Indragiri Hulu (ungkapriau.com)- Mahasiswi KKN TEMATIK ITB Indragiri Desa Kelawat Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri hulu Propinsi Riau, berinovasi dalam pengelolaan sampah dengan mengubah plastik bekas menjadi ekobrik. Hasilnya, ikon desa bertuliskan “KELAWAT” berhasil dibuat, tidak hanya sebagai simbol estetika, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengolah sampah agar lebih bernilai.
Program ini, lahir dari pengamatan mahasiswi KKN terhadap banyaknya sampah plastik yang berserakan di pinggir jalan sekitar Desa Kelawat. Terinspirasi dari kondisi tersebut, mereka berinisiatif untuk mengubah sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan memanfaatkan konsep Ekobrik botol plastik yang diisi dengan sampah anorganik-mereka membangun ikon desa yang ramah lingkungan dan edukatif.
Pembuatan ikon desa “KELAWAT” dilakukan di depan lapangan bola setelah Kantor Camat Sungai Lala. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama anak-anak dari TK, SD, dan SMP yang dengan antusias mengumpulkan sampah dan membantu mengisi botol ekobrik.
Sebelum pelaksanaan, mahasiswi KKN mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah dan komunitas warga untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengumpulkan sampah plastik dan botol ekobrik yang nantinya akan diolah lebih lanjut.
Pembuatan ikon desa melalui beberapa tahapan, yaitu:
Botol plastik Minerale
Sampah plastik, kain perca, kardus.
Langkah-langkah:
1. Membersihkan dan mengeringkan botol plastik.
2. Memotong sampah menjadi bagian kecil.
3.
Memasukkan sampah ke dalam botol dan memadatkannya.4. Total botol ekobrik yang berhasil dibuat sekitar 440 botol.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Kelawat. Salah seorang Ibu Surti Sabtu 29 Maret 2025
"menyampaikan rasa terima kasih dan doa kepada mahasiswi KKN atas kontribusi mereka. Beberapa ungkapan nya.
“Semoga kalian menjadi orang-orang sukses ke depannya. Terima kasih sudah memberikan hadiah terbaik bagi desa kami.”
“Terima kasih, ananda semuanya, sudah memberikan yang terbaik dan berbagi ilmu kepada anak didik kami. Doa ibu, semoga kalian sukses, sehat, dan bahagia.”tutup nya.
Meskipun mayoritas warga berpartisipasi dalam pengumpulan sampah dan pengisian botol ekobrik, pengerjaan di lapangan dilakukan sepenuhnya oleh tim KKN. Harapan mereka, ikon desa ini dapat dirawat dengan baik dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai.
Program ini dilaksanakan oleh 14 mahasiswi KKN TENATIK ITB Indragiri 2025 dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perangkat desa, ketua pemuda, warga desa, serta guru-guru dan siswa dari sekolah setempat. Ibu-ibu PKK dan masyarakat juga turut berpartisipasi dalam pengumpulan sampah dan botol ekobrik," jelas salah seorang mahasiswa. (Asnan)
| Anggota DPRD Riau dan BEM ITB Indragiri Lakukan Pengembangan Pembibitan Kelapa Sawit di Inhu | |
| Warga Desa Sei.Beras Inhu Minta APH Audit Dana Desa | |
| Ade Agus Hartanto Hadiri Acara Wisuda 137 Mahasiswa UNRIDA Gedung Prof Indrayani Hall | |
| Wiston Pandiangan Minta Kapolres Inhu Tes Urine Anggota DPRD dan Kepala Desa | |
| Warga Desa Alim di Ringkus Polisi karena Edarkan Narkoba | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |














