Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kondisi Jalan & Jembatan Memprihatinkan
Kades Mumpa Menilai Pemda Inhil Tidak Responsif Pembangunan Daerah

Staf redaksi UR
Rabu, 19 Jun 2019 | dilihat: 1041 kali
Foto: Doc foto Jalan dan Jembatan di Desa Mumpa Kec. Tempuling Indragiri Hilir yang sangt dikeluhkan masyarakat terkait kondisinya yang sangat memprihatinkan

INHIL, Ungkapriau.com- Kepala Desa Mumpa Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumrani Mustafa, mengaku prihatin dengan kondisi Jalan dan Jembatan yang sampai detik ini belum ada perbaikan dari Pemerintah daerah maupun dari Pemprov Riau.

 

"Kondisi jalan di Desa Mumpa ini, benar-benar suatu keluhan utama bagi masyarakat karena kondisinya yang sungguh memprihatinkan," jelas Kades Mumpa kepada media ini, Rabu (19/6/2019)

 

Kepada media ini juga Kades Mumpa, Jumrani Mustafa mengatakan, semenjak dirinya dilantik 2015 lalu, permohonannya kepada pemerintah sudah disampikan agar jalan tersebut diaspal dan jembatannya diperbaiki karena sudah amburuk dan nyaris putus. Namun permohonan itu,  sepertinya tidak dihiraukan, sehingga masyarakat menilai pemerintah kurang responsif pembagunn daerah. 

 

"Benar, bila Jalan ini serta jembatannya terus dibiarkan, akan dikhawatirkan. Bukan tidak mungkin akan memakan korban jika tidak ekstra hati-hati saat melintasinya," jelasnya.  

 

Lebih terang Kepala Desa ini menjelaskan bahwa Jalan tersebut merupakan skala Provinsi, setelah saya dilantik pada 30 Desember 2015, sampai saat ini, sudah berulang kali memohon ke Dinas Provinsi namun belum ada bantuan untuk perbaikan jalan akses masyarakat ini.

 

Sudah-kah "Sejak saya dilantik menjadi Kades mengajukan permohonan perbaikan dn pengaspalan. Jalan ini merupakan akses utama untuk menuju ke provinsi. Bahkan, melewati tiga desa sekaligus, diantaranya Desa Mumpa, Desa Kiambang dan Desa Pekan Neran Kabupaten Indragiri Hulu, Luar," papar dia.

 

Jumrani menjelaskan, diperkirakan lebarnya 5 meter, dan panjangnya 6 Km yang mengalami kerusakan. "Kami berharap, mohon sekiranya jalan ini diaspal, sebab kalau di musim hujan sangat licin," terangnya.

 

Selain itu, sambung Jumrani, bila masuk musim kemarau, pengguna jalan dan masyarakat sekitar terpaksa harus menghirup debu bila tidak menggunakan masker.  

 

Sebagai Kepala Desa, Jumrani mengaku siap bila sewaktu-waktu dipanggil untuk membahas pembangunan jalan ini kepada awak Media, Jumrani juga meminta supaya nomor telephonnya dicantumkan dalam berita, ia berharap ada orang yang bisa menyambungkan ke Dinas Provinsi terkait keluhan jalan ini.

 

Berikut nomor telephone Kepala Desa Mumpa, Jamrani Mustafa 0823 8333 3213  (Pencantuman nomor ini atas permintaan yang bersangkutan).

 

Hariyadi, warga yang tinggal di dekat jalan turut mengeluh. Tidak hanya soal jalan, Haryadi juga menyinggung dua jembatan yang patah dan kayunya telah kocar kacir. Diantaranya jembatan Dusun Karya Maju Parit Ambajang dan Dusun Sungai Putri Parit kajang.  

 

"Jembatan sifatnya untuk penyebrangan, kalau tidak diperbaiki tentu bagaimana menyebrang ? Dalam kurun waktu 2018 dan 2019 ini salalu kami lakukan gotong royong, dengan dana swadaya," ujar Haryadi mengeluh.

 

Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Indragiri Hilir, R Enta Netriawan S menyampaikan bahwa jalan yang dikeluhkan masyarakat tersebut merupakan jalan provinsi. Jadi, bukan kewenangan kabupaten.

 

Meski demikian, Enta mengaku tidak tinggal diam, bila berkaitan dengan infrastruktur, Pemkab Inhil akan terus berupaya membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi. Menurutnya, perbaikan infrastruktur sudah menjadi kewajiban Pemkab Inhil untuk Indragiri Hilir yang lebih baik. (Rhama M)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved