Pelalawan (ungkapriau.com)- Pelaksanaan Pembangunan Fisik di wilayah Kabupaten Pelalawan yang dibiayai dari Dana Desa (DD), terkesan Benyak bermasalah dan mengecewakan masyarakat.
Beberapa Desa yang terpantau oleh www.ungkapriau.com di wilayah Kabupaten Pelalawan dan menemukan pekerjaan fisik yang dikerjakan pemerintah Desa yang dinilai asal jadi tanpa mempedulikan kualitas.
Salah satu contoh, pembangunan Jalan Simenisasi yang di Dusun III Jalan Batin Kremat RT 02/RW 03 di Pangkalan Delik, Desa Delik Kecamatan Pelalawan-Riau. Pekerjaan tersebut dilaksanakan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Anggaran sebesar Rp. 237,154,000,00-.
Anehnya, sitruktur fisik Simenisasi ini terlihat sangat lembut bahkan bisa di jongkel pakai kunci motor dan memunculkan tanah merah. Sementara itu, nilai pelaksananya sangat fantastis besar dan mencapai Rp.237 juta lebih,".
Kepala Desa Delik yang dikonfirmasi media ini Rabu (21/1/2026) di Kantor Desa Delik terkait pembangunan Jln.Simenisasi yang tak berkualitas itu. Namun Saiman, S. Sos dinilai menghindar dan Topengkan Kepala Dusun III, Rudi S untuk menjumpai sejumlah wartawan dengan alasan sang Kades sedang bersama Camat Pelalawan.
Rudi S (Kadus III) menjelaskan bahwa pekerjaan Jalan Simenisasi yang sedang di konfirmasi rekan-rekan merupakan kegiatan tahun 2025 yang dikerjakan melalui Swakelola oleh masyarakat tempatan.
"Ya, secara teknis kegiatan itu sudah sesuai spesifikasi/ RAB. Namun terkait kualitas dan atau mutunya, tentunya hal sedemikian menurut saya selaku TPK pasti ada kekurangan jika mang itu yang kita cari," jelasnya.
Rudi S juga menjelaskan bahwa pekerjaan itu sudah dilihat oleh Inspektorat Kabupaten Pelalawan dan tidak ada masalah.
"Benar, pekerjaan fisik itu sebelumnya, hanya sepanjang 130-Meter dan dalam realisasinya, kami tambah 5-Meter yang total panjangnya menjadi 135 Meter dengan lebar 4-Meter. Sedangkan Penambahan 4-Meter itu tidak dibayarkan. Kemudian, dari jumlah pagu sebesar Rp 237 juta lebih itu, belum final," kata Rudi S.
Mengapa hal itu saya katakan belum final karena setelah di laporan pertanggungjawaban (SPJ) ke Inspektorat finalnya.
Disinggung terkait keretakan beberapa sisi serta kerusakan Simenisasi yang belum setahun itu. Rudi S (Kadus III) berkilah dengan menyalahkan pihak pekerja yang belum profesional menaburkan aspal siram diatasnya.
Terkait penggunaan Dana Desa ini dalam pembiayaan pembangunan fisik yang tidak berkualitas alias asal jadi itu, diharapkan kepada Inspektorat Pelalawan tidak bermain mata dalam pemeriksaan kegiatan pemerintah Desa.
Untuk itu, kepada Kejaksaan Pelalawan dan Polres Pelalawan dapat menindaklanjuti permasalah ini dengan memanggil dan memeriksa Kepala Desa bersangkutan. Mengenai dokumen foto Jalan Simenisasi itu bisa di lihat di aplikasi Tiktok Umgkapriau.com***
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Warga Desa Batang Nilo Kecil Adukan Pekerjaan Tak Bermutu di Desanya | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















