PELALAWAN, Ungkapriau.com- Empat hari lalu, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, meresmikan PT. Asia Pasific Rayon (APR) dan Laboratorium Pembibitan HTI PT. RAPP di Pkl Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Kini, PT. Asia Pasific Rayon ini, didatangi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pelalawan Bersatu (AMPB) melakukan aksi bentangkan spanduk di pintu POS II PT. Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP), Selasa (25/2/2020).
Pantauan wartawan terkait aksi demo sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam APMPB ini, dipimpin oleh Korlap bernama Sariat. Namun tidak melakukan orasi melainkan aksi bentangkan spanduk saja dengan dikawal oleh puluhan Personil Polres Pelalawan dan puluhan personil Security PT. RAPP.
Adapun tuntutan sejumlah mahasiswa terhadap PT. RAPP yakni adanya dugaan pencemaran polusi udara yang mengganggu pencernak pernafasan dan mengkhawatirkan kesehatan penduduk Kecamatan Pkl Kerinci.
Hangatnya kedatangan Presiden RI dalam meresmikan PT. Asia Pasific Rayon (APR) dan Laboratorium Pembibitan HTI PT. RAPP ini, tidak sedikitnya para pengamat acara serimonial Peresmian perusahaan pada Tanggal 21 Februari 2020 itu, dikarenakan Pemilik PT. RAPP (Sukanto Tanoto) menggunakan tangan Cebok memencet Tombol Sirine di depan Presiden RI.
Terkait sikap Pemilik Perusahaan PT. RAP yang tidak beretika itu dihadapan Kepala Negara Kesatuan Republik Indonesia (Presiden RI), tidak sedikitnya masyarakat menjadikan hal itu sebagai topic perdebatkan dengan berbagai versi yang tidak objeltif.
Salah seorang Tokoh Masyarakat Kecamatan Pkl Kerinci, Nazwir Alam yang mengaku kecewa dengan sikap Sukanto Tanoto tersebut.
Menurutnya, Judul berita yang lebih tepatnya: etika Sukanto Tanoto selain merendahkan Presiden sekaligus menafikan budaya bangsa kita yang menjujung tinggi adap dan kesantunan dalam pergaulan, enak jadi orang kaya dan hal2 seperti ini. siapa yang mampu menyadarkan dia untuk tau diri dalam komunitas sebagai bangsa yang beradab?.
"Sama Presiden Republik Indonesia saja, sanggup memperlihatkan sikapnya, apalagi sama masyarakat biasa," ujar Nazwir.
Nazwir Alam lagi, Segala bentuk aktifitas perusahaan yang tidak memberi manfaat kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan dan secara umum dirinya sangat mendukung jika ada pihak-pihak yang memperjuangkan. Terlebih untuk mempertanyakan sikap pemilik PT. RAPP ini.
Nazwir Alam membenarkan, "Sikap dan prilaku seperti itu tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan azaz kepatutan dan kesopanan. Untuk mengingatkan dan memberi pelajaran sama orang sekelas Sukanto ini, diantara nya hanya melalui peran media yang efektif mempublikasikan, baik itu media masa maupun media online," katanya.
Menurutnya, dengan peran wartawan memberitakan informasi seperti sikap Sukanto Tanoto ini, diharapkan dalam pemberia Judul berita oleh Media, harus dengan judul tajam, menohok, greget supaya daya efek jera bagi pelakukanya sehingga masa yang akan datang tidak akan mengulangi nya lagi.
Selain Nazwir Alam yang menilai sikap Sukanto Tanoto ini dan juga Tokoh Masyarakat H.Tengku Khairil turut berkomentar pascah peresmian PT. APR PT. RAPP seperti dikutip media ini.
Tengku Khairil yang akrab disapa Conex ini menyebut foto Presiden RI bersama Gubernur, Owner PT. RAPP yang sedang memencet Sirine sangat tidak suka foto tersebut.
"Ambo tidak suko nengo foto ini!. Berdiri dikampung kami, Bupati atau pejabat kami tak ado yang diatas panggung," ujarnya.
Besok tolong buatkan panggung nyo yang agak lebih boso sikit yo tuan!. Atau fhoto ini memang seginilah ukurannya.
Terkait hal ini, tidak ada lagi marwah kampung kito, dua beranak raja di kampung kita, tidak diajak diatas podium (panggung). Bupati pelalawan dipilih rakyat, pak. Bukan ditunjuk Presiden, bukan ditunjuk Gubernur dan pula PT. RAPP. (Yul)
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















