Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Tidak Mencukupi Ruangan Mengajar Siswa/i.
Murid PAUD Harapan Bunda Inhu Capai 180 Orang

Asnan
Senin, 15 Feb 2016 | dilihat: 2368 kali
Foto: Kepala sekolah yang juga merupakan pendiri PAUD Harapan Bunda, Sri Umiati.

INHU, UNGKAP RIAU - Pendidikan anak usia dini yang didirikan pada tahun 2008 dengan PAUD Harapan Bunda oleh Sri Umiati di Jalan Mayor Fadillah, Kelurahan Pasar Kota Rengat Kabupaten Inhu, kini menjadi faforit anak-anak usia dini dalam menimbah ilmu menjelang masuk pada Pendidikan Sekolah Dasar.

Sebelum anak usia dini daerah Kota Rengat masuk kesekolah dasar, lebih dulu menyiapkan pembekalan ilmu melalui pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun di PAUD Harapan Bunda yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani para anak untuk memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan sipritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Demikian penjelasan ini disampaikan Kepala Sekolah PAUD Harapan Bunda, Sri Umiati kepada UNGKAP RIAU diruangan kerjanya, Kamis (11/2/2016).

Menurutnya, sudah menjelang 8 Tahun berjalan PAUD Harapan Bunda itu sejak di dirikan. Alhadulillah sangat disukai dan diminati oleh masyarakat. Bahkan siswa-siswi anak usia dini yang tercatat mencapai 180 siswa/i. Jumlah itu termasuk PAUD yang telas selesai sukses.

"Sebanyak 180 orang jumlah anak-anak yang saya didik di PAUD Harapan Bunda ini atas dasar kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat (Orang tua) kepada PAUD Harapan Bunda untuk memberikan pendidikan pertama (TK) pada anak-anak mereka," ujarnya.

Sri Umiati mengatakan, kepercayaan yang diberikan para orang tua anak usia dini itu kepada PAUD Harapan Bunda, merupakan tanggung jawab yang begitu besar untuk mendidik para anak-anak itu sebelum masuk kesekolah dasar (SD).



Ungkapnya, Tanpa adanya kepercayaan orang tua kepada PAUD Harapan Bunda ini, tidak akan mungkin mencapai sebanyak 180 orang anak didik di PAUD ini. Sampai-sampai ruangan belajarpun tidak mencukupi. "Ya, karena jumlah anak didik ini membludak dan tidak memadai ruangan bilamana dilakukan serentak, sehingga kita membuat pembagian 5 kelompok serta membuat jadwal mengajar," tuturnya.

Mengenai tenaga pengajar (Guru) sudah ada sejumlah 6 Orang dengan jadwal mengajar oleh setiap guru, 2 jam untuk satu kelompok. Dalam satu kelompok diberikan waktu selama 2 jam dari Jam 10:00 sampai Jam 12:00 wib, sedangkan untuk malamnya dari Jam 19 sampai Jam 20:00 Wib, katanya mengakhiri.

Irpan, salah seorang orang tua murid PAUD Harapan Bunda kepada UR dikediamannya, Jumat (12/2/2016) mengakui cara Guru-guru mengajar anak-anak usia dini di PAUD Harapan Bunda itu.

"Saya sebagai orang tua, sangat banggan dan mengakui cara guru mengajar di TK PAUD Harapan Bunda itu. buktinya anak saya yang baru berumur 4 tahun sudah pandai membaca dan menghitung, kemudian anak-anak yang didik di TK PAUG Harapan Bunda itu dapat cepat menghafal doa sehari-hari doa mau makan, doa mau tidur," jelasnya seraya memuji TK PAUD tempat anaknya dididik.

Dikatakannya bahwa sejak anaknya masuk di PAUD Harapan Bunda tersebut sudah banyak perubahan peningkatan serta perkembangan daya tangkap anaknya sehingga membuatnya senang, tutupnya. (Asnan)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved