Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan.

 

Demikian tindakan tidak terpuji ini diterangkan Abdullah Sani (33) selaku korban penganiayaan oknum dishub pelalawan kepada media ini di Jalan Lintas Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci, Jumat malam (22/11/2019).

 

Abdullah Sani (korban), kejadian brutal oknum dishub pelalawan ini, terjadi tanggal 20 November 2019 saat hendak melakukan investigas tentang persolan KiR di dinas perhubungan kabupaten pelalawan. 

 

Dalam keterangnnya Abdullah Sani (korban), dia menghubungi Kepala Dinas Perhubungan, Drs. Syafruddin M.Si pada hari Rabu tanggal 20 November 2019 dengan tujuan mau melakukan tugas kontrol sosial (Investigasi) di dinas dishub. Namun, berhubung Kadishub tidak berada ditempat sehingga Kadis menyarankan korban menjumpai Sekretaris Dishub atau bendahara penerimaan KIR. 

 

"Benar, saya menjumpai sekretaris diruang kerjanya sesuai saran Kadiahub. Tapi tidak berhasil karena yang bersangkutan tidak berada ditempat sehingga saya menjumpai bendahara bernama Ijal," jelasnya. 

 

Lebih lanjut Korban menjelaskan bahwa saat berlangsungnya pertemuannya dengan staf dishub yang akrab disap Ijal dan disaat itu juga membuat kesepakatan dengan kita LSM LPPN-RI untuk kembali datang keesokan harinya agar segala sesuatunya data yang dipinta dapat diberikan setelah duduk bersama dengan petugas penguji kir.

 

Celakanya, setelah saya kembali datang ke dinas tersebut pada hari Kamis 21 November 2019 sekira pukul 11:00 Wib dan Sdr.Ijal sedang tidak berada di ruangannya dan secara tiba-tiba oknum PNS berinisial WR menanyakan kepasa saya "Apat tujuan kedatangan kau di dinas" sambil berlagak emosi. 

 

Pertanyaan WR sudah saya jelaskan bahwa tujuan saya disini karena sudah membut janji kepada Sekretaris melalui Ijal. 

 

Anehnya, secara spontan Oknum ini memegang tangan kiri saya dengan berkata "Kamu mau mengangkat kasus pungli disini dan ingin memenjarakan saya ya.!". Belum sempat saya menjawab pertanyaan WR dan langsung meninju muka saya. Tapi tidak kenak karena saya sempat mengelakkan pukulan itu.

 

Kemudian, WR tidak cukup sampai disitu bahkan kembali menendang dada saya dan tetap menangkisnya dengan tangan kiri. Lalu dia kembali menendang bagian kiri rusuk saya. Namun dengan pukulan WR itu tidak mengenak sasaran sehingga amrahnya tambah memuncak dengan berusaha memukul dan menendang kearah saya. Tapi selalu gagal dikrenakan sejumlah rekan kerjanya (ASN) berusaha menahannya. 

 

"Benar, dalam kejadian tersebut, saya sebagai kontrol sosial (LSM-LPPN RI) yang menerima perlakuan tidak terpuji dari oknum ASN dishub pelalawan ini telah saya laporkan kejadiannya di Polres Pelalawan. 

 

Alahamdulillah laporan penganiayaan saya yang dilakukan inisial WR telah diterima di unit 4 reskirm Polres Pelalawan melalui Jefri. 

 

Sebagai korban penganiayaan oknum Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan ini saya hrapkan dapat diproses secara hukum. Segala sesuatu prosesnya saya percayakan sepenuhnya kepada penyik Polres Pelalawan. 

 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan, Drs. Syafruddin M.Si saat dikonfirmasi melalui sambungan telpfon genggamnya, Sabtu (23/11/2019 sekira pukul 15.29 Wib. 

 

Mantan Kepapl Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan ini, membantah adanya terjadi pemukulan kepada salah seorang oknum LSM LPPN RI di kantornya. 

 

Dikatakannya, "Mengenai pemukulan oknum LSM LPPN-RI di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan pada tanggal 20 November 2019 itu, Drs Syafruddin M.Si mengaku tidak mengetahu melainkan adanya ribut," jelasnya singkat. 

 

Maaf ya, saya tidak bisa lama-lama melayani konfirmasi rekan-rekan wartawan karena posisi saya saat ini sedang di Mesjid. (Yul)

*
[ Kembali ]
Berita Lainnya
Plt.Kadis PUPR Pelalawan
Hardian S, ST,MT Bantah LSM Menuding Proyek Jalan Dalam Kota Kerinci Tak Sesuai Speksifikasi
Dalam Rangka Memperingati HAKI 2019
Bupati H.M.Harris Membuka Lomba Pidato Tingkat SMA/Sederajat se-Kabupaten Pelalawan
Sedang Melaksanakan Tugas Mulia
Wartawan Haluan Riau Meninggal Dunia
Kepala Badan Narkotika Nasional Pelalawan
AKBP Andi Salamon Tes Urine ASN di 30 SKPD Pelalawan
Kepala Dinas Pariwisata Pemudan dan Olahraga
Andi Yuliandri S.Kom Resmi Lantik Genpi Pelalawan Masa Bakti 2019
Home | Politik | Ekonomi | Olahraga | Pendidikan | Budaya | Hukum | Hiburan | Nasional | Internasional | Galeri Foto | Tokoh | Opini | Pekanbaru | Pelalawan | Dumai | Bengkalis | Siak | Kampar | Inhu | inhil | Kuansing | Rohul | Rohil | Meranti | Surat Pembaca | Redaksi