Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Distan Pelalawan Hanya Memberikan Pembinaan
Proyek Cetak Sawah Teluk Bakau Tahun 2013 Gagal

S03/Y01/O.04 16
Jumat, 16 Jan 2015 | dilihat: 2056 kali

Proyek cetak sawah Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar tahun anggaran 2013 gagal dikerjakan.

Pasalnya, hingga tahun 2014 ini tidak kunjung selesai, sehingga masyarakat setempat memprotes hasil pengerjaan proyek itu.

Betapa tidak kecewa masyarakat setempat, proyek cetak sawah yang berlokasi di dusun 2 dengan luas lahan 100 hektar, yang terdiri dari 100 KK, dan setiap KK nya memiliki lahan satu hektar hanya selesai 60 %. Berarti hanya 60 KK yang dapat mengerjakan sawahnya dan 40 KK lagi gigit jari.

Untuk proyek cetak sawah ini anggarannya Rp 10 juta per satu hektar, artinya anggaran seluruh proyek mencapai Rp 1 Miliar untuk 100 hektar.

Menurut informasi dari warga setempat yang melaksanakan pengerjaannya melalui Doni, warga Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Kontraktor pelaksana hanya sanggup mengerjakan 60 hektar dan telah menjadi sawah serta ditanami oleh kelompok tani, untuk sementara 40 hektar lagi masih menjadi semak belukar tanpa tersentuh pekerjaan sedikitpun.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan Ir. Syahfalepi.

M. Si didampingi staffnya Demsi, SP, Selasa (06/01/2014),  mengatakan, dana cetak sawah itu merupakan Bansos berbentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari APBN, dan uangnya ditransfer langsung kerekening kelompok tani.

“Kami dari dinas hanya selaku pembinaan kepada kelompok tani dan tidak ada ikut campur soal pekerjaan cetak sawah di Desa Teluk Bakau itu begitu juga pencairan uangnya kamipun tidak mengetahui, karena bersumber dana dari APBN dan uangnya ditransfer kerekening kelompok tani”. Katanya
Semestinya, lanjut Fahlepi, yang dikonfirmasi terkait cetak sawah tersebut adalah kelompok taninya bukan dinas, sebab dinas hanya memberikan pembinaan. Dan tanggung jawab penggunaan dana APBN tersebut adalah kelompok tani kecuali dananya dari APBD Pelalawan. jelasnya

Syahfalepi mengatakan, proyek cetak sawah terkadang masalah lainnya adalah setelah selesai ditumbang, pokok-pokok kayu tidak langsung lapuk, dan petani menuggu kayu sudah lapuk untuk menanam padi, akhirnya para petani gagal menanam.

“Sering timbulnya masalah proyek cetak sawah, tahun 2014 kami tidak menerima program cetak sawah karena dinilai masih belum maksimal dalam meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Pelalawan”.   Ungkapnya mengakhiri. (S03/Y01/O.04)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved