Sudah menjadi agenda rutin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus melakukan peringatan hari jadi Kabupaten Pelalawan setiap tahun. Momen yang cukup sakral ini ditandai dengan aneka kegiatan seperti pameran Pelalawan Ekspo hingga rapat paripurna anggota dewan.
Kini di usianya yang ke-13 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Kampar, Pemkab Pelalawan perlu merenungi kembali motto “Tuah Negeri Seiya Sekata”. Pasalnya, sejauh ini di Kabupaten Pelalawan belum terlihat adanya tugu yang menjadi ciri khas motto suatu Kabupaten/Kota.
Padahal, sejak Kabupaten ini disyahkan menjadi daerah otonom, sudah tiga kali terjadi pergantian kepemimpinan. Mulai dari H T Azmun Jaafar, H Rustam Effendi, hingga HM Harris yang kini masih menjabat. Entah karena kesibukan yang sangat padat, yang jelas Kabupaten Pelalawan belum memperlihatkan ciri khasnya layaknya Kabupaten lain di Provinsi Riau.
Keberadaan sebuah tugu memang terkesan sepele. Namun jika kita berkaca dengan Kabupaten/ Kota lain di Indonesia, kita pun harus urut dada. Yah, begitulah kenyataan yang terjadi saat ini.
| Baca juga: | |
| Drs. Marwan Ibrahim Tinjau UN Tingkat SD diKabupaten Pelalawan | |
| Wabup Tinjau UN Tingkat SD di Kabupaten Pelalawan | |
| Laporan Suwarno diDuga Di Petieskan Polres Pelalawan | |
Memang diakui, dalam setiap kesempatan Bupati selalu mensosialiasasikan motto Kabupaten Pelalawan. Bahkan, bukan hanya soal motto saja, melainkan Bupati juga serlalu mengajak masyarakat untuk menjaga dan membangun tali silaturahmi kepada sesama demi menjunjung tinggi marwah Kabupaten Pelalawan.
Meski keberadaan Kabupaten Pelalawan tak asing lagi hingga ke tingkat nasional, namun ada baiknya motto suatu daerah disyahkan melalui Peraturan Daerah Perda). Bertolak dari Perda tersebut nantinya tergambar program, visi dan misi sesuai kesepakatan. Bila perlu, untuk merumuskan poin-poin yang tertuang dalam Perda dimaksud, lakukan seminar dengan mengundang tokoh-tokoh yang dinilai peduli dengan Pelalawan.
Selama ini masyarakat berasumsi bahwa tugu yang dibangun Pemkab Pelalawan di Simpang Empat kawasan Perkantoran Bhakti Praja sebagai motto Kabupaten Pelalawan. Padahal, jika kita melihat lebih dekat lagi, tugu tersebut merupakan pertanda kesuksesan pelaksanaan MTQ beberapa tahun lalu di Pelalawan.
Oleh karena itu, kita hanya bisa berharap agar Pemkab Pelalawan merancang dan mengalokasikan sedikit anggaran untuk membangun tugu sebagai ciri khas daerah yang kita cintai ini. Karena kalau tidak, bisa-bisa Kabupaten Pelalawan masih dianggap bagian dari Kabupaten Kampar. Semoga. ***
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |













