Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Perencanaan & Pengawasan Pembangunan Kota Pekanbaru
KEPALA BAPPEDA: Tahun 2017 ini Sudah Diberlakukan Sistim E-Planning

Yulianus
Rabu, 26 Apr 2017 | dilihat: 1941 kali
Foto: Doc. Advertorial Pembangunan Kota Pekanbaru 2017

PEKANBARU, UNGKAP RIAU - Kota Pekanbaru adalah salah satu sentral ekonomi terbesar di bagian timur Pulau Sumatera dan kota yang tumbuh pesat dengan berkembangnya industri terutama yang berkaitan dengan minyak bumi, serta pelaksanaan otonomi daerah. Terkait untuk perencanaan pembangunanya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah berlakukan Perencanaan Pembangunan dengan sistem E-Planning (Elektronik Planning) atau perencanaan elektronik.

"Perencanaan Pembangunan Kota Pekanbaru mulai tahun 2017 ini, sudah melalui sistim E-Planing," demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pekanbaru, Drs.H.Yusrizal, diruang kerjanya, Selasa (18/04/2017).

Ia memaparkan, E-Planning dapat membantu Kota Pekanbaru dalam melaksanakan perencanaan dan pembangunan daerah dengan optimal, efektif, dan efisien, "adanya E-Planning juga akan memudahkan administrasi pemerintah dan juga pelayanan publik kepada masyarakat," jelas Kepala BAPPEDA Pemko Pekanbaru itu.

Dari 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki fungsi yang berbeda, BAPPEDA memiliki tugas dan fungsi untuk perencanaan pembangunan, pengawasan dan pembuatan laporan serta evaluasi. Dalam menjalankan tugas tersebut, BAPPEDA selalu melakukan koordinasi dengan semua OPD Pemko Pekanbaru. Hal itu bertujuan agar semua perencanaan pembangunan di Kota Pekanbaru terarah dan tepat sasaran.

Drs.H.Yusrizal menjelaskan, Pihak nya sebagai pihak perencanaan pembangunan (Bappeda), namun meraka akan melakukan pengawalan terhadap pekerjaan pembangunan, "Bappeda bukan merupakan eksekusi pekerjaan. Namun, kita hanya sebagai perencanaan. Tetapi, kita harus mengawal pekerjaan pembangunan yang dilakukan oleh setiap OPD yang sudah dianggarkan di APBD. Seperti berapa lama pengerjaannya, berapa bahannya dan dimana lokasinya. Kita harus mengetahui semua itu sehingga perencanaannya bisa terarah dan tepat sasaran," terangnya.

Tidak hanya perencanaan dan pengawalan yang dilakukan oleh pihak BAPPEDA Pemko Pekanbaru terhadap pekerjaan pembangunan yang akan dilakukan masing-masing OPD, BAPPEDA juga akan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pekerjaan sehingga semua kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan dapat dikawal hingga selesai. "Kita siapkan program ini untuk mengawasi setiap perencanaan pekerjaan pembangunan. Jadi kita mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan dalam perencanaan yang dilakukan OPD masing-masing. Intinya, Bappeda melakukan perencanaan program pemerintah yang strategis sehingga lebih baik lagi," ujarnya.

Dia menyampaikan, melaksanakan proses perencanaan, BAPPEDA Kota Pekanbaru melibatkan seluruh kader. Proses perencanaannya dimulai dengan usulan-usulan dari masyarakat yang ditampung melalui Musrenbang tingkat Kecamatan dan sampai tingkat Musrenbang kota Pekanbaru sejak tahun 2015 sudah memakai sistim E-Musrenbang (Musrenbang Elektronik).

"Untuk tingkat selanjutnya perencanaan pembangunan tingkat kota Pekanbaru, tahun 2017, sudah memakai E-Planing," dituturkan Drs.H.Yusrizal diakhir konfirmasi wartawan kepadanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pada  tahun ini dua bangunan gedung kantor Baru Pemerintah Kota Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya selesai 100 persen. Sementara untuk empat bangunan lain masih menunggu anggaran di tahun depan.

"Untuk tahun ini kita sudah anggarakan dana sebesar Rp 120 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung induk senilai 94 miliar gedung B3 senilai 26 miliar. Ditargetkan dua bangunan kantor ini selesai tahun ini," ungkapnya.

Dalam proyek Multiyers, rencananya akan dibangun 6 gedung kantor. Untuk yang pertama, yaitu gedung utama, itu akan dikerjakan oleh rekanan kontraktor Waskita, progres pembangunannya telah mencapai 53 persen. Tiga gedung lagi dikerjakan oleh rekanan kontraktor Nindia Karya, progres pembangunannya telah mencapai 50 persen dan dua gedung lainnya dikerjakan rekanan kontraktor Adi Karya, progres pembangunannya sudah 60 persen.

"Jika dirata-ratakan progres pembangunan kantor baru, telah mencapai 60 persen. Tahun ini hanya dua gedung yang dilanjutkan pembangunanya, yakni gedung utama dan satu gedung yang dikerjakan Nindia Karya," tutupnya. (ADVERTORIAL)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved