Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Pengusahan Sukses Ononiha Riau Terpilih Jadi Bupati Nias Selatan,
Sokhiatulo Laia Visioner Perbaikan Pembangunan Nias Selatan

Yulianus Halawa
Minggu, 27 Sep 2026 05:52 WIB | dilihat: 29976 kali
Foto: Foto Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia atas Kiri dan Foto Tokoh Ononiha Riau Asal Nias Kanan Samazasa Ndruru dan Foto Pembangunan Jembatan yang sedang dilaksanakan dan Foto Masyarakat 10 Desa saat Protes Kinerja Inspektorat dalam menangani laporan terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Nias Selatan

Nias Selatan (ungkapriau.com)- Sokhiatulo Laia yang karib disapa Talabu dan atau Ama Life Laia. Beliau, dikenal dekat di kalangan Ononiha di Riau. Namanya tersohor sebagai Pengusaha Sukses Ononiha di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. 

Pengusahan yang memiliki sosial tinggi ini dikalangan Ononiha, memiliki catatan sejarah kesuksesannya bahwa sejak Tahun 2003 silam. Datang dari kampung (Kabupaten Nias Selatan) mengadu nasib di PT. RAPP dan se'iring waktu berjalan. Ia mendirikan sebuah perusahan yang diberi nama PT. TALABU. 

Seiring waktu berjalan juga, sesosok Sokhiatulo Laia ini, berbagai usaha yang dibangunnya terhitung sejak tahun 2003,terlihat sukses bahkan sampai tahun 2024 lalu, memberanikan diri mengambil suatu keputusan untuk kembali ke kampung halaman dengan niat ikut berpartisipasi membangun daerah asalnya.

Niatnya yang begitu besar dan luhur dalam memperbaiki kabupaten Nias Selatan, sehingga dirinya mencalonkan diri jadi bupati Nias Selatan dan Do'a-nya terkabulkan, sehingga ia saat ini, menjadi Visioner dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan Nias Selatan sejak terpilih Bupati Nias Selatan dalam kontestan demokrasi (Pilkada) tanggal 27 November Tahun 2024 silam.

Singkat cerita, Sokhiatulo Laia yang berpasangan dengan Ir. Yusuf Nakhe, M.M pada Pilkada Nisel itu, dan berhasil mengungguli tiga paslon rivalnya dalam perhelatan demokrasi itu dengan perolehan suara sebanyak 64,431. 

Sementara itu, Paslon 2 (Firman-Robert) dengan perolehan suara 4.771 dan Paslo 3 (Idialisman- Foluaha Budaya) dengan perolehan suara 31,208 suara. Kemudian Paslon 4 (Fazarius -Sifaoita) sebanyak 31,494 suara. 

Demikian hal ini, disampaikan Tokoh Masyarakat Asal Nias Riau, Samazasa Ndruru saat dimintai tanggapannya belum lama ini di Kabupaten Pelalawan-Riau. 

Samazasa Ndruru mengatakan, "Terhitung 2 tahun berjalan kepemimpinan Bupati Nias Selatan (Sokhiatulo Laia) bersama Wakilnya (Yusuf Nakhe) dan sudah banyak perubahan pembangunan terealisasi dirasakan secara signifikan oleh masyarakat Kabupaten Nias Selatan," kata Ndruru sambil mengancungi jempol. 

Dikatakannya lagi, Perubahan pembangunan yang dilakukan Sokhiatulo Laia sejak memimpin Kabupaten Nias Selatan dan hal sedemikian, merupakan salah satu jawabannya terhadap 64,431 orang pendukungnya, sehingga kinerja Bupati Nias Selatan benar-benar di tunjukkannya melalui realisasi pembangunan di berbagai sektor disana.

 

Lebih lanjut Tokoh Adat Nias Riau ini (Samazasa Ndruru-red) menambahkan, dibawah kepemimpina Sokhiatulo Laia, kinerja pemerintah kabupaten Nias Selatan 2-Tahun berjalan, mendapat apresiasi masyarakat Nias Selatan, baik pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Pusat.

Adapun bentuk apresiasi yang di berikan masyarakat Nias Selatan atas pencapaian program-program yang ia targetkan sejak memimpin Nisel, sehingga pencapaian itu menjadi catatan baik bagi pengamat dan masyarakat Nisel seputar program-program realisasi pembangunan daerah oleh Bupati Nisel, baik sebelum memimpin, maupun sesudah Sokhiatulo Laia menjadi Bupati Nias Selatan. 

"Ya, sejak Sokhi-Yusuf, dipercaya mengemban amanah masyarakat memimpin Kabupaten Nias Selatan dan sejak itu juga pasangan ini tancap gas untuk menggesa berbagai program pembangunan daerah dengan mengutamakan pembangunan yang dinilai urgen termasuk pembangunan sejumlah jalan dan jembatan dalam memudahkan akses-akses jalan termasuk listrik ke kampung-kampung yang tidak tersentuh listrik ssbelumnya," jelasnya sembari mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Bupati Nisel agar selalu sehat jasmani serta rohaninya memimpin Nias Selatan tercinta itu. 

Ditempat terpisah Pemuda Nias Selatan, Penius Bu'ulolo yang dikonfirmasi terkait aksi dsmo yang dilakukan nya bersama perwakilan masyarakat 10 desa tanggal 23 September 2026.

"Benar, harapan kami Pemuda Nias Selatan dan ditangan dingin, Bupati Sokhiatulo Laia, daerah Nias Selatan akan terwujud perubahan yang signifikan sesuai arti dari makna slogan pasangan Bupati Nias Selatan: "Talabu Ta'ehaogo Mbanuada Nias Selatan" yang telahmulai ia buktikan melalui pembangun Jalan dan Jembatan di wilayah Nias Selatan," harap Nius B. 

Kami atas nama masyarakat sangat berterima kasih kepada Bupati Nias Selatan atas pembangunan Jembatan Sungai Masio sepanjang 90 meter, di Desa Hilizomboli, Kecamatan Lahusa menuju Kecamatan Susua dengan sumber pembiayaan APBD Nias Selatan sebesar Rp. 27,7 Milliar Tahun 2026. Tentunya hal ini, salah satu bukti karya nyata Sokhiatulo Laia dalam memperbaiki Kabupaten Nias Selatan. 

"Walaupun kepemimpinan Sokhiatulo Laia masih tergolong seumur jagung. Namun, berbagai pembangunan yang bersifat krusial dalam menentukan kemajuan suatu daerah dan telah dilaksanakan untuk mewujudkan perbaikan perekonomian masyarakat kabupaten Nias Selatan secara bertahap," ungkap Nius B. 

Menurutnya lagi, selain Jembatan Sungai Masio dan ada juga pembanguna Jalan penghubung Nisel dengan Nias Barat yang dimulai realisasinya Agustus Tahun 2026 mencakup jalur pantai barat dari Kecamatan Lolowa'u Nias Selatan menuju Nias Barat. 

Kemudian penanganan Longsor Jalur Nias dan Nias Selatan dengan perbaikan di titik kritis Desa Sindroro-ndroro Kecamatan Bawalato yang dikerjakan oleh BPJN Sumut dan di targetkan selesai September 2026.

Berbagai realisasi pembangunan di Kabupaten Nias Selatan, merupakan hasil kerja keras Bupati Nias Selatan (Sokhiatulo Laia) dalam menjadikan daerah Nias Selatan sebagai daerah bebas kolusi, KKN dan Nepotisme sesuai visi-misinya :" Mebangun Masyarakat Adil Makmur, Berdaya Saing Berkelanjutan dan Lestari Berkeadaban". 

Kendatipun waktu lalu kami masyarakat 10 Desa di wilayah Kabupaten Nias Selatan melakukan aksi hunjukan rasa di Kantor Inspektorat. Namun hal itu, bukan sebagai bentuk protes kami terhadap kinerja Bupati Sokhi-Yusuf melainkan salah satu dukungan masyarakat kepada Sokhiatulo Laia dalam membersihkan berbagai laporan pengaduan seputar dugaan penyalahgunaan Dana Desa di era kepemimpinan Bupati sebelumnya. 

Persoalan penggunaan Dana Desa yang dilaporkan Masyarakat di Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan. Namun hal tersebut, belum mendapat kejelasan sebagaimana harapan masyarakat dalam tuntutannya lewat aksi damai tanggal 23 September 2026 sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP). 

Tentulah ya, "Bila persoalan dimaksud tidak segera di tuntaskan. Maka hal sedemikian dikhawatirkan dijadikan sebagai alat oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk menghujat kinerja pemerintah Kabupaten Nias Selatan yang sekarang," jelasnya khawatir. 

Melalui aksi Damai tersebut, masyarakat 10 Desa di wilayah Kabupaten Nias Selatan, meminta Bupati Nias Selatan untuk memanggil pihak Inspektorat dan segera menutaskan seluruh masalah dugaan penggunaan Dana Desa terhitung Tahun 2021 s/d Tahun 2024 sesuai laporkan masyatakat ke kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan.***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved