Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
BUS SMAF Senggol Pengendaraan SPM
Paris Telaumbanua Alami Patah Pinggang

REDAKSI UNGKAPR
Jumat, 27 Jan 2017 | dilihat: 2270 kali
Foto: Paris Telaumbanua selaku korban dalam laka lantas oleh BUS SMAF pengangkut karyawan PT. RAPP dengan KBM yang dikendarai korban

PELALAWAN, UNGKAP RIAU - Minggu 22 Januari 2017 sekira 16:30 WIB di Jalan Lintas Timur, tepatnya di depan Rumah Makan Lubuk Idai, Kecamatan Pkl kerinci, Kabupaten Pelalawan, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara Bus pengangkut karyawan PT. RAPP (SMAF)  bernompol BL 7480 A yang dikendarain oleh Nanang (38) dengan Sepeda Motor Jenis Honda SUPRA X125 BM 5360 ID yang di kendarai oleh Paris Telaumbanua (36) selaku korban.

Akibat dari kecelakaan tersebut. Paris Telaumbanua (korban) dilarikan kerumah Sakit Swasta Amelia Medika  Jalan lintas Timur Kec. Pkl kerinci untuk perawatan intensif pada luka serius yang diderita korban pada kecelakaan itu.

Demikian keterangan Laka ini disampaikan keluarga korban, Ama Selfik Telaumbanuan ketika dikonfirmasi UNGKAPRIAU di rumah sakit Amelia Medika, Jumat (27/1/2017).

Ama Selfi, dalam kecelakaan itu, adek saya telah mengalami luka serius di bagian selengkangannya sebanyak 7 jahitan. Sedangkan luka serius di bagian kaki kirinya juga mengalami 28 jahitan, kemudian, pinggulnya patah.

"Kejadian itu terjadi pada Minggu sore sekira pukul 16:30 WIB dan baru ditangani di rumah sakit pukul 23:00 WIB," terangnya.

Ama Selfi menyampaikan lagi, sesudah adek saya itu dironsen, salah satu pelayan di RS Amelia itu mengaku sebagai Dokter tanpa memakai Jas Putih dan menerangkan kepada kami bahwa kondisi korban tidak apa-apa dan dibolehkan pulang. 

"Ya, walaupun orang yang mengaku Dokter itu menyuruh pasien (korban) dapat dibawa pulang dan kami sebagai keluarga meminta untuk tetap dirawat, karena adek saya itu selalu mengeluh sakit di bagian pinggulnya," jelasnya.

Perlu diketahui. Ternyata pernyataan perempuan yang mengaku Dokter itu tidak seperti yang dia sampaikan dan ternyata adek saya mengalami patah di bagian pinggilnya.

"Kami mengetahui adek saya itu sudah mengalami patah pinggul. ketika keesokan harinya datang Dokter Spesialis dan melakukan Ronsen ulang dan ternyata yang dikeluhkan adek saya tersebut benar mengalami patah dibagian tulang pinggulnya," bebernya.

Dari pernyataan perempuan yang mengaku Dokter malam itu, membuat kami kecewa, "Dia mengaku.

Kondisi korban tidak apa-apa. Bahkan dia menyuruh kami membawa korban keluar karena tidak apa-apa katanya pada kami ketika itu," seraya meniru pernyataan orang yang mengaku Dokter tanpa Jas Putih itu.

Terkait dengan pernyataan orang yang mengaku Dokter malam itu, diduga pihak BUS SMAF telah koling sebelumnya. Sehingga Dokter ini sangat mudah mengatakan kondisi korban stabil dan tidak apa-apa.

"Saat pihak keluarga ingin tahu hasil ronsen dibagian tulang pinggul korban, bukannya Dokter tanpa jas ini menerangkan apa yang ditanyakan keluarga padanya. Malahan marah dengan ungkapan "baru kau mengerti tentang ilmu kedokteran" kau harus belajar sepuluh tahun," katanya kasar dan aneh.

Sikap pelayanan perempuan yang mengaku Dokter ini sangat mengecewakan dan diminta kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pelalawan untuk memanggil dan membina yang bersangkutan.

Lebih jauh Ama Selfi menjelaskan bahwa pihak BUS SMAF masih belum ada itikad bertanggung jawab.

"2 hari yang lalu, pihak BUS SMAF meminta untuk berdamai secara kekeluargaan. Namun sampai sekarang belum terealisasi karena pihaknya menganggap permintaan biaya perawatan korban tidak relevan alias tidak sanggup," jelasnya.

Disamping adek saya patah tulang pinggul juga mengalami kerusakan kendaraan SPM adek saya yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah. Padahal, keluarga telah meringankan pihak BUS SMAF tidak dioperasi korban.

"Bilamana korban di lakukan operasi tentu biayanya tidak sedikit. Maka kami keluarga memutuskan untuk di cari pengobatan luar RS Sakit (Dukun Patah) untuk meringankan biaya," ujarnya.

Karena pihak BUS SMAF ini tetap bertahan dengan prinsipnya maka kami keluarga memutuskan untuk dilanjutkan  melalui proses hukum. (UR)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved