Perusahaan tambang emas PT. Agincourt Resources (PT. AR) diminta agar memperkerjakan masyarakat setempat, terlebih lagi mengingat tingginya angka pengangguran dilingkungan daerah itu.
Perusahaan milik Investor Australia berlogo G-Resouces Martabe itu berbatasan dengan sejumlah desa, yaitu desa Aek Pining, desa Sumuran, Desa Wek I, II, III, IV, Batang Toru dan Tapanuli Selatan.
Meskipun angka pengangguran didaerah tersebut cukup tinggi, akan tetapi PT. AR merekrut tenaga kerja dari luar daerah untuk dijadikan karyawan diperusahaan tersebut.
Demikian disampaikan Surya, selaku tokoh masyarakat yang ada di Desa Aek Pining kepada ungkapriau.com (urc), Selasa (24/3), di kediamannya.
Menurutnya, PT. AR sudah lebih lima tahun telah berdiri dan beroperasi dibidangnya, namun tenaga kerja yang dijadikan karyawan diperusahaan itu diambil dari luar daerah. Berdasarkan hal itu, perusahaan yang dipimpin oleh seorang Investor berkebangsaan Australia ini dinilai tidak memperdulikan kesejahteraan masyarakat setempat, karena mengingat sulitnya mencari lapangan pekarjaan didaerah tersebut.
“Selaku tokoh masyarakat saya sangat kesal atas sikap pihak PT. AR yang tidak memperdayakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerjanya. Hal sedemikian diduga karena tidak adanya koordinasi antara perangkat desa maupun pemerintah daerah kepada perusahaan, sehingga tidak ada perhatian serius dari pihak perusahaan”, jelasnya.
Lebih lanjut Surya mengatakan, “karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan, angka kriminalitas didaerah ini kian meningkat, dan seandainya PT. AR menerima warga setempat menjadi karyawan, tentunya angka kriminalitas didaerah ini akan menurun karena masyarakat telah memiliki kesibukan untuk bekerja”.
“Sampai saat ini masyarakat tidak mengetahui secara pasti dan jelas alasan perusahaan tambang emas ini tidak menerima karyawan dari masyarakat setempat. Namun, kami meminta kepada pihak perusahaan agar menerima karyawan dari daerah ini. Sehubungan dengan hal ini diharapkan kepada pemerintah daerah dan perangkat desa agar segera melakukan koordinasi kepada PT. AR, guna mencari solusi meminimalisir angka pengangguran yang ada didaerah ini”, tutupnya.
Ketika persoalan tersebut hendak dikonfirmasikan oleh urc kepada pihak PT. AR dilain waktu pada hari itu juga, namun pihak yang bersangkutan sedang tidak ditempat sampai hingga berita ini dipublikasikan. (Halomoan)
| Sokhiatulo Laia dan Yusuf Nache Hadiri Paripurna Penyepakatan Ranwal RPJMD 2025-2029 | |
| Sokhiatulo Laia Sambut Baik Kunjungan Kerja Anggota DPD-RI Di Nias Selatan | |
| Dewan Pers Tegaskan HCB Tak Punya Legal Standing Lagi | |
| Dr. ST Burhanuddin Akan Tindak Jaksa Main Proyek | |
| H.Zulmansyah Sekedang: PWI Tetap Satu, Kisruh Berawal Dari Kasus Cash Back | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |













