Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Giat Peduli Lingkungan Hidup,
Amiruddin Yusuf: MSM Tidak Ada Kapasitas Membuat Bantahan

Yulianus Halawa
Selasa, 21 Feb 2023 02:25 WIB | dilihat: 19756 kali
Foto: Humas Giat Peduli Lingkungan Hidup (GPL), Amiruddin Yusuf yang turut angkat bicara terkait dugaan Gas Bocor Chemical APR PT. RAPP Minggu Pagi 19 Februari 2023

Pelalawan (ungkapriau.com)- Adanya puluhan tenaga kerja PT. MSM, PT. GTU dan PT. PMB yang mengalami keracunan pernafasan atas dugaan Gas Bocor pada Minggu pagi, 19 Februari 2023. PT. RAPP memilih bungkam dalam konfirmasi wartawan.

Pasalnya, ketika kasus ini ditanyakan kepada Eric (Humas PT. RAPP) pada 21 Februari 2023. Namun Eric hanya mengirimkan batahan PT. MSM yang direkam salah seorang pengelola Yutub di pangkalan kerinci.

Pagi bang, "Ini bantahan PT. MSM terkait dugaan bocornya Gas Chemical Pabrik PT. RAPP itu," jawabnya.

Kepada Eric disingung tentang legal stending pimpinan PT. MSM yang membuat 'Bantahan' bahwa menyimpulkan tidak adanya kejadian Gas Bocor.?

Kemudian, apa dasar MSM membantah bahwa tidak ada Gas bocor. Sebab, bantahan ini perlu dipertanyakan karena PT. MSM bukanlah seorang ahli kimia yang di perbantukan pemerintah dalam mengawasi dan menguji baku mutu Chemical di perusahan itu.

Anehnya, rangkaian pertanyaan Media ini, tidak dijawab oleh pihak Humas PT. RAPP. 

Sementara itu, PT. GTU yang puluhan tenaga kerjanya mengalami penyakit yang sama dengan tenaga kerja PT. MSM dan tidak ada memberikan bantahan seperti yang dilakukan MSM.

Ini sangat aneh, insiden ini, dinilai ditutup-tutupi oleh management PT. RAPP. Padahal, 32 orang tenaga kerja yang diduga mengalami keracunan pernafasan ketika itu dan sampai detik ini, belum ada penjelasan resmi pemerintah maupun dari management PT. RAP tentang penyebab penyakit itu.

Secara terpisah Humas Giat Peduli Lingkungan (GPL) yang dikonfirmasi terkait insiden dugaan gas bocor di Pabrik APR PT. Amiruddin Yusuf sangat sayangkan hal itu. PT. RAPP dinilai tidak transparan atas kejadian itu.

"Harapan kita, meminta Mentri Lingkungan hidup untuk turun langsung meninjau pengelolaan limbah berbahaya di Pabrik APR PT. RAPP," pintanya Amir.

Amir juga menyebutkan bahwa pihaknya dari GPL Pelalawan sudah tidak percaya dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan. Alasannya, karena berkali-kali melaporkan kejadi-kejadian serupa. Namun hasilnya tidak memuaskan.***

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved