Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Wakil Bupati Pelalawan
Drs. H. Zardewan Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019

Redaksi Yulianu
Rabu, 23 Okt 2019 | dilihat: 947 kali

PELALAWAN, Ungkapriau.com- Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan, Drs. H. Zardewan MM, bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dilapangan Upacara Kantor Bupati Pelalawan, Selasa (22/10/2019).

 

Dalam memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ini, Wakil Bupati Pelalawan, Drs. H. Zardewan, MM, terlihat tampil beda dari penampilan sebelumnya karena memakai dan berpakaian santri dengan kain sarungnya dan begitu juga pengibar bendera, peserta upacara, dan pejabat yang hadir dalam kegiatan upacara yang  berseragam khas santri.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Pelalawan, Adi Sukemi, Sekda Tengku Mukhlis, Forkompinda Pelalawan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kemenang Pelalawan H.M.Rais, Ketua MUI Pelalawan, Iswadi H.M.Yazid, Perwakilan Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pelalawan, peserta upacara dari pondok pesantren se-Kabupaten Pelalawan.

 

Pelaksanaan upacara di awali dengan pembacaan ikrar santri dan selanjutnya Wabup H.Zardewan membacakan sambutan Sekretaris Jenderal Menteri Agama Republik Indonesia M Nur Kholis Setiawan.

 

M.

Nur Kholis Setiawan dalam sambutannya menyebut dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan tanggal 22 Oktober itu merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1945.

 

"Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik yang dikenal dengan peristiwa 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan," kata Zardewan.

 

Mantan Sekda Kabupaten Pelalawan ini juga menambahkan bahwa tema peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019, adalah santri indonesia untuk perdamaian dunia, sehingga Issu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren sebagai laboratorium perdamaian.

 

Dalam ulasannya, Wakil Bupati Pelalawan, Drs. H. Zardewan MM, menyampaikan bahwa Pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.

 

"Semangat ajaran Islam inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia," ucapnya.

 

Peserta upacara berasal dari berbagai pondok pesantren diantaranya Pondok Pesantren Darul Huda Ukui, Pondok Pesantren Hidayatul Maarifiyah, Pondok Pesantren Al Hidayah, Pondok Pesantren An Najmah Riau, Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Pondok Pesantren Ali Rohman,  Pondok Pesantren Al Muslimun, dan Pondok Pesantren Amanatul Huda.***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved