UNGKAP RIAU, TEMBILAHAN - Dalam Acara Tablig Akbar Bupati Inhil, H.M Wardan mengingatkan masyarakatnya untuk tidak bergabung dengan kelompok-kelempok orang yang menyebar agama yang dinilai tidak sesuai tuntunan Agama Islam yang baik dan benar.
Bila didaerah ini ada orang-orang membentuk suatu kelompok yang menyimpang dari kebaikan diharapkan kerjasamanya seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir untuk mendukung upaya pencegahan bahaya ISIS dan radikalisme.
"Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Inhil untuk tidak bergabung dengan kelompok yang memberikan ajaran agama yang menyimpang dari semestinya, karena ajaran itu akan membuat kita tersesat dan salah arah," kata H.M. Mawardan saat menghadiri Tablig Akbar, dengan "TEMA" menangkal bahaya ISIS dan radikalisme di Bumi Sri Gemilang di halaman Mapolres, Jalan Gajah Mada Tembilahan, Selasa (1/3/2016).
| Baca juga: | |
| Bupati Pelalawan Lepas Pawai Takbir | |
| Bupati: Melalui Pembangunan Rumah Ibadah Kita Wujudkan Visi Misi | |
| Bupati Harris Himbau Bahayanya Narkoba | |
Dijelaskan Bupati ini bahwa paham radikalisme sengaja dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis, dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan cenderung dilakukan dengan tindakan teror.
"Bila paham radikalisme tidak ditangkal dan dicegah penyebarluasannya, akan memberikan dampak negatif yang sangat berbahaya karena mengancam dan mengganggu kestabilan kehidupan berbangsa dan bernegara di semua lini kehidupan sosial kemasyarakatan," ujarnya.
Lebih jauh Mawardan dalam sambutannya mengatakan, dengan diadakannya Tablig Akbar pada hari ini dapat kita dijadikan suatu upaya menangkal bahaya ISIS dan radikalisme di daerah yang kita cintai bersama ini.
Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Hadi Wicaksono mengharapkan kepada masyarakat Inhil bisa memahami, menanggulangi dan mengantisipasi bahaya ISIS dan radikalisme.
"Saya berharap dengan telah dilaksanakannya kegiatan ini, masyarakat bisa tahu bagaimana mengantisipasi agar radikal dan terorisme tidak masuk ke Inhil, untuk itu hendaknya bisa disampaikan kepada sanak keluarga dan masyarakat luas," kata Kapolres.
"Semoga kegiatan ini mampu memberikan pemahaman tentang radikalisme dan bahaya yang bisa menimbulkan perpecahan, baik bagi NKRI maupun di Kabupaten Inhil sendiri," kata Kapolres seraya mengajak seluruh masyarakat, menjaga toleransi, kerukunan dan kedamaian, sehingga terwujudnya persatuan yang kokoh, kuat dan tidak mudah dipecahbelah oleh pihak yang tidak bertanggungjawab agar terwujud suasana yang kondusif, aman, damai dan harmonis. (Harmizan)
| Rencana Peminjaman 200 Miliar: DPRD Inhil Belum Setujui Usulan Pemkab Inhil | |
| Anggota DPRD Komisi IV Berjanji Akan Panggil Pihak Disdik Inhil | |
| Kepsek SDN 028 Tempuling Harapkan Disidik Inhil Bangun Toilet di Sekolahnya | |
| Kepala MTs-N 2 Inhil Sampaikan Klarifikasi Resmi | |
| Ratusan Warga Desa Bongkal Malang Unjuk Rasa dan Hentikan Aktifitas Mobil Batu Bara | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















