Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
IWO SERUKAN SELURUH PROFES PERSI
Jhudi Yodono: Kekerasan Terhadap Wartawan Harus Bersatu Melawannya

Yulianus
Kamis, 20 Apr 2017 | dilihat: 1022 kali

JAKARTA, UNGKAPRIAU.COM - Dengan kerap terjadinya kekerasan terhadap wartawan saat sedang melaksanakan tugas-tugas kewartawanan di lapangan. Ketua Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online, meminta seluruh Profesi Jurnalistik di tanah air untuk bersatu melawan. 

Penegasan seruan yang disamaikan  Ketua DPP Ikatan Wartawan Online ini dalam siaran Pers IWO, Jhudi Yudono, Rabu (19/4/2017) dalam Grup WatsApp, mengingat kejadian-kejadia frutalis (kekerasan) terhadap wartawan yang terjadi.

Menurut catatan Ketua Umum IWO ini, Masih banyaknya kekerasan yang dilakukan aparat terhadap wartawan adalah ekspresi dari sempitnya pengetahuan aparat tentang tugas wartawan dan pendeknya sumbu aparat yang merasa sebagai pemilik kekuasaan dan bukan pelayan masyarakat.

Sehubungan dengan peristiwa-peristiwa yang kerap menimpa para kuli tinta ini. Ikatan Wartawan Online (IWO) mengutuk  pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap wartawan.

"Kita mengutuk pihak-pihak yang melakukan kekerasan dangan wartawan seperti yang terjadi kemarin, Selasa 18 April 2017 yang dialami Salim Mamma Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dikeroyok oleh oknum Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) di Makassar dan Uparlin Tunggul Sahala Maharadja wartawan satelitriau.com yang dianiaya oleh ajudan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pekanbaru, Provinsi Riau," beberny.

Dia mengatakan bahwa Peristiwa tersebut, menjadi isyarat bagi Wartawan dan terlebih bagi Organisasi Pers yang merupakan wadah dan atau Rumah bagi Wartawan untuk tetap menjalin kekompakkan dan mempererat  hubungan persatuan di kalangan pewarta. Tujuannya agar suara dan posisi tawar kita menjadi solid dan kuat di mata para pemangku kepentingan negeri ini. Jika kita sudah solid dan kompak, tentu kuat untuk melawan bila   kekerasan dilakukan terhadap kita sebagai wartawan.

Apapun yang terjadi, menurut Jodhi, sampai kapan pun kita akan melawan kekerasan terharap wartawan.

"Tetap semangat, bersatu dan senantiasa mewartakan kebenaran," pungkas wartawan senior kompas.com ini.

Dalam sehari kemarin, tindakan kekerasan dialami 2 orang wartawan. Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Salim Mamma, dikeroyok sejumlah oknum anggota Pomal di warkop 75, Jalan Satando, Makassar, sekitar pukul 12.30 Wita.

Kejadian bermula saat Salim Mamma dan beberapa rekannya sedang menikmati kopi di warkop itu. Tiba-tiba datang puluhan anggota Pomal dan melarang pengunjung warkop parkir di sepanjang itu.

Salim pun keluar dari warkop untuk memindahkan mobilnya dan melihat oknum anggota Pomal akan mengempeskan ban mobilnya. Salim mengatakan kepada anggota Pomal agar jangan dikempeskan karena akan memindahkan mobil tersebut.

Rupanya anggota Pomal tidak terima dan terjadilah adu mulut. Tiba-tiba oknum Pomal melakukan pemukulan terhadap Salim.

Akibat pemukulan itu Salim mengalami luka memar dan luka dibagian wajah. Bahkan Salim sempat pingsan saat dikeroyok. Akibat pemukulan itu, Salim mendapat perawatan di IGD RS Akademis Makassar.

Sementara Uparlin di gebuk oleh ajudan Kepada Dinas Dispenda Pekabaru lantaran mengabadikan mobil berplat B yang diduga milik Kepala Dinas pendatan Daerah. Akibat pemukulan Uparlin mengalami luka diwajah dan sudah melakporkan akaua itu ke Polsek Sukajadi dengan bukti laporan STPL/172/IV/RIAU/RESTA PKU/Polsek Sukajadi. urc



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved