Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Melalui Patroli Udara
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Kabupaten Pelalawan

Redaksi UR
Senin, 16 Sep 2019 | dilihat: 960 kali

PEKANBARU, Ungkapriau.com- Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Prof. H.M Tito Karnavian, Ph.D dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjanjanto,SIP bersama dengan sejumlah pejabat terkait patroli udara tinjau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.

 

Patroli udara yang di lakukan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjanjanto S.Ip, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Prof. H.M Tito Karnavian Ph.D, Minggu (15/09/2019)

 

Kunjungan Kapolri di Riau kali ini, didampingi oleh Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si, M.M, Karo Provost Divisi Propam Polri Brigjen Pol Drs. Hendro Pandowo, M,Si dan Koorspripim Polri Kombes Pol Ferdy Sambo, SH, S.IK, MH.

 

Setibanya di Lanud Roemin Nurjadin Kapolri beserta rombongan langsung menuju gedung Pandawa. Sedangkan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjanjanto, SIP sudah mendarat di Kota Pekanbaru sejak sabtu kemarin.

 

Agendanya hari ini rombongan akan melaksanakan patroli udara untuk meninjau titik api. Dengan menggunakan 2 Heli Super Puma TNI AU rombongan bertolak pada pukul 10.40 WIB. Adapun pejabat yang ikut mendampingi antara lain Gubernur Riau, Ka BNPB, Dirjen Gakum LHK, Pangdam I/BB, Kapolda Riau, Asops Panglima TNI, Asops Kapolri dan Kapus Meteorologi BMKG.

 

Tiba di Desa Kerumutan Kab. Pelalawan rombongan menuju titik pemadaman api dengan menempuh jalur darat. Kapolri dan Panglima TNI meninjau langsung dan berdiskusi dengam anggota TNI - Polri yang bertugas melakukan pemadaman.

 

"Apa kendala yang saat ini dihadapi?" tanya Panglima.

Permasalahan saat ini adalah sulitnya mencari sumber air untuk melakukan pemadaman, sehingga cara yang efektif adalah dengan water boombing," imbuh panglima TNI.

 

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Prof. H.M Tito Karnavian Ph.D menyampaikan hasil pengamatannya dari udara bahwa yang terbakar rata- rata hutan atau semak belukar.

 

"Yang sudah menjadi perkebunan baik sawit maupun hutan tanaman industri, sementara yang terbakar

 

"Ya, rata-rata yang terbakar adalah hutan dan semak. Artinya, ini sengaja di bakar bukan natural, sengaja dibuat oleh pelaku untuk land clearing dengan harga murah. Langkah yang perlu dilakukan adalah soft dan keras," jelasnya.

 

Terkait hal sedemikian kata Kapolri dua periode ini, jajaran Polda akan dia berlakukan reward and punishment, supaya serius mendeteksi siapa saja yang melakukan pembakaran itu.

 

Lebih lanjut Tito Karnavian mengungkapkan bahwa keyakinanya terhadap pelaku pembakar lahan di Riau, tidak lain dan tau berkaitan dengan kelompok itu- itu saja, "Masak kita gak bisa deteksi?," pungkasnya.

 

Tito menambahkan bahwa mencari pelaku pembakar lahan ini sama saja mencari maling, kita cari teroris kita bisa, masak cari pembakar tidak bisa?.

 

"Daerah Ini, bukan seperti daerah yang penduduknya padat seperti di Jawa, penduduknya relatif jarang. Artinya, komunitas itu saling kenal satu sama lain. Nah, ini harusnya bisa dideteksi dengan melakukan pendekatan kepada mereka atau petugas pro aktif melakukan penangkapan. Kalau ada pembakaran tetapi tidak bisa tangkap bagi saya itu kegagalan operasi penegakan hukum dan pasti akan saya berikan sanksi," tegas Kapolri.

 

Disela- sela rombongan beranjak meninggalkan lokasi. Panglima TNI dan Kapolri memberikan dukungan semangat motivasi kepada anggota yang bertugas dilapangan.

 

Motivasi yang diberikan oleh Panglima TNI dan Kapolri kepada anggota yang bertugas dengan menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga atas kerja keras seluruh anggota TNI- Polri yang sampai saat ini masih melakukan pemadaman.

 

"Mudah- mudahan dalam waktu dekat ini segera turun hujan agar permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Riau segera berakhir," harapnya.***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved