Nias Selatan (ungkapriau.com)- Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia bersama Wakil Bupati Nias Selatan, Ir. Yusuf Nache, S.T, MM, meninjau kondisi Jalan Putus di wilayah Desa Togizita, Kecamatan Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan. Sabtu (05/42025).
Di lokasi tanah Longsor itu, Bupati Sokhiatulo Laia dan Wabup Ir. Yusuf Nache, berdialog dengan masyarakat sekaligus memberi pemahaman bahwa mereka resmi memimpin Nias Selatan, sejak dilantik tanggal 20 Februari 2025 oleh Bapak Presiden RI di Istana Negara Jakarta Pusat.
Hal ini, perlu kami jelaskan untuk menjawab pertanyaan masyarakat karena sejak pelantikan saya langsung Dina Luar (DL) untuk menyelesaikan beberapa tugas.
Sejak tanggal 13 Maret 2025 saya tidak berada di Nisel karena saya dan wabup telah sepakat berbagi tugas. "Wabup menyelesaikan pekerjaan pemerintah sejak saya tidak ada dan saya melakukan kunjungan kerja di tingkat pemerintah provinsi maupun di pemerintahan pusat dan baru semalam saya sampai, sehingga hari ini kita bersama Wabup turun langsung melihat kondisi jalan yang putus akibat tanah Longsor ini," jelasnya.
Atas nama pemerintah daerah Nisel (Bupati) mengucapkan terima kasih kepada beberapa masyarakat yang telah bersedia menghibahkan lahannya untuk pembukaan badan jalan untuk menggeser Jalan yang putus ini.
Menurut Bupati Nisel. "Walaupun masih ada masyarakat yang belum hadir. Namun diantaranya ada beberapa yang sudah ketemu dan bersedia memberikan lahannya untuk kepentingan umum.
Selain itu, terkait jalan yang putus ini, pemerintah Nias Selatan dibawah kepemimpinan Sokhi - Yusuf bukan terkesan tidak peduli. Tetapi kebetulan saya masih diluar daerah untuk mengurus kepentingan pembangunan daerah kabupaten Nias Selatan secara berkelanjutan masa mendatang.
"Ya, karena kita sudah pulang dari luar kota sehingga kita ambil waktu pada hari ini bersama Wabup untuk meninjau langsung kondisi jalan yang putus akibat tanah longsor ini," jelasnya.
Wabup Yusuf Nache juga menambahkan bahwa Bupati dan wakil Bupati bukan tidak ada perhatian. Namun, semenjak musibah bencana alam ini tejadi dan perhatian itu tidak mestinya Bupati dan Wakil Bupati turun kelapangan.
"Tidak harus Bupati dan Wakil Bupati itu turun, karena kita sudah menugaskan teman-teman dari Dinas PU Nisel untuk melihat kondisinya jalan ini dan sekaligus menangani perbaikannya kerena Dinas itu sebagai teknis eksekusinya," jelas Yusuf Nache.
Jadi, bila ada misalnya masyarakat menyebut pemerintah tidak tanggap dan atau tidak respon dengan bencana ini, itu tidak benar ya, sebagai bentuk respon positif pemerintah lah adanya Dinas PU langsung turun dan menanganinya.
Seperti yang terlihat pada hari ini bahwa penanganan jalan yang putus ini oleh Dinas PU terus digesah. Namun penyelesaian pekerjaan itu tidak semudah yang kita bayangkan, tentunya butuh proses. Apalagi kondisi alam saat ini juga perlu diperhatikan.
kondisi geografis yang membuat kondisi seperti begini sehingga agak terlambat penanganannya. Hal sedemikian akan terjadi dimana-mana dan tidak ada pekerjaan penanganan darurat itu selesai dalam satu malam.
Nah, kemudian mengenai jalan ini'kan sudah dimulai dan kita berharap bahwa ini segera terlaksana dengan baik dan cepat bisa dilalui masyarakat.
Sekali lagi kami katakan bahwa penyelesaian pekerjaan ini, bergantung dengan cuacanya yang mendukung dan juga kondisi tanahnya. Lalu, terkait dengan penanganannya jalan darurat ini diutamakan agar kasesnya bisa dilalui. Sedangkan jangka panjang kedepan dan itu melalui relokasi jalan ini kita pindahkan.
"Benar, tadi Bupati sudah jumpa dan berdialog dengan masyarakat melalui Camat bahwa masyarakat yang punya lahan maka jalan di tu kita pindahkan sebagai jalan jangka panjang yang akan dibangun. Artinya, jalan ini tetap kita perhatikan sebagai jalan alternatif kedepan" ujarnya.
Bupati Sokhiatulo Laia juga menyampaikan bahwa nantinya, Jalan ini sebagai jalan alternatif dan jalan yang masih memerlukan persetujuan masyarakat itu yang akan menjadi Jalan utama yang akan bangun berkualitas kondisi geografisnya.
Sökhiatulö Laia menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Hilimegai dan secara khusus kepada pemilik lahan yang telah bersedia menghibahkan tanahnya untuk kepentingan umum dalam pembukaan badan jalan baru.
Tentunya saya mengajak masyarakat Hilimegai mari kita bergandengan untuk bersama-sama mendukung pekerjaan ini sehingga aktivitas masyarakat dan ekonomi dapat berjalan lancar sebab Nias Selatan Rumah Kita.
A.Kurnia Ndruru (Tokoh masyarakat) berterima kasih atas kunjungan kerja Bupati dan Wabup Nias Selatan di wilayah Desa Tegizita, Kecamatan Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan.
Kedatangan Pucuk Pimpinan Kabupaten Nias Selatan di daerah Desa Kami ini, salah satu kebanggaan bagi masyarakat Hilimegai.
"Benar, Bupati Sokhiatulo Laia dan Wakil Bupati Nias Selatan Ir Yusuf Nache dapat melihat secara langsung kondisi daerah ini, baik masalah kondisi jalan maupun lain sebagainya," katanya bangga.
A.Karni Ndruru mewakili masyarakat Kecamatan Hilimegai menyampaikan bahwa siap mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Nias Selatan.***
| Sekda Nisel dan Kedubes Australia Gelar Upacara Tabur Bunga Dimakam 9 Personil AL | |
| Sokhiatulo Laia Pimpin Rakor Usai Inspeksi Kehadiran ASN Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Libur | |
| Yusuf Nache Bersama Ketua DRPD Tinjau Tanah Longsor di Desa Hilimaera Kecamatan Ulunoyo | |
| Kabupaten Nias Selatan Gelar Acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1446-H | |
| Sokhiatulo Laia Ikuti Proses Pemakaman Almarhum Ketua Cabang PKN Pelalawan | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















