INHU, UNGKAP RIAU - Terkait dengan hutang Pemda Inhu yang mencapai 22 Milyar kepada rekanan selaku pihak penyedia barang dan jasa secara keseluruhan tahun 2016 itu. Karena kegiatan tersebut sudah dikerjakan dan ternyata Dana DAK yang diperuntukan untuk pembiayaan pembangunan itu tidak kunjung cair.
Demikian keterangan ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Yelfidar MT kepada ungkapriau.com diruang kerjanya, Senin (9/1/2017).
Menurutnya, pekerjaan fisik yang dilelang tahun 2016 itu, sudah dikerjakan oleh rekanan. Bahkan dasar kita melakukan pelelangan Paket-paket yang bersumber dana DAK itu. Atas ketersediaan Dana kegiatan itu dari Pemerintah pusat.
"Bilamana masa itu tidak ada kesediaan pemerintah pusat membantu pembiayaan pekerjaan kegiatan fisik pada ketika itu, tentu pihak kita tidak akan melakukan lelang. Namun karena pemerintah pusat mendukung kegiatan tersebut ingin direalisasikan oleh Pemerintah Inhu. Maka kegiatan itu berani dilakukan tender kepada pihak rekanan," ujarnya.
Yelfidar MT, Bagaimanapun Paket yang sudah terlelang kepada pihak rekanan sudah merupakan kewajiban Pemerintah untuk membayarnya.
"Paket-paket yang sudah dikerjakan oleh pihak ketiga tersebut sudah kewajiban pemerintah Kabupaten Inhu untuk membayarnya. Kita hanya minta kesabaran pihak rekanan untuk menunggu kesediaan Dana untuk pencairannya pada Anggaran APBD Inhu tahun 2017 ini," pintanya.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada tahun 2016 itu, tetap melaksanakan berbagai kegiatan fisik yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK). Pasalnya, sebelum dilakukan tender pada Paket-paket itu.
"Benar, saat ini Dinas PU miliki hutang lebih kurang Rp22 miliar, kegiatan yang berhutang itu adalah kegiatan yang bersumber dari dana DAK," jelas Seketaris Dinas PU Inhu ini.
Dia menguraikan kepada UNGKAPRIAU.COM bahwa di Bidang kegiatan Cipta Karya sebesar Rp1,5 miliar, Bidang Sumber Daya Air sebesar Rp2 miliar dan untuk di Bidang Bina Marga sebesar Rp18,5 miliar," bebernya.
Sementara itu, dari data yang terhimpun untuk penggunaan Dana DAK di Kabupaten Inhu tahun 2016, kurang lebih mencapai Rp. 170 Milyar.
"Untuk kegiatan yang menggunakan dana DAK di Bidang CK ada dua kegiatan, pertama pengembangan sistem tribusi air minum dan penyedian sarana air bersih dan sanitasi dasar sebesar Rp93.069.100.000, kedua kegiatan tersebut sudah selesai 100 persen," sebut sumber yang bisa dipercaya.
Sementara, di Bidang Bina Marga, proyek yang menggunakan DAK sebesar Rp77 miliar lebih terdiri dari 12 paket, dan kegiatan sudah selesai 100 persen pada tanggal 20 Desember.
"12 paket kegiatan tersebut terdiri peningkatan jalan dan pemeliharan jalan," ringkasnya.
Kemudian untuk penggunaan Dana DAK di Bidang Sumber Daya Air belum diketahui berapa besar jumlahnya karena saat pihak SDA di konfirmasi tidak berada di tempat. (Agusman/Asnan)
| Anggota DPRD Riau dan BEM ITB Indragiri Lakukan Pengembangan Pembibitan Kelapa Sawit di Inhu | |
| Warga Desa Sei.Beras Inhu Minta APH Audit Dana Desa | |
| Ade Agus Hartanto Hadiri Acara Wisuda 137 Mahasiswa UNRIDA Gedung Prof Indrayani Hall | |
| Wiston Pandiangan Minta Kapolres Inhu Tes Urine Anggota DPRD dan Kepala Desa | |
| Warga Desa Alim di Ringkus Polisi karena Edarkan Narkoba | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |














