INHU. ungkapriau.com- Walaupun berbagai daerah tentangga mengakui Provinsi Riau merupakan sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun hal itu, tidak terbantahkan oleh siapapun bahwa industri kelapa sawit di Provinsi Riau begitu besar.
Akan tetapi, didalam pujian itu juga terdapat persoalan klasik dialami oleh pengusaha tentang keamanan jalur logistik pengangkutan Crude Palm Oil (CPO) menuju tujuan pengirimannya.
Akhir-akhir ini, terhendus pernyataan pihak Organisasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), pelaku usaha sawit di Riau mengalami tekor pada alur pengangkutan karena terjadi kekurangan muatan pada sektor transportasi setelah sampai tujuan.
"Berat muatan minyak CPO mengalami kekurangan ketika dilakukan penimbangan. Persoalan ini terjadi ketika di ditengah perjalanan menuju pelabuhan,".
Dalam statement para pengusaha sawit ini. Pihaknya bukan mengeluh tentang pungli dijalan melainkan persoalan muatan yang selalu berkurang setelah sampai di tujuan.
"Misalnya CPO dikirim ke tujuan cukup takaran dan setelah ditimbang ditempat tujuan pasti tetap berkurang, menimal kekurangannya 100-200 Kg. Padahal, saat diberangkatkan, aplikasi pipa Truk sudah disegel.
| Baca juga: | |
| Isi Berita Perusahaan Penerbit Hanya Sermonial | |
| Mayat Seorang Pria Tanpa Busana Ditemukan Mengapung | |
| Warga Desa Sungai Ara Meninggal Ditengah Jalan Lintas Bono | |
Kendatipun permasalahan truk tangki CPO "kencing di jalan" yang sering dikeluhkan dan sampai kini masih terus marak terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau. Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sejumlah truk tangki pengangkut CPO dari perusahan kelapa sawit diduga berada di tempat penampungan CPO ilegal.
Pantauan ungkapriau.com belum lama ini diwilayah hukum polres Inhu, terlihat jelas mobil-mobil truk tangki CPO sedang berada di salah satu tempat yang sepertinya tempat penampungan CPO ilegal.
Maraknya tempat penampungan CPO ilegal ini, sungguh sangat disayangkan tak ada ditindakan tegas dari aparat penegak hukum. Sepertinya ada pembiaran dan membuat pengusaha kelapa sawit rugi.
Riau salah satu daerah yang terbesar di Indonesia untuk produsen minyak sawit dengan mencapai persentase 20% secara nasional. Bahkan jumlah petani sawit di daerah itu menembus angka 500 ribu jiwa yang didalamnya terdapat pengusaha sawit kelas atas.
Mafia cpo ini didapati di Jalan lintas Timur Jl. PT. INECDHA Wilayah Hukum Polsek Rengat Barat Polres Inhu-Riau, Senin 3 September 2018. (Agusman)
| Anggota DPRD Riau dan BEM ITB Indragiri Lakukan Pengembangan Pembibitan Kelapa Sawit di Inhu | |
| Warga Desa Sei.Beras Inhu Minta APH Audit Dana Desa | |
| Ade Agus Hartanto Hadiri Acara Wisuda 137 Mahasiswa UNRIDA Gedung Prof Indrayani Hall | |
| Wiston Pandiangan Minta Kapolres Inhu Tes Urine Anggota DPRD dan Kepala Desa | |
| Warga Desa Alim di Ringkus Polisi karena Edarkan Narkoba | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |














