PELALAWAN, ungkapriau.Com- Sungguh malangnya nasib seorang karyawan Perkebunan Kelapa Sawit milik PT. MGI menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan di pelabuhan Jembatan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
Karyawan PT. MGI An. Taliaro Gulo suami dari Kurniawati Hia (Karyawan) meninggal saat di perjalanan menuju pulau nias.
Dalam keterangan Kurniawati Hia selaku Istri almarhum, dia bersama suami tercintanya, Taliaro Gulo (almarhum) berangkat dari tempat kerja mereka (PT. MGI) untuk berangkat ke Nias. Namun di perjalanan tepatnya di Pelabuhan Jembatan Kerinci Pelalawan meninggal akibat sakit.
"Ya, rencana kami mau pulang kekampung di Desa Lala Oge atau Sitolu Banua Kec.Bawalato Pulau Nias untuk berobat disana. Namun di perjalanan tepatnya di Jembatan Desa Sering Kec. Pelalawan meninggal, karena tidak bisa menahan sakitnya," ungkap Kurniawati Hia kepada ungkapriau.Com saat duduk disamping mayat suaminya diatas takahar pelabuhan itu, Senin (12/2/2018).
Benar pak, Kami bekerja di perusahaan PT. MGI selama kurang lebih 1 tahun dan selama 3 minggu suami saya jatuh sakit dan tidak diurus oleh pihak Managemen PT. MGI. Bahkan ketika saya meminta surat rujukan berobat dari pihak perusahaan, bukannya saya mendapat persetujuan melainkan saya di omelin oleh Irwan selaku mandor I di Perusahaan itu.
"Pada waktu itu saya meminta surat untuk berobat. Namun, Mandor I PT.
| Baca juga: | |
| Pelalawan Menuju Perubahan | |
| Petani Ikan di Pelalawan Menjadi Mandiri | |
| DPRD Pelalawan Dimintak Hearing RS-Efarina Pkl. Kerinci | |
Lebih lanjut Kurniawati menambahkan, selama almarhum suaminya menderita sakit hanya satu kali saja di bawa ke klinik. Itupun karena salah satu mandor yang berbaik hati meminta Mandor I untuk membawa almarhum berobat di klinik.
Kurniawati Hia membenarkan, selama suaminya sakit dia tetap dipaksakan bekerja sehingga almarhum di rumah tidak ada yang mengurus. Jika saya tidak bekerja mungkin kami di usir dan tidak di pekerjakan lagi.
"Saya tetap bekerja buka piringan, mupuk dan mengumpulkan brindolan dilapangan," jelasnya.
Menurut Kurniawati Hia lagi, Pekerjaan suaminya pada waktu itu, sebagai Manen Buah dan setelah jatuh sakit disuruh menjadi tenaga Perawatan. Padahal, 3 bulan setelah suami saya training diangkat syah menjadi karyawan tetap (permanen). Namun, setelah pergantian managemen di perusahan PT. MGI tersebut, suami saya bukan lagi karyawan dan diturunkan menjadi Buruh Harian Lepas (BHL).
Mayat Taliaro Gulo di jemput oleh Ikatan Keluarga Nias Pelalawan (IKN) di Jembatan Kerinci dan selanjutnya di bawa kerumah milik warga keluarga Sekiatulo Laia di Simpang Kualo Kec. Pkl Kerinci.
Beberapa jama setelah di bawa di Pkl kerinci mayat tersebut dan langsung dijemput oleh keluarga kandung Almarhum untuk di bawa Kalapas di daerah Kecamatan Bandar Seikijang untuk disemayamkan.
Ketika persoalan ini di konfirmasikan kepada Managemen PT. MGI melalui Nomo Handphone Irwan selaku Mandor I PT. MGI dengan No. 0823 8700 7484 tidak membuahkan hasil karena HP yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif. Sehingga berita ini di naikan tanpa tanggapan pihak Managemen PT. MGI. urc
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















