Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Said Syarifuddin Gelar Silaturrahmi dengan Tokoh Masyarakat Inhil

Harmizan
Jumat, 22 Feb 2013 | dilihat: 4073 kali
Foto: H Said Syarifuddin saat menggelar silaturrahmi dengan tokoh masyarakat Inhil, Ahad (10-2)

TEMBILAHAN - Bagi menggalang dukungan dari kalangan masyarakat Inhil, H Said Syarifuddin, bakal calon Bupati Inhil mengadakan silaturrahmi dengan tokoh masyarakat Inhil, Minggu (10/2) lalu.

Kegiatan yang digelar di RM Pondok Indragiri di Jalan Gunung Daek Ujung ini tampak dihadiri tokoh masyarakat Inhil, diantaranya Ketua Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz DPW FPI Inhil, Asmadi Dubli dan Ustadz HM Ali Azhar, mantan anggota DPRD Inhil, yakni H Darul Kamaluddin dan Ruslan Hatim, tokoh masyarakat Inhil, Yan Bona. Serta perwakilan tokoh masyarakat dari seluruh kecamatan di Inhil.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau ini, sejak muncul berita akan majunya di Pilkada Inhil tahun ini di beberapa media massa cetak dan online. Maka, banyak pihak yang memberikan dukungan dan menyatakan ini merupakan momen beliau turun gelanggang berlaga di Pilkada Inhil tersebut.

“Sejak muncul berita tersebut, maka banyak dukungan dari teman-teman dan masyarakat Inhil agar saya kembali maju di Pilkada Inhil. Saat ini saya terus berupaya menggalang dukungan bagi persiapan maju di Pilkada Inhil ini," ungkap mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Inhil ini.

Menurutnya, kekalahannya di Pilkada Inhil beberapa waktu lalu, tidak membuat ia ‘patah arang untuk menatap persaingan merebut kursi Inhil Satu kembali. Justru menjadi pelecut dan semangat serta lebih siap dengan segala konsekuensi dari pertarungan ini.



"Kalah itu memang berat, namun saya tidak trauma. Justru saya harus lebih siap, jika diberikan peluang maju di Pilakad Inhil pada tahun ini. Saya tahu waktu pendaftaran (di KPU Inhil, red) makin dekat, namun saya terus berjuang saat ini," imbuhnya.

Motivasinya maju dikarenakan keterpanggilan untuk melakukan perubahan bagi kepentingan masyarakat Inhil. Selama ini, disebutnya berbagai kepentingan dan hajat hidup masyarakat seakan-akan tidak menjadi program prioritas pembangunan di Inhil.

“Seperti pembangunan tanggul yang terabaikan, padahal ini menyangkut hajat hidup sebagian besar masyarakat Inhil yang bergantung hidup dari berkebun kelapa," tambahnya.

Demikian pula dengan potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak digarap dengan serius, padahal kalau dikelola dengan baik, maka potensi PAD Inhil sangat besar. Ia mencontohkan, saat beliau menjabat Kepala Dispenda Inhil, berhasil mendongkrak PAD dari 2 miliar menjadi 17 miliar, ini membuktikan bahwa potensi PAD ini sangat besar, asal dimenej dengan baik. *



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved