Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kondisi Jln.Empat Desa di Kecamatan Kemuning Inhil Memprihatinkan
Akibat Jalan Berdebu, Ribuan Warga Desa Terancam Penyakit TBC

Wartawan Inhil
Senin, 08 Okt 2018 | dilihat: 857 kali
Foto: Doa Foto Kondisi Jalan yang menghubungkan Empat Desa di Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil

IHIL. ungkapriau.com- Kendatipun masyarakat Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil di wilayah empat Desa, mengeluh tentang kondisi Jalan di daerah itu. Dan sampai sekarang belum direspon oleh Pemerintah.

Jalan yang menghubungkan empat wilayah desa yang ada di kecamatan kemuning tersebut, kondisi nya saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

 

Kepada wartawan ungkapriau.com Kecamatan Kemuning sejumlah warga menyampaikan harapan besar agar pemerintah mengaspal jalan yang menghubungkan empat desa yang antara lain, yakni Desa Limau Manis, Desa sSekayan, Desa Sekara dan Desa Keritang. Kecamatan kemuning, kabupaten indragiri hilir.



Demikian penjelasan Jalan berstatus jalan kabupaten yang menghubungkan empat desa sepanjang ± 25 kilometer didominasi crocos bercampur tanah diterangkan bahwa kondisinya itu.

 

“Kami masyarakat sangat mengharapkan agar pemerintah kabupaten Inhil segera melakukan pengaspalan jalan yang disampaikan ini,” harap Zaina (50).

Diterangkan Zaini "pembukaan jalan terobosan yang dibuat oleh pemda, dari desa limau manis menuju desa keritang, itu sekitar tahun 90 an, dan hanya sampai di perbatasan dusun tenang dengan dusun tua (sekarang perbatasan antara desa sekayan dengan desa keritang-red), kemudian dari dusun tua menuju jalan lintas timur desa keritang, itu di buka oleh perusahaan loging yang dulu beroperasi di dusun lemang desa keritang,” tutur beliau ke awak media, jumat (21/09).

Kepala Desa Limau manis, Hermansyah, ketika di komfirmasi awak media menyebutkan, "Pekerjaan penimbunan crocos jalan pintas menuju desa keritang itu sudah lama sekali, bahkan sudah beberapa kali dilakukan penimbunan dengan cara swadaya masyarakat, jadi sudah sewajarnya kalau pemerintah kabupaten memperhatikan jalan ini untuk segera dilakukan pengaspalan," harap Tokoh Masyarakat ini.

Hal senada juga ditambahkan Sekdes Desa Sekara, Saplin menuturkan. "Kami sebagai pemerintahan desa tidak bisa berbuat banyak, sebab status jalan tersebut adalah wewenang kabupaten. Selain kondisi jalan yang sudah rusak dan berlobang disana-sini, juga ada beberapa jembatan dan box cuvert yang keadaannya sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan keselamatan bagi pengguna jalan,” ungkapnya.

Jumadi (39), kepala Dusun Tenang desa Sekayan mengatakan, "jalan tersebut merupakan satu-satunya akses transportasi warga untuk mengangkut hasil perkebunan. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi jalan pintas bagi warga desa limau manis maupun desa sekara yang akan menuju jalan lintas timur desa keritang, dan juga sebaliknya, jalan pintas bagi warga desa sekayan maupun warga desa sekara, yang akan menuju desa limau manis maupun ke kantor camat yang ada di kelurahan selensen, termasuk anak-anak sekolah yang akan menuntut ilmu, baik yang ke kelurahan selensen, maupun yang ke desa keritang," ujar pak kadus Tenang kepada awak media, jumat (21/09)

"Kondisi jalan tersebut berupa jalan tanah bercampur dengan sedikit tanah crocos, yang apabila diguyur hujan, maka jalan akan menjadi becek dan sangat licin, sedangkan kalau tiga hari saja terkena cuaca panas, maka jalan akan diselimuti dengan pekatnya debu, sehingga akan ber akibat buruk bagi kondisi kesehatan warga,"

“Harapan kami jalan tersebut dapat segera ditingkatkan dari jalan tanah crocos ke jalan aspal, serta menjadi prioritas ditahun ini, sebab sudah sekian tahun belum tersentuh oleh pemerintah,” pungkasnya. (Alv)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved