Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Pemdakab Nisel Lestarikan Sejarah,
11 Objek Direkomendasikan Menjadi Cagar Budaya

Redaksi UR Media
Kamis, 11 Jun 2026 08:10 WIB | dilihat: 15073 kali

Nias Selatan (ungkapriau.com)- Wakil Bupati Nias Selatan, Ir. Yusuf Nache, S.T., M.M., menghadiri Sidang Penetapan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten Nias Selatan Periode V bertempat di Aula Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora), Jalan Arah Lagundri Km 7, Jum'at (11/6/2026).

Dalam sidang tersebut, terdapat 11 objek yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya baru. Seluruh objek ini dinyatakan telah memenuhi kriteria kelayakan hukum berdasarkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nias Selatan.

Daftar 11 objek yang direkomendasikan tersebut meliputi berbagai klasifikasi, antara lain:

1. Hasi Batu Duada Laowo (Lokasi: Lahusa Fau) – Klasifikasi Benda Cagar Budaya

2. Batu Penanda Lewato Duada Lahelu'u (Tuha Siwabadanolawa) (Lokasi: Desa Orahili Fau) – Klasifikasi Benda Cagar Budaya

3. So Bewe Harehare (Lokasi: Desa Hiliamaetaniha) – Klasifikasi Struktur Cagar Budaya

4. Darodaro Gorahua (Lokasi: Desa Hiliamaetaniha) – Klasifikasi Struktur Cagar Budaya

5. Darodaro Gorahua (Lokasi: Desa Bawolowalani) – Klasifikasi Struktur Cagar Budaya

6. Gereja BKPN Telukdalam – Klasifikasi Bangunan Cagar Budaya

7. Menara Lonceng Gereja BKPN Telukdalam – Klasifikasi Bangunan Cagar Budaya

8. Ora Batu (Lokasi: Desa Hilinamoza'ua) – Klasifikasi Benda Cagar Budaya

9. Hasi Batu Duada Böröta Gere (Lokasi: Desa Hilifalago) – Klasifikasi Benda Cagar Budaya

10. Peninggalan Megalitik Lahusa Satua (Lokasi: Desa Lahusa Satua) – Klasifikasi Struktur Cagar Budaya

11. Omo Hada Hilinawalo Mazino (Lokasi: Desa Hilinawalo Mazino) – Klasifikasi Bangunan Cagar Budaya

Saat menyampaikan sambutannya, Wakil Bupati Ir. Yusuf Nache menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias Selatan selalu berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan menjaga nilai-nilai luhur daerah. Beliau juga memberikan ajakan langsung kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) serta masyarakat luas.

"Saya mengajak seluruh stakeholders dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan budaya, bangunan, hingga situs megalit yang ada di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing. Ingatlah bahwa ini semua adalah warisan sejarah berharga yang akan terus diingat dan diwariskan oleh anak cucu kita di masa depan," ujar Wakil Bupati.

Acara berjalan dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran TACB, dinas terkait, serta para tokoh adat dan perwakilan desa setempat.***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved