Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Masyarakat Kecamatan Kemuning
Resah Adanya Kandang Ayam Skala Besar Membawa Wabah Penyakit

Wartawan Inhil
Senin, 28 Mei 2018 | dilihat: 1470 kali
Foto: doc. Foto Spanduk dan lalat yang diresahkan masyarakat Kecamatan Kemuning akibat Kandang Ayam Skala Besar Membawa Wabah Penyakit

INHIL. ungkapriau.Com- Keberadaan kandang ternak ayam ber-skala besar disekitar lokasi pemukiman penduduk di Desa Keritang Kecamatan Kemuning-Inhil, sangat meresahkan masyarakat.

Kandang ternak ayam yang sangat berdekatan dengan pemukiman penduduk, tentunya dikhawatirkan mengganggu keindahan lingkungan dan  juga akan membawa wabah penyakit dalam kesehatan masyarakat sekitar.

Demikian protes kandang ternak ayam ini diungkapkan salah seorang masyarakat Dusun Sempang Desa Keritang yang mengaku namanya Lilik kepada ungkapriau.Com, Kamis (24/05/2018).

Lilik menyampaikan protesnya terkait keberadaan kandang ternak ayam itu dengan memasang Spanduk. Bahkan beberapa waktu lalu puluhan warga mendatangi lokasi kandang ayam tersebut untuk protes.

"Benar, beberapa waktu lalu. Secara beramai-ramai warga mendatangi tempat itu. Namun, hingga kini belum juga mendapatkan kepastian dan perhatian dari Kepala Desa selaku pemerintahan setempat," kesal Lilik.

Protes yang kami sampaikan itu bukan karena tidak suka dengan pihak pengusaha ternak ayam itu. Namun karena dibangunnya disekitar pemukiman warga yang begitu mengganggu kesehatan akibat bau-busuknya pakan dan kotoran ternak itu.

"Ya, sebelum adanya dibangun kandang ternak ayam disini tidak banyak lalat dan setelah adanya kandang ternak ayam ini sangat benyak lalat dan menjijikan," kata Lilik sambil memperlihatkan lalat yang berhasil dijebaknya dengan perangkap lalat (LEM).

Lilik juga mengungkapkan bahwa saat ini, pemukiman mereka telah dikelilingi sejumlah kandang ternak ayam yang sangat besar dan akibatnya menimbulkan banyak masalah dalam kesehatan mereka.

Sudah, "Sudah dilakukan protes termasuk pemasangan Spanduk  penolakan dan bahkan warga Demo ditempat itu secara beramai-ramai, tapi tidak diindahkan oleh pemilik usaha itu. Begitu juga pemerintah setempat yang dinilai tutup mata," bebernya. 

Hal senada Juga dalam pengakuan pemilik usaha warung makan (warkan), ibu Sari mengeluh dengan serangan lalat yang berasal dari kandang ternak ayam itu.

"Benar. Pak, sejak adanya kandang ayam itu, warung makan saya serasa jijik dengan serbuan lalat. Apalagi jika orang makan tidak merasa nyaman makan karena jijik dengan banyaknya lalat yang hinggap-hinggap," ujarnya Sari seraya memohon agar wartawan menggugah perhatian pemerintah untuk menanggapi persoalan ini.

"Kami memohon dalam tulisan wartawan bisa melanjutkan keluhan kami ini kepada pemerintah. Kami sudah bosan menyampaikan kepada pemilik usaha ternak ayam itu dan selalu tidak diindahkan. Sebelum warga memuncak amarah tentang hal ini dapat ditanggapi dan ditindaklanjuti. Kami warga berhak untuk hidup sehat, aman dan nyaman. Kalau memang tidak mampu mengatasi wabah lalat, maka kami minta kepada pemilik maupun pengelola usaha ayam potong ini untuk segera ditutup," ujarnya.

Untuk diketahui ya. Pak, dalam waktu satu menit saja warga bisa menangkap ribuan lalat dengan perangkap lem. Itu terjadi setiap hari dan telah mengakibatkan anak-anak dan dewasa kurang sehat sejak kandang ayama akibat wabah penyakit yang dibawa oleh lalat itu.

Sementara itu, H. Nababan, seorang warga Dusun Tua Desa Keritang juga mengatakan. pihaknya tidak tahan lagi dengan wabah lalat, maka warga putuskan untuk melakukan aksi protes (Demo).

"Sebelum aksi demo yang dilakukan warga Dusun Sempang Desa Keritang, selasa (08/05/2018), warga Dusun Tua Desa Keritang juga melakukan aksi Protes dengan memasang puluhan spanduk/baleho sebagai aksi protes, namun hingga kini, pemilik maupun pengelola tidak pernah mengindahkan apa yang telah warga sampaikan," jelasnya.

Sambung H Nababan menyampaikan aksi Demo yang dilakukan warga, agar pemerintah setempat tahu warganya sangat terganggu dengan keberadaan lalat yang sudah mewabah hampir 1 tahun lebih. Kami seluruh warga Desa dari yang baru lahir hingga yang sudah uzur tidak pernah lagi merasa tentram dan nyaman," tegasnya.

Tentunya, warga sangat berharap ada pihak-pihak yang berkompeten untuk memberi solusi atas keresahan yang mereka alami. (Alvin)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved