PELALAWAN, Ungkapriau.com- Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan, H.T.Mazrun,SH, menyebut program Inseminasi Buatan (IB) ternak secara rutin dilaksanakan guna meningkatkan kesehatan dan populasi ternak di Kabupaten Pelalawan.
Demikian pelaksanaan program rutinitas Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan ini dijelaskan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan melalui Kepala Bidan Peternakan dan Kesehatan Hewan, Asmedi Amri, kepada media ini diruang kerjanya, Rabu (02/9/2020).
Dijelaskannya, Program Inseminasi Buatan (IB) ini sudah berjalan baik dilakukan secara rutin di 12 Kecamatan di seluruh daerah Kabupaten Pelalawan.
Asmedi Amri. Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak ini, merupakan program dinas perkebunan dan peternakan yang dilaksanakan secara rutin oleh bidang Unit Pelaksana Inseminasi Buatan (UNLIB) Disbunnak Kabupaten Pelalawan.
"Ya, program inseminasi buatan ternak ini juga, bisa dilakukan pada jenis peternakan hewan lainnya seperti Sapi, Kerbau dan Kambing. Namun yang difokuskan pelaksanan Program IB ini pada Ternak Sapi saja," jelas Asmedi Amri.
Kepada media ini, Asmedi Amri menerangkan terkait guna manfaat program Inseminasi Buatan ternak tersebut. "Manfaat IB ini yaitu meningkatkan mutu genetik Ternak yang formen keturunanya lebih berkualitas dan juga menghemat penggunaan penjatan reproduksi, mencegah penularan penyakit, memudahkan management pengelolaan ternak dan meningkatkan kualitas verforment ternak," ungkapnya.
| Baca juga: | |
| Polri: Pasca Bentrokan, Makassar Sudah Kondusif | |
| Tito Karnavian Berikan Kiat Peningkatan Kepercayaan Publik | |
| Lulusan SMK Pelayaran Pekanbaru Mendapat Kesempatan Jadi Polisi Air | |
Asmedi Amri menjelaskan bahwa kegiatan IB ini telah dilakukan di 12 Kecamatan Se Kabupaten Pelalawan yang secara rutin dilaksanakan di Kec. Pkl Kuras, Kec. Ukui, Kec. Kerumutan, Kec. Teluk Meranti dan Kec. Pkl kerinci.
Kemudian, ada beberapa kecamatan yang kurang aktif seperti Kec.Langgam, Kec. Bunut, dan Kec. Bandar Seikijang karena berbagai macam faktor seperti disebabkan pola pemeliharaan ternak secara ektensif.
Contoh Ektensif yang maksud seperti di Kec. Langgam kemudian Kecamata Bunut kurang aktif dikarenakan kurangnya populasi Ternak Sapi di kecamatan tersebut.
Untuk tingkat Proviinsi Riau untuk tingkat kabupaten pelalawan menurut penilaian dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau termasuk yang berhasil. "Benar, Hal ini dibuktikan dengan pemberian sertifikat terbaik II tingkat Provinsi Riau dalam pelaksanaan program IB ini," ujarnya mengakhiri. (Yul)
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















