Pekanbaru (ungkapriau.com)- Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Gelombang 2 Tahun 2024 Universitas Riau (UNRI), menggelar sosialisasi bertajuk "Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat sebagai Tepung Tambahan Bergizi pada Produk Olahan Makanan".
Acara sosialisasi pemanfaatan limbah Biji Alpukat ini, dilaksanakan di Yayasan Harapan Moesa Lomah, RT 005/RW 001, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Minggu (2704/2025).
Panitia kegiatan terdiri dari Amandha Pranita, S.Pd, Anggi Komala, S.Pd, Putri Stefhany, S.Pd, Nur Hasyima, S.Pd, dan Endang Astuti Br. Galingging, S.Pd. Peserta sosialisasi merupakan anggota Majelis Taklim Musala Al-Ikhlas RT 005/RW 001.
Acara dibuka secara resmi oleh MC, Kamila Febryani, S.Pd, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana, Meyda Putri Alfitra, S.Pd, serta pengarahan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si.
Acara sosialisasi ini, dihadiri oleh Dosen FKIP Universitas Riau, Sri Wilda Albeta, M.Pd, Dr. Dedi Putra, dan Tri Fadilla Rahmasari, M.Pd.
Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si mengatakan bahwa banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari biji alpukat menjadi bahan kuliner bernilai ekonomi.
Menurut Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si, "Manfaat biji Alpukat selama ini dinilai hanya sebagai limbah. Namun, dengan terobosan Mahasiswa Universitas Riau dengan pemanfaatan limbah biji alpukat ini akan menjadi bahan kuliner yang bernilai ekonomi," ujarnya.
Selain itu juga kata Prof Jimmi menerangkan, "Biji alpukat itu, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya dapat menurunkan kolesterol," paparnya.
Terobosan Mahasiswa PPG ini, berbagai dukungan mengalir seperti dari dukungan Dra. Hj. Yulwiriati Moesa, Apt., M.Si, selaku ahli Farmasi yang turut hadir dan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan itu.
Materi utama mengenai manfaat, kandungan gizi, dan potensi biji alpukat turut di paparkan oleh Kuntum Sharfina Putri, S.Pd. Peserta kemudian mengikuti praktik pembuatan tepung biji Alpukat yang dipandu oleh Giri Kartika, S.Pd.
Di sesi praktik, peserta berkesempatan mencicipi berbagai olahan berbahan tepung biji alpukat, seperti godok pisang dan klepon.
Diselah keberlangsungan acara tersebut. Salah satu dari peserta mengakui rasa olahan tersebut tetap enak, meski terasa sedikit pahit di akhir. "Rasa pahit ini disebabkan oleh kandungan Alkaloid yang terdapat dalam biji Alpukat," ujar Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si.
Ketua Majelis Taklim, Ibu Andiriani, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi.
"Semoga semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa biji alpukat yang selama ini dibuang dapat diolah menjadi produk bergizi dan bernilai jual," ujar Meyda Putri Alfitra, S.Pd, selaku Ketua Pelaksana.***
| Sokhiatulo Laia Ikuti High Level Meeting TPID SE Provinsi Sumut | |
| Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Rumah | |
| Sihol Aritonang: Hasil Riset LPEM Periode 2016-2022, April Grup Berkontribusi Rp 484,3 T Untuk PDB Nasional | |
| Jokowi: Saya Yakin Ekonomi Kita Segera Pulih | |
| Hanguskan Material dan Dua Truk | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















