Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
PUSAT PENELITI KELAPA SAWIT AKAN DITERAPKAN DI KABUPATEN PELALAWAN
HM. Harris: PPKS Dukung Pemenuhan Akreditasi ST2P Langgam

REDAKSI UNGKAPR
Minggu, 19 Mar 2017 | dilihat: 1302 kali
Foto: saat PPKS hadir mendukung Akreditasi SP2T yang disambut baik oleh Bupati Pelalawan HM Harris bersama Wabup Pelalawan diruang Rapat Kantor Bupati

PELALAWAN, UNGKAP RIAU - Dalam pembahasan mendetail rencana kerja Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang akan dimulai tahun 2017. Bahwa PPKS akan membangun pembibitan kelapa sawit untuk memasok kebutuhan masyarakat di Kabupaten Pelalawan dan Masyarakat petani di Provinsi Riau dan daerah sekitarnya. 

Pembangunan pembibitan itu merupakan langkah maju dikawasan Techno Park terbesar di Indonesia/Teknopolitan. Tahun 2017 kegiatan PPKS jalan di kawasan Teknopolitan. Demikian disampaikan Kepala Bappeda Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSI, usai Rapat bersama Tim PPKS, Tim Tenaga Ahli Pengembangan Techno Park dan ST2P diaula Bappeda, Jumat (17/3/2027). 

Paparan rencana Langkah maju PPKS itu diterima akan segera dilakukan kerjasama penelitian hilirisasi sawit dengan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan dengan target pertama terbentuknya perusahaan pemula berbasis teknologi yakni perusahaan yang menghasilkan produk pengganti coklat dari produk kelapa sawit. Diskusi diaula Bappeda dihadiri juga Tim Tenaga Ahli Techno Park Pelalawan al. Dr. Marzan A. Iskandar, Dr. Tatang A. Taufik, Prof. Udi Subakti dan Ir. Budi Kawi. 

PPKS juga menyatakan akan memberikan dukungan terhadap pemenuhan akreditasi ST2P.  Selain itu Peranan riset dalam berbagai aspek akan semakin meningkat di masa mendatang sejalan dengan persaingan global yang semakin ketat. 

Untuk itu, PPKS terus mengembangkan kapasitas dan kemampuan bersama ST2P.  Berbagai paket teknologi telah dihasilkan PPKS dan banyak digunakan industri kelapa sawit di Indonesia seperti bahan tanaman kelapa sawit unggul, agen hayati pengendali hama dan penyakit, formulasi pupuk, integrasi sawit dan sapi, dan lain-lain. 

Selain itu PPKS juga menyediakan jasa analisis laboratorium (daun, tanah, air, minyak, dan limbah), bantuan teknis, dan pelatihan. Peningkatan produktivitas per satuan lahan, efisiensi penggunaan sarana produksi, pengembangan industri hilir, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tantangan yang penting di masa mendatang. 

Pengembangan kapasitas riset dalam bidang-bidang tersebut sangat diperlukan. Dukungan dari stakeholders industri kelapa sawit sangat diperlukan sebagai capacity empowering PPKS.

Guna mewujudkan dan mendukung program nasional  Techno Park  terbesar di Indonesia yang berada di kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. 

Berbagai upaya inovatif akan tetap dilakukan untuk program tersebut dengan menggunakan berbagai potensi yang ada. Hal terungkap saat rapat dan forum diskusi antara Bupati HM Harris dan Tim Tenaga Ahli Pengembangan Techno Park, Tim BPPT, Kamis (16/03) di ruang rapat Bupati Pelalawan. 

Para  Tim Tenaga Ahli Pengembangan Techno Park Pelalawan Ketua Dr Ir Marzan A Iskandar APU, IPU (mantan Kepala BPPT),  Dr Ir Tatang Ahmad Taufik WU IPU ( Deputi PKT BPPT) , Prof Dr Ir Udi Subekti Ciptomulyono M Eng SC (Dekan Fakultas Bisnis ITS  dan BAN),  Ir Kawi Bredisetio, Prof Dr Eko Supriyanto, Prof Dr H Tengku Dahril MSc, Prof Dr H Detri Karya. Dr Iwan Sudrajat,  Direktur Pusat Teknologi Kawasan Spesifik BPPT. Dihadiri OPD terkait pemerintah kabupaten Pelalawan. 

Para Tim Tenaga Ahli Memberikan rekomendasi kepada bupati Pelalawan tentang kebijakan kerjasama dalam rangka pengembangan Techno Park. 

Melakukan review/evaluasi memberikan saran terhadap kegiatan kegiatan internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pelalawan dan atau pemangku kepentingan lainnya yang relevan serta mendorong peningkatan kapasitas peningkatan kepentingan dan sinergisitas pengembangan Techno Park. 

Ketua Tim Tenaga Ahli Pengembangan Techno Park Pelalawan, Dr. Ir, Marzan A Iskandar APU, IPU (mantan Kepala BPPT) menyatakan bahwa berbagai inovasi harus segera dilakukan dan kegiatan hilirisasi kelapa sawit. Sebab, potensi kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit yang ada di Kabupaten Pelalawan dan Propinsi Riau harus dimanfaatkan sebagai pendukung utama. 

"Potensi yang begitu besar di Pelalawan ini dapat menarik minat investor dan meyakinkan akan peluang di Techno Park," katanya meyakinkan.

Sambungnya bahwa Langkah tim juga Termasuk rencana melakukan promosi techno park untuk menggaet masuknya perusahaan, serta rencana koordinasi dengan DPR RI untuk usulan anggaran Tahun 2018.

Sementara Bupati Pelalawan (HM Harris) berterimakasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mendukung pengembangan techno Park dari berbagai aspek yang terlihat dalam kacamata Pemerintah dalam potensi yang dimiliki Daerah Kabupaten Pelalawan dan khususnya di daerah Techno Park.

Menurut Harris, dengan Peranan riset dalam berbagai aspek akan semakin meningkat di masa mendatang sejalan dengan persaingan global yang semakin ketat. Untuk itu, PPKS terus mengembangkan kapasitas dan kemampuan untuk menjadi lembaga riset bertaraf internasional dan mandiri secara finansial.

Kemajuan PPKS dapat dilihat dari perkembangan kinerja dan sertifikasi atau penghargaan yang telah diraih seperti ISO 9001, KAN, KNAPPP, Bakrie Award, dan Anugerah Ristek Pranata Litbang. 

"Penunjukan PPKS sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi semakin memperkuat kedudukan PPKS sebagai lembaga penelitian kelapa sawit yang juga membuat kita semakin percaya dengan ilmu pengetahuan di berbagai paket teknologi yang dimilikinya," katanya.

Harris, muda-mudahan dukungan  Pemerintah Pusat untuk Techno Park sebagai mana teknologi yang telah dihasilkan PPKS dan banyak digunakan industri kelapa sawit di Indonesia seperti bahan tanaman kelapa sawit unggul, agen hayati pengendali hama dan penyakit, formulasi pupuk, integrasi sawit dan sapi, dan lain-lain. Akan dapat diterapkan di daerah Kabupaten Pelalawan. 

Apalagi PPKS ini juga menyediakan jasa analisis laboratorium (daun, tanah, air, minyak, dan limbah), bantuan teknis, dan pelatihan untuk Peningkatan produktivitas per satuan lahan, efisiensi penggunaan sarana produksi, pengembangan industri hilir, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tantangan yang penting di masa mendatang. (UR)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved