Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
5 Tahun Kepemimpinan HM. Harris
H. Syafruddin Kamal MM. Banggakan 7 Program Unggul Pelalawan

Redaksi
Rabu, 25 Nop 2015 | dilihat: 2632 kali
Foto: H. Syafruddin Kamal MM, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan.

UNGKAP RIAU, PELALAWAN - Walaupun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Syafruddin Kamal MM, terhitung 6 Bulan berjalan sejak dia diamanahkan memimpin Satker Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan. Namun Kepala Dinas Pendidikan ini sangat bangga dengan Kepemimpinan Bupati Pelalawan, H.M.Harris.

"Baru 6 Bulan berjalan saya bertugas di daerah Kabupaten Pelalawan ini dan begitu bangga dengan Kepemimpinan H.M.Harris yang memiliki ide serta pola pikir yang baik untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Pelalawan," kata Syafruddin Kamal MM dalam serimonialnya kepada UNGKAP RIAU di Rumah Dinasnya di Kawasan perkantoran Bakti Praja Pkl. kerinci, Rabu (25/11).

Syafruddi Kamal MM, kebanggaannya terhadap kepemimpinan Bupati Pelalawan (H.M.Harris) karena dia memiliki ide serta polapikir cemerlang dalam membangun Kabupaten Pelalawan yang 100 persen bisa mewujudkan visi misi pada tahun 2030 mendatang.

"Dari ide yang cemerlang Bupati Harris itu. Ciptakan 7 program strategis yakni Pelalawan Sehat, Program Pelalawan Terang, Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK), Program Ketahanan Pangan dan Perkebunan, Pengembangan Obyek Wisata Bono dan Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan," katanya.

Menurutnya, 7 program unggul Harris ini merupakan ide yang cemerlang dalam memajukan pembangunan Kabupaten Pelalawan dan bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Pelalawan 2030. Walaupun diantara program unggul Bupati Pelalawan ini sudah berjalan baik dan dinikmati oleh seluruh penduduk Kabupaten Pelalawan, namun dalam momen Pilkada serentak 9 Desember 2015 ini, ada segelintir kubu yang politisi.

Program Pemda Pelalawan yang dipolitisi dalam momen Pilkada ini yaitu Program Pendidikan Gratis, sebab menurut segelintir yang mempermasalahkan itu, Pemerintah masih bebankan orang tua murid biaya perlengkapa seragam siswa/I saat penerimaan murid baru di Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan. Padahal, semestinya masyarakat tahu bahwa pendidikan gratis itu bukan baju seragamnya melainkan SPP, buku dan tidak dipungut biaya pendaftaran dan sebagainya.

"Kalau baju seragam siswa/I merupakan tanggung jawab yang punya anak (Orang tua murid)," kata kadisdik seraya menjawab pertanyaan masyarakat Pelalawan dalam persoalan Program pendidikan gratis.

Bila masyarakat kita merenungkan dijaman-jaman dahulu kala. Biaya pendidikan dimanapun daerah, merupakan keluhan utama rakyat Indonesia adalah tentang biaya pendidikan. Dan anehnya, setelah Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan H.M.Harris menciptakan Program Pendidikan Gratis (Wajib belajar 12 tahun) masih juga ada yang tidak puas dengan program itu. Padahal, seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan sudah merasakannya bahwa saat ini biaya pendidikan bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan, terlebih oleh masyarakat yang ekonominya terbilang pas-pasan.

"Keluhan biaya pendidikan tersebut sudah terjawab dengan diselenggarakannya Program Pendidikan Gratis oleh pemerintah dan telah diberlakukan diseluruh SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Negeri didaeraha Kabupaten Pelalawan," jelasnya.

Lebih lanjut Kadisdik menerangkan bahwa Pendidikan Gratis yang dilaksanakan di daerah ini, bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, peserta didik/calon murid, maupun orang tua/wali peserta didik. Hal itu dianggap masyarakat yang perekonomiannya menengah kebawah sebagai bantuan yang sangat membantu.

Namun di daerah ini ada masyarakat yang beranggapan Pendidikan Gratis, program dari pemerintah itu berarti menggratiskan semua biaya dari awal murid masuk hingga lulus dan termasuk biaya perlengkapan siswa.

"Pendidikan gratis adalah merupakan sebuah kebijakan pemerintah Perlalawan yang andil dimana siswa tidak lagi dibebankan dengan bermacam-macam biaya, mulai dari uang pangkal, uang sekolah, uang komite, buku penunjang utama dan biaya operasional lainnya, dengan kata lain biaya operasionalnya ditanggung pemerintah," katanya.

Syafruddin menjelaskan bahwa, Pendidikan Gratis bukan berarti semua biaya pendidikan dan kebutuhan peserta didik ditiadakan atau digratiskan, akan tetapi ada bagian-bagian tertentu yang memang harus ditanggung oleh orang tua peserta didik/calon murid.

"Memang gratis, tapi bukan seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah, ada juga yang memang menjadi tanggungan orang tua. Misalnya uang pembuatan baju seragam. Terkecuali pada masyarakat yang perekonomiannya rendah dan tergolong dalam kategori miskin atau tidak mampu," sambungnya.

Kepala dinas Pendidikan menyadari, timbulnya anggapan yang menyimpang dari masyarakat tentang pengertian Pendidikan Gratis ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan hal itu."Kita maklumi jika ada masyarakat beranggapan demikian. Itu wajar terjadi, karena mungkin ada diantara mereka (masyarakat) yang hanya tau nama programnya saja dan tidak mengerti ketentuan programnya. Mungkin juga hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi kepada mereka seputar program ini," lanjutnya.

Lebih jauh Kepala dinas Pendidikan itu menyampaikan, ini adalah suatu bentuk kepedulian dan rasa perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Bentuk kepedulian lainnya dari Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan adalah dengan memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program Pelalawan Cerdas.

Tidak dengan itu saja, selain program Pelalawan Cerdas masih ada enam program lainnya yaitu, Program Pelalawan Sehat yang mena program ini sebagai upaya kondisi sehat didaerah Kab.Pelalawan yang dimulai dari sehat lingkungan dan kemudian mewujudkan sehat individual penduduk.

Lampu merupakan suatu penerang yang sangat dibutuhkan oleh siapapun, terlebih dimalam hari dan terasa tidak nyaman apabila tiada penerang. Lagi-lagi Pemda Pelalawan memiliki Program Pelalawan Terang yang merupakan upaya Pemerintah Daerah yang memfokuskan peningkatan elektrifikasi rumah tangga.

Program Pelalawan Lancar dan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK). Program Pelalawan Lancar merupakan salah satu upaya perkuatan dan perluasan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan, seperti pembangunan dan peningkatan jalan guna memperlancar lalu lintas orang maupun barang di kab.Pelalawan.

Program intensifikasi padi di Kuala Kampar juga wujud kepedulian PemerintahKabupaten Pelalawan dalam menciptakan Ketahanan Pangan secara Nasional. Dapat dilihat Kuala Kampar sebagai lumbung pangan dan memiliki potensi untuk terus di kembangkan serta ditingkatkan dengan pola tanam dua kali setahun.

Selebihnya adalah Pengembangan Objek Wisata Bono dan Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan. Pengembangan objek wisata dipelalawan menjadikan Bono sebagai ikon utama serta didukung oleh objek wisata lainnya dan dikelola untuk memenuhi target menjadi 20 besar objek wisata nasional dan peringkat 200 besar dunia.

Sedangkan Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan merupakan pembangunan kawasan yang merupakan suatu kawasan industri terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset juga sebagai pendorong inovasi. Pembangunan tersebut merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan untuk pencapaian visi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 dan sekaligus merealisasikan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Daerah Menengah (RPJMD) Kab. Pelalawan 2011-2016.

Tujuh program itulah yang menjadi program prioritas Bupati Pelalawan H.M.HARRIS dalam kepemimpinannya untuk membangun Kabupaten Pelalawan yang lebih maju.

Menurut H.Syafruddin Kamal MM, "dengan adanya program-progam ini patutnya masyarakat harus sangat bersukur, karena kebijakan-kebijakan pemerintah ini sudah dapat diterima dan dirasakan langsung oleh masyarakat," tutupnya. Y01/Abdul



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved