Samarinda. ungkapriau.Com- Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) resmi dikukuhkan menjadi tipe A dari tipe B. Kenaikan tipologi ini dapat diraih karena kinerja Kapolda dan jajarannya telah memenuhi kriteria yang ditentukan.
Adapun kriteria yang diukur adalah peningkatan prestasi dan kinerja, kinerja transparansi, dan akuntabilitas dalam tugas. Kriteria yang ditetapkan oleh KemenPAN-RB ini dikonkretkan dengan status penerapan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dan Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
"Target saya yang pertama adalah mengajukan pada Mabes Polri untuk perpindahan lokasi mapolda yang tadinya di Banjarmasin ke Banjarbaru karena sudah terlalu sempit. Kalau di Banjarbaru kan luas, 10 hektare bisa untuk fasilitas kantor dan rumah dinas," ujar Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana usai upacara pengukuhan tipe A di Lapangan Mako Satuan Brimob Banjarbaru, Kamis (24/5/2018).
Brigjen Pol Rachmat turut mengungkapkan dengan dikukuhkannya Polda Kalsel menjadi polda tipe A, Brigjen Pol Rachmat bersama jajarannya akan berusaha untuk terus melayani masyarakat dengan baik.
"Walaupun memang kami (Polda Kalsel) masih kekurangan personel sebanyak 9.000 orang lagi, ini bukan menjadi masalah. Kami tidak mengejar kuantitas, tapi kualitas.
| Baca juga: | |
| Bupati Pelalawan Lepas Pawai Takbir | |
| Ikat Kerjasama di Negeri Istana | |
| Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB | |
Dengan kenaikan tipe A, lanjut Brigjen Pol Rachmat, kinerja personel diharapkan lebih profesional lagi.
"Saya selalu katakan kurangi pelanggaran, tingkatkan profesionalitas dalam kinerja. Jangan sampai masyarakat tidak terlindungi," tegas Brigjen Pol Rachmat.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen (Pol) Syarifuddin yang turut hadir pada upacara ini untuk mengukuhkan Polda Kalsel menjadi tipe A, mengatakan Polda Kalsel bisa meningkatkan kinerjanya lewat IT.
"Memang seharusnya peningkatan kualitas personel dibarengi dengan IT. Penting adanya keseimbangan antara SDM dengan IPTEK. Seperti Kalsel yang telah memanfaatkan teknologi sehingga bisa menjaga situasi kamtibmas dan pelayanan publik menjadi semakin baik," kata Komjen Pol Syarifuddin.
Hingga kini Polda Kalsel memiliki 56 pelayanan publik berbasis IT, seperti SKCK online dan RTMC. Ada juga aplikasi Sasirangan yang mendukung salah satu program prioritas Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dinamakan Promoter (profesional, modern, dan terpercaya). urc
| Yusuf Nache Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Pansus LKPJ 2024 | |
| Wabup Yusuf Nache Ingatkan Jajaran OPD Tertib Administrasi | |
| Pers Harus Investigasi Rekam Jejak Calon Pemimpin Daerah | |
| Drs.Junaris Ceritakan Pengabdiannya Menjadi Guru Selama 30 Tahun | |
| A.Nazar,SE Meminta Komite Sekolah Mencari Sulusi Siswa-siswi Tertolak Zonasi | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















