Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kelompok Tani Nilai Kebijakan Kades Andri Memihak.
Pengelolaan Kebun Plasma Milik Masyarakat Tidak Jelas

Urc
Rabu, 23 Mei 2018 | dilihat: 1396 kali
Foto: Bowo, salah seorang anggota Kelompok Tani yang kecewa dengan kebijakan Kades.

INHU, Uungkapriau.Com - Sehubungan dengan kebun kelapa sawit (Plasma) yang dinilai tidak jelas sistem pengelolaannya untuk masyarakat Desa Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu buat masyarakat dua Desa merasa kecewa.

Kekecewaan masyarakat dalam pengelolaan kebun Plasma itu berawal  saat pihak kedua Kepala Desa menyerahkan pengelolaan kebun Plasma kepada masyarakat desa Sei Guntung Hilir yang sampai sekarang tidak jelas sistim pembagian hasilnya. 

Akibat pengelolaan kebun yang tidak jelas itu, kini bermunculan kelompok-kelompok yang ingin menguasai kebun Plasma itu dengan didalangi oleh Kepala Desa.

Hal ini diungkapkan salah satu Ketua Kelompok yang mengaku namanya Bowo, saat dijumpai disekitar lokasi perkebunan Plasma itu oleh ungkapriau.Com, Senin (20/5/2018).

Dikatakan Bowo, kebun kelapa sawit milik masyarakat Desa Sei Guntung Hilir itu sudah lima kali dilakukan panen. Namun hasil buah itu dikantongi sendiri tanpa penjelasan kepada masyarakat atau kelompok.

"Kami melihat kelompok yang di Ketuai saudara Joni Indrawadi melakukan penen buah kelapa sawit Plasma itu selama lima kali berturut-turut dan hasil panen terakhir dikantongi sendiri oleh kelompok itu," ucap Bowo.

Sambung Bowo mengatakan, karena diketahui hasil panen itu dikantongi oleh Joni Indrawadi dan kelompok yang di ketuainya akan melakukan protes karena Kepala Desa dinilai tidak bisa mengambil suatu kebijakan bahkan dinilai memihak pada satu kelompok.

"Saya tidak habis fikir dengan sikap kepala desa ini. Pasalnya, disaat kelompok kita ingin memanen juga dan Kepala Desa itu malah melarang dengan cara menempel surat pemberitahuan di warung-warung warga. Tentunya, hal itu membuat tanda tanya?," ungkapnya.

Padahal, disaat Joni Indrawadi melakukan panen di kebun plasma milik masyarakat dua Desa ini tidak dilarang. Jadi, saat ini, kelompok yang saya pimpin tidak akan menghiraukan larangan kepala desa bentuk apapun. bukti hari ini sebanyak 80 warga yang saya pimpin memanen buah kelapa sawit ini.

Sudahlah pak, "sebelum kita melakukan panen ini. Kita sudah menemui dan meminta izin Kepala Desa. Namun jawabannya sungguh diliar dugaan. Bahkan Kepala Desa kami ini menyuruh saya minta izin kepada Joni Indrawadi," Bowo meniru saran Kades Andri.

Bowo menilai jawaban Andri (Kades) tidak bisa mengambil keputusan yang dinilai berpihak. Maka Kelompok yang di Ketuai Bowo ini sepakat bersama 80 orang anggota melakukan panen dengan menanti-nanti jika ada serangan. 

"Kami siap menghadapi apapun jika ada yang berani melarang. Bahkan bertumpah darah-pun, kami siap hadapi bila kepala desa masih berpihak seperti ini," kata Bowo panas.

Lebih lanjut pihak Bowo berjanji akan membuat surat pernyatan meminta Andri selaku Kepala Desa Sei.Guntung Hilir untuk mundur saja dari jabatannya selaku kepala desa karena dinilai tidak mampu mengemban tugas dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul ditengah-tengah masyarakat.

"Ya, masalah masyarakat di Desa Sei Guntung Hilir ini benar-benar disayangkan tidak bisa diselesaikan oleh Kades. Bahkan dalam 1 Desa Sei Guntung Hilir saat ini bergejolak dan terbagi dua kubu gara-gara sistim pengelolaan kebun Plasma ini," jelasnya.

Lanjut Bowo menerangkan bahwa dulunya kebun Plasma ini seluas 2.500 Hektare untuk dua Desa yakni Desa Sei Guntung Hilir dan Desa Sei Guntung Hulu. Dan setelah kebun ini dikembalikan pada Desa pengelolaannya hingga Desa Sei Guntung Hilir mendapat 1.250 Hektare dan untuk Desa Sei Guntung Hulu seluas 1.250 Hektare. Namun sampai sekarang pengelolaannya dari Kepala Desa tidak jelas.

Sementara itu, salah seorang pemuka masyarakat Desa Sei Guntung Hilir yang mengaku namanya Johor, meminta Pemerintahan Kecamatan dan Aparat Kemanan di Kabupaten Inhu agar secepatnya ikut andil dalam masalah masyarakat dua Desa ini.

"Saya berharap Pemerintah dan pihak keamanan secepatnya menanggapi masalah desa sei.guntung hilir ini. Bila di biarkan kata Johor dikhawatirkan terjadi pertumpahan darah di lokasi perkebunan kelapa sawit Plasma ini," tutup Johor. 

Dikonfirmasi kepada Kepala Desa Sei Guntung Hilir Andri hingga turunnya berita ini  tidak membuahkan hasil karena Kades yang bersangkutan tidak masuk kantor. (Asnan/Agusman)

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved