Dengan adanya keputusan Perpu Pilkada langsung melalui masyarakat, suhu politik di daerah Kabupaten Pelalawan, mulai memanas.
Statement Bupati Pelalawan dalam menanggapi pernyataan Tokoh Muda Kabupaten Pelalawan. H. Husni Tamrin SH, yang juga sebagai Anggota DPRD Provinsi-Riau, saling berbalas pantun, sehingga membuat dua tokoh yang berbeda Bendera Partai ini, saling angkat bicara dan mengeluarkan pola pikir yang dimilikinya.
Berbalas pantun stetmen dua Tokoh Politik yang berbeda Bendera Partai ini, bertujuan untuk mewujudkan kemajuan berbagai program pembangunan daerah Kabupaten Pelalawan 5 tahun yang akan datang.
Demikian hal ini disampaikan H. Husni Tamrin SH, kepada Ungkap Riau di Jalan Akasia Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Rabu (07/01).
H. Husni Tamrin SH, saya memang akui bahawa tidak ada berbuat, untuk membangun Pelalawan secara fisik maupun, secara Anggaran Peribadi. Akan tetapi, secara foksi dan tugas- tugas kelembagaan Legislatif dan atau sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, telah berbuat, seperti HM. Harris saat dia menjadi Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan.
Bila kita saling mengkaji apa yang telah kita buat di daerah ini, saya rasa, HM. Harris berbuat setelah dia menjadi Bupati Pelalawan, itupun dianak emaskan Kecamatan Langgam dalam Pembangunan.
Husni Tamrin menambahkan, “walaupun saat ini, pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan, sedang melaksanakan pembangunan Teknopolitan. Namun perlu juga kita ketahui bahwa perencanaan pembangunan Teknopolitan tersebut, sudah memakan waktu 3 tahun dan belum terealisasi, katanya mengakhiri.
Dikantor sekretariat DPD LSM LIPUN-RI di Jalan Lintas Timur, Kota Pkl Kerinci, Kabupaten Pelalawan-Riau. Amiruddin Yusuf menanggapi perseteruan stetmen dua tokoh politik berbeda bendera ini mengatakan, “Apapun stetmennya Bupati pelalawan (HM.
| Baca juga: | |
| Bupati Pelalawan Resmikan Kantor Desa | |
| Melihat Dari Dekat Motto Kabupaten Pelalawan | |
| BNPB Riau Sosialisasikan Pencegahan Kalhutla di Kampar | |
Walaupun dua tokoh politik ini memiliki perbedaan pendapat. Akan tetapi, tujuannya hanya satu, untuk memajukan berbagai program pembangunan daerah yang kita cintai ini.
Bila kita analisa pernyataan H. Husni Tamrin SH, Atas realisasi program Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan, ada benarnya bahwa pembangunan Teknopolitan, terlambat. Padahal, direncanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan, tiga tahun silam.
“Perencanaan pembangunan Teknopolitan ini sudah menghabiskan waktu selama tiga tahun, dan sampai saat ini belum terealisasi, karena termakan waktu dengan teken menekan MoU dan menyambut para Mentri-mentri, sehingga realisasi pembangunan teknopolitan tersebut, masih sebatas peletakkan batu pertama”, tuturnya.
Amiruddin, dengan berbagai kendala atas keterlambatan realisasi pembangunan teknopolitan ini, Pemdakab Pelalawan, harus menjelaskan kepada masyarakat, kemudian, masalah ganti rugi lahan yang dicadangkan untuk tempat lokasi Pembangunan Teknopolitan itu”, singkat Amir.
Rabu (07/01)Sejumlah Pelaku Kuli Tinta/Wartawan, sedang membahas perseteruan Politik yang sedang memanas di Kabupaten Pelalawan.
Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (Sonaatulo Halawa), berharap kepada seluruh rekan- rekan Media yang tergabung Dalam Organisasi GWI untuk dapat menimalisir berita-beritanya dan jangan menimbulkan suatu pemberitaan yang notabinennya menimbulkan hal-hal yang akan menjadi runcing.
"Kita sebagai Media, dituntut untuk lebih profesional dan harus menjadi alat pemerintah untuk pengelurus persoalan-persoalan yang sedang hangat dibicarakan oleh pelaku-pelaku politik di derah Pelalawan ini".
Memang kita tahu bahwa hal-hal yang sedang terjadi ini, karena Pesta Demokrasi atau yang dikenal Pilkada sudah dekat".
Dengan sedemikian kata Sonaatulo Halawa, agar masyarakat yang mengikuti perkembangan berita-berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini dikalangan masyarakat, untuk tidak terprofokasi
Sejumlah Pelaku Kuli Tinta/Wartawan, sedang membahas perseteruan Politik yang sedang memanas di Kabupaten Pelalawan.
Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (Sonaatulo Halawa), berharap kepada seluruh rekan- rekan Media yang tergabung Dalam Organisasi GWI untuk dapat menimalisir berita-beritanya dan jangan menimbulkan suatu pemberitaan yang notabinennya menimbulkan hal-hal yang akan menjadi runcing.
"Kita sebagai Media, dituntut untuk lebih profesional dan harus menjadi alat pemerintah untuk pengelurus persoalan-persoalan yang sedang hangat dibicarakan oleh pelaku-pelaku politik di derah Pelalawan ini".
Memang kita tahu bahwa hal-hal yang sedang terjadi ini, karena Pesta Demokrasi atau yang dikenal Pilkada sudah dekat.
Dengan sedemikian kata Sonaatulo Halawa, agar masyarakat yang mengikuti perkembangan berita-berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini dikalangan masyarakat, untuk tidak terprofokasi (Yulianus)
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |














