Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Hasil Bupati HM.Harris Membangun Pelalawan
Yuliandri: Pariwisata Pelalawan Telah Menyapa Wisatawan Lokal dan Manca Negara

Pimred Ungkap R
Sabtu, 13 Okt 2018 | dilihat: 3424 kali

PELALAWAN. ungkapriau.com- Keberhasilan Bupati Pelalawan, HM.Harris dalam mengembangkan daerah yang didalamnya terdapat sejumlah potensi pariwisata. Kini daerah tersebut menjadi tempat kunjungan wisatawan lokal dan para turis-turis manca negara.

 

Mengapa daerah pelalawan ini menjadi pilihan bagi wisatawan manca negara?. Dikarenakan daerah itu, memiliki beberapa pariwisata yang berhasil di kembangkan oleh Bupati Harris sejak dirinya memimpin Kabupaten Pelalawan dua periode secara berturut-turut.

 

Pariwisata di pelalawan yang berhasil dikembangkan pemerintah daerah kabupaten pelalawan, yakni Wisata BONO yang terletak di wilayah Kecamatan Teluk Meranti dan Danau Tadjwid yang terletak di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan-Riau.

 

Selain wisata Bono dan Danau Tadjwid yang berhasil dikembangkan oleh Bupati Harris dan juga masih banya parieisata lainnya yang sedang dibangu promosinya melalui realisasi beberapa program startegis yang menjanjikan menuju Inovasi Pelalawan Emas.

 

Demikian keberhasilan pembangunan pelalawan ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pelalawan, Yuliandri S.Kom di ruang kerjanya dikawasan perkantoran bhakti parja Kecamatan Pangkalan Kerinci,  Kamis (11/10/2018).

 

Dikatakan Yukiandri, “sejumlah pariwisata berhasi dikembangkan pemerintah Kabupaten Pelalawan sejak Bupati HM.Harris memimpin daerah ini. Secara perlahan bukti karyanyata sang mantan Ketua Adkasi ini dikenal dan menyapa Dunia internasional khususnya di sektor pariwisata,” jelasnya.

 

Lebih lanjut mantan Kepala Badan Kepegawaian Pelalawan ini memaparkan tentang sejumlah program startegis Bupati Harris diluar pengembangan potensi wisata yang sedang gencar-gencarnya direalisasikan oleh Pemda Pelalawan (OPD) untuk mengejar target Inovasi Pelalawan Emas.

 

Program yang sedang gencar-gencar itu yakni Program Pelalawan Sehat di bidan Dinas Kesehatan. Program ini mulai dicanangkan sejak tahun 2010. Tujuannya, sebagai upaya menciptakan kondisi sehat di daerah ini yang dimulai dari sehat lingkungan dan kemudian mewujudkan sehat individual penduduk.

 

“Gerakan Pelalawan Sehat ini diselenggarakan dengan memperkuat prakarsa masyarakat dan menghidupkan secara menerus budaya gotong royong dalam membersihkan lingkungan pemukiman,” jelasnya.

2. Program Pelalawan Cerdas yang saat ini juga sudah berjalan sebagaimana harapan masyarakat dalam upaya Pemerintah Daerah memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

 

Program pendidikan ini dilaksanakan secara lebih fokus dan terarah guna menekan angka putus sekolah serta meningkatkan angka partisipasi murni semua jenjang pendidikan. Sehingga dengan begitu, rata-rata lama sekolah penduduk di Kabupaten Pelalawan akan meningkat.

3. Pelalawan Terang Program Pelalawan Terang sendiri merupakan upaya Pemerintah Daerah yang memfokuskan peningkatan elektrifikasi rumah tangga. Yang kemudian pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat.

4. Pelalawan Lancar dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPID) merupakan salah satu upaya perkuatan dan perluasan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yang selama ini telah secara rutin dilaksanakan. Perkuatan dan perluasan tersebut menyangkut pembangunan dan peningkatan jalan guna memperlancar arus orang dan arus barang di Kabupaten Pelalawan.



5. Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan Program intensifikasi padi di Kuala Kampar merupakan wujud dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menciptakan Ketahanan Pangan secara nasional. Kuala Kampar sebagai lumbung pangan di daerah ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan dengan pola tanam dua kali setahun. Dan saat ini, produksi beras kita sudah mencapai 42 ribu ton, dan ditargetkan pada tahun 2016 nanti menjadi 61 ribu ton.

6. Pengembangan Objek Wisata Bono. Pengembangan objek wisata di Pelalawan dengan menjadikan bono sebagai ikon utama, di samping objek-objek pendukung lainnya seperti Istana Sayap di Pelalawan, Tugu Equator di Pangkalan Lesung, Pusat Budaya Petalangan di Betung, Taman Nasional Tesso Nilo di Ukui dan lain-lain serta kekayaan budaya dan daya tarik alam, terus dikelola guna memenuhi target menjadi 20 besar objek wisata nasional dan 200 besar dunia.

Saat ini, beberapa dokumen perencanaan telah disiapkan dan aktivitas promosi terus dilancarkan. Soalnya, promosi merupakan upaya utama yang dilakukan saat ini agar bono dikenal lebih luas. Dengan demikian investor dapat melirik kelebihannya dan tertarik untuk berinvestasi.

Di samping itu, berdasarkan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah, Pemkab Pelalawan juga secara bertahap melakukan penanganan infrastruktur, menggelar iven seni dan budaya guna menambah daya tarik pengunjung, dan tentu saja menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri, sehingga daerah ini memang layak menjadi tujuan kunjungan wisatawan.

Berbagai iven promosi tingkat nasional dengan menggelar berbagai kegiatan antara lain Tampilan Seni Budaya Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, Lomba Mancing Mania, Lomba Berselancar yang dibagi dalam kategori lokal dan kategori nasional, serta Lomba Fotografi. Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam satu acara bertajuk 'Festival Bekudo Bono'.

Upaya promosi dan pengelolaan yang dilakukan Pemkab saat ini telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Pusat dengan diberikannya penghargaan Citra Pesona Award 2013 sebagai Peringkat 10 pengelolaan objek wisata di Indonesia.

7. Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan. Di sisi lain, Kabupaten Pelalawan kini telah ditetapkan dan telah divalidasi menjadi Kawasan Perhatian Investasi ke-24 di Koridor Ekonomi Sumatera dengan proyek utamanya Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan.

Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan suatu kawasan industri yang terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset sebagai pendorong inovasi, dan ini dibangun atas dukungan investasi swasta dan Pemerintah. Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan mewadahi pencapaian visi MP3EI 2011-2025 sekaligus merealisasikan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan 2011-2016.

Konsep Kawasan Teknopolitan Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset.

Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

Bupati pelalawan HM.harris mengakui bahwa saat ini, kebutuhan pembangunan di masyarakat terus berkembang dan beragam, begitu juga dengan permasalahan yang dihadapi semakin kompleks. Oleh karena itu, selaku Bupati Pelalawan dirinya mengajak seluruh elemen, untuk secara bersama-sama memperkuat dan mempeluas partisipasi dalam memajukan Kabupaten Pelalawan ini. Pasalnya, kemajuan program pembangunan yang dijalankan selama ini tentu akan lebih maksimal dengan dukungan masyarakat dan dunia usaha.

"Pemerintah Daerah tidak akan bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan target-target tersebut tanpa dukungan masyarakat. Demikian pula bahwa pencapaian kemandirian, pencapaian kesejahteraan masyarakat dan pencapaian kemajuan daerah tidak akan dapat terwujud jika hanya mengandalkan kemampuan Pemerintah Daerah tanpa dukungan dunia usaha. Kita mengakui keberadaan perusahaan, industri dan dunia usaha di Kabupaten Pelalawan telah menyumbangkan hampir 80 persen PDRB dan menggerakkan ekonomi serta menyediakan lapangan kerja,” jelasnya.

Atas komitmen Pemkab dalam mengelola inovasi administrasi negara, Lembaga Administrasi Negara RI akan memberikan penghargaan kepada Bupati Pelalawan 30 Oktober mendatang.

Sektor pertanian semakin berhasil meningjatkan produksi dan produktifitas padi,peternakan, perikanan dan perkebunan.

Sektor pariwisata terus dilakukan pembenahan dan pembangunan sarana dan prasarana Wisata BONO dan Objek ekowisata Danau Tajwid. Jumlah wisatawan semakin meningkat bahkan event wisata festival bekudo bono masuk kalender wisata nasional yang digelar setiap bulan november 2018," kata Bupati ini melalui Kadis Budparpora Pelalawan.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan pendiri Kabupaten Pelalawan saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa yang di gelar DPRD pelalawan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pelalawan yang Ke-19 tanggal 12 oktober Tahun 2018, H.Rustam Effendi dan Prof.Detri Karya berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya sasarannya secara nasional akan tetapi secara internasional.


“Memberikan pelayanan kepada masyarakat sama seperti mempromosikan wisata bono dan kawasan tekhno park yang akan menjadi kebanggaan serta warisan bagi generasi pelalawan muda kedepannya, serta pentingnya menjaga kondusifitas daerah, persatuan dan kesatuan serta hindari pertikaian antar sesama mengingat masyarakat yang heterogen dengan kemajemukan suku, agama dan ras yang berdomisili di Kabupaten Pelalawan ini,” harapnya.

Dalam rangkaian kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga memberikan penghargaan kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi RI (BPPT RI) atas dedikasi dan pemikirannya dalam pendampingan pembangunan di Kabupaten Pelalawan. Begitu juga menyerahkan berbagai penghargaan bagi para tokoh pendiri Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan terkait pembangunan. (ADV/Yulianus)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved