Pelalawan, ungkapriau.com- Disampaikan oleh Bupati Pelalawan H.M.Harris dihadapan para penyuluh pertanian yang berjumlah 71 orang, saat membuka pertemuan teknis penyuluh pertanian lapangan dan pembinaan aparatur Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan sekaligus penyerahan SK CPNS kepada Penyuluh Pertanian dan Pemberian bantuan opeasional kendaraan bermotor kepada 10 orang penyuluh pertanian bertempat di Gedung Daerah Datuk Laksamana Magkudiraja, Rabu (26/07)
Bupati Pelalawan HM.Harris mengucapkan selamat kepada penyuluh pertanian yang menerima SK CPNS berjumlah 14 orang yang sudah mengabdi bahkan sudah ada yang mendekati waktu pensiun atas dedikasi dan pengabdian di negeri seiya sekata ini"Ungkap Bupati Harris
Mantan Ketua Adkasi ini menjelaskan bahwa ketertinggalan Kabupaten Pelalawan tahun 2006 dibandingkan Kabupaten lain di Provinsi Riau dengan indikator permasalahan yakni perekonomian dan kesehatan menjadi pemicu untuk diselesaikan bersama oleh Pemkab Pelalawan kala itu saat Bupati Harris menjadi Wakil Bupati tahun 2010.
Melihat permasalahan yang ada di tahun 2011 awal periode Kepemimpinan Bupati Harris membawa 7 program prioritas unggulan dan berhasil membawa perubahan kemajuan dua tahun kepemimpinan di periode pertama Bupati Harris.
Lebih lanjut Mantan Ketua DPRD Pelalawan ini menjelaskan langkah yang diambil seperti mengangkat perekonomian masyarakat dengan meningkatkan swasembada pangan dimana Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar menjadi sentral swasembada pangan di Kabupaten Pelalawan, menjadikan wisata bono menjadi destinasi pariwisata Nasional, memiliki sumber energi listrik yang diproduksi oleh daerah tanpa bergantung dengan pihak lain seperti PLN.
"Ya, semua apa yang dicapai pemerintah Kabupaten Pelalawan diberbagai sektoral pembangunan, merupakan keberhasilan daerah dibawah Kepemimpinan HM.Harris-Zardewan," ujarnya.
Bupati Pelalawan dua periode ini juga menambahkan disamping penelitian dan pengkajian hasil produksi pertanian perlunya dipikirkan pemasaran untuk dikembangkan dan dipasarkan kemana. Selain itu juga pengelolaan,regulasi dan terobosan yang dapat dibawa untuk di tingkat nasional. Hendaknya pengembangan swasembada pangan perlu untuk dipikirkan bersama agar adanya perubahan dan inovasi dengan pembaharuan pola pikir kedepan majunya pangan dan pertanian kita meningkat didalam mendukung program nasional.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPTP Provinsi Riau Kuntoro Boga Andri, Ketua KNPI Pelalawan Adi Sukemi, Koordinator Penyuluh Provinsi Riau Logo Siregar,Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Syahfalevi,Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Pelalawan Tengku Nahar,serta Para Penyuluh Se Kabupaten Pelalawan. (Arsita K Gulo)
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















