Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Melihat Dari Dekat Motto Kabupaten Pelalawan

Yulianus
Sabtu, 23 Feb 2013 | dilihat: 10587 kali
Foto: Yulianus

Sudah menjadi agenda rutin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus melakukan peringatan hari jadi Kabupaten Pelalawan setiap tahun. Momen yang cukup sakral ini ditandai dengan aneka kegiatan seperti pameran Pelalawan Ekspo hingga rapat paripurna anggota dewan.

Kini di usianya yang ke-13 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Kampar, Pemkab Pelalawan perlu merenungi kembali motto “Tuah Negeri Seiya Sekata”. Pasalnya, sejauh ini di Kabupaten Pelalawan belum terlihat adanya tugu yang menjadi ciri khas motto suatu Kabupaten/Kota.

Padahal, sejak Kabupaten ini disyahkan menjadi daerah otonom, sudah tiga kali terjadi pergantian kepemimpinan. Mulai dari H T Azmun Jaafar, H Rustam Effendi, hingga HM Harris yang kini masih menjabat. Entah karena kesibukan yang sangat padat, yang jelas Kabupaten Pelalawan belum memperlihatkan ciri khasnya layaknya Kabupaten lain di Provinsi Riau.

Keberadaan sebuah tugu memang terkesan sepele. Namun jika kita berkaca dengan Kabupaten/ Kota lain di Indonesia, kita pun harus urut dada. Yah, begitulah kenyataan yang terjadi saat ini.



Memang diakui, dalam setiap kesempatan Bupati selalu mensosialiasasikan motto Kabupaten Pelalawan. Bahkan, bukan hanya soal motto saja, melainkan Bupati juga serlalu mengajak masyarakat untuk menjaga dan membangun tali silaturahmi kepada sesama demi menjunjung tinggi marwah Kabupaten Pelalawan.

Meski keberadaan Kabupaten Pelalawan tak asing lagi hingga ke tingkat nasional, namun ada baiknya motto suatu daerah disyahkan melalui Peraturan Daerah Perda). Bertolak dari Perda tersebut nantinya tergambar program, visi dan misi sesuai kesepakatan. Bila perlu, untuk merumuskan poin-poin yang tertuang dalam Perda dimaksud, lakukan seminar dengan mengundang tokoh-tokoh yang dinilai peduli dengan Pelalawan.

Selama ini masyarakat berasumsi bahwa tugu yang dibangun Pemkab Pelalawan di Simpang Empat kawasan Perkantoran Bhakti Praja sebagai motto Kabupaten Pelalawan. Padahal, jika kita melihat lebih dekat lagi, tugu tersebut merupakan pertanda kesuksesan pelaksanaan MTQ beberapa tahun lalu di Pelalawan.

Oleh karena itu, kita hanya bisa berharap agar Pemkab Pelalawan merancang dan mengalokasikan sedikit anggaran untuk membangun tugu sebagai ciri khas daerah yang kita cintai ini. Karena kalau tidak, bisa-bisa Kabupaten Pelalawan masih dianggap bagian dari Kabupaten Kampar. Semoga. ***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved