Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Khawatirkan Kemarau Panjang,
Gubernur Riau Gelar Rakor Karhutla Bersama Bupati dan Walikota di Pekanbaru

M.Firman
Senin, 06 Jul 2020 | dilihat: 2029 kali
Foto: Doc: Foto saat Gubernur Riau menggeelar Rakor Karhutla Bersama Bupati dan Walikota di Pekanbaru

SIAK,Ungkapriau.com- Pemerintah Provinsi Riau bersama Bupati se Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi upaya pencegah dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Dang Merdu Menara Bank Riau Kepri Pekanbaru, Senin (6/7/2020).

 

Rapat ini sebagai bentuk koordinasi dalam mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diprediksi akan terjadi pada Tahun 2020 kedepan sehingga rapat ini di gelar dan agenda pembahasannya difokuskan pada langkah-langkah antisipasi terjadinya Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

 

Demikian Rapat Koordinasi upaya pencegah dan pennggulngan Karhutla ini dibenarkan Bupati Siak, Alfedri kepada media ini, Senin (6/7/2020).

 

Bupati Alfedri menyebut adanya kemungkinan terjadinya kemarau panjang yang diprediksi akan terjadi pada tahun ini. Karena itu agenda rapatnya difokuskan pada langkah-langkah antisipasi terjadinya Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau termasuk di Kabupaten Siak.

 

"Benar, hari ini seluruh Bupati seRiau menghadiri rapat koordinasi termasuk Bupati Siak (Alfedri-red) membicarakan berbagai langkah antisipasi terjadinya Bencana Karhutla yang diperkirakan berpotensi terjadi saat memasuki siklus kedua musim kemarau nanti, kemungkinan terjadi antara Bulan Juni hingga Oktober mendatang," jelas Alfedri.

 

Lanjut kata dia, Rakor tersebut dipimpin oleh Gubernur Riau Syamsuar, dihadiri unsur Forkopimda Propinsi Riau, serta para Bupati dan Walikota se-Propinsi Riau.

 

"Sesuai arahan yang disampaikan Bapak Gubernur, Rakor ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden dalam upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Propinsi Riau. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla terus menerus dengan langkah tersinergi antara pemerintah pusat, propinsi, dan daerah," sebutnya.

 

Dalam keterangan Gubernur Riau, kata Alfedri.  "Provinsi Riau memiliki lahan gambut seluas 4,9 juta hektar, dengan dua siklus musim kemarau dalam setahun. Kondisi geografis dan iklim inilah salah satu faktor mengapa Provinsi Riau menjadi daerah langganan kebakaran hutan," ucapnya.

 

Bupati Alfedri juga mengingatkan seluruh masyarakat Kabupaten Siak, agar dalam menghadapi musim kemarau beberapa kedepan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal tersebut kata dia sangat berdampak kepada kegiatan usaha dan makluk hidup.

 

Lebih lanjut Bupati Alfedri menjelaskan suatu penjabaran Gubernur Syamsuar dalam Rakor yang dihadir seluruh Bupati seRiau bahwa kondisi geografis Riau yang rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan. Ia meminta seluruh pihak termasuk kepala daerah agar kerja keras dan bahu-membahu mencegah terjadinya bencana di daerah masing-masing.

 

Dalam Rakor itu, kata Alfedri. Gubernur Riau menekan dan mengajak seluruh Bupati dan Walikota untuk bersama-sama mencari solusi permanen dalam mencegah Karhutla ini.

 

"Bupati dan Walikota agar mencari solusi permanen seperti halnya mengembalikan fungsi alami gambut yang basah, agar kembali berair dengan merubah perilaku melalui penyuluhan terpadu dan terintegrasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Alfedri, seraya mengulang penegasan Gubernur Syamsuar pada Rakor itu.

 

Selanjutnya mantan Bupati Siak itu juga meminta setiap Kabupaten dan Kota segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Satu Komando dalam wadah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. (M.Firman)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved