Kendati pihak sekolah SMP C9 School, Kelurahan Kerinci Timur, Kabupaten Pelalawan-Riau, telah menyediakan jasa keamanan (Security) untuk menjalankan penerapan SOP yayasan C9 School, baik penerapannya untuk tertip siswa/i maupun untuk para tamu. Akan tetapi, dengan kehilangan kendaraan siswa dalam penjagaan security ini, membuat saya selaku keluarga korban, kecewa.
Pasalnya, kehilangan kendaraan anak saya yang sedang terparkir didalam pagar yayasan school tersebut, sedang dalam posisi terkunci.
Ironisnya lagi, “Sebelum hilangnya kendaraan anak saya bernama Foera Era Laia (15thn) Selasa (17/4) sekira pukul 11:00 Wib, telah dipakai Security (Sulaiman) untuk mengantarkan salah seorang siswa SMP C9 yang sedang sakit ke Gg. Dua ribu Pangkalan Kerinci”, jelas Sokhiatulo Laia kepada wartawan ketika itu.
Sekhiatulo Laia menambahkan, “motor saya yang sedang terparkir didalam pagar sekolah tersebut, kami meminta pertanggung jawaban pihak Yayasan C9 School dan terlebih-lebih kepada Sulaiman (Security) yang sebelumnya memakai kendaraan tersebut, kurang dari satu jam lamanya”, ungkap sekhiatulo Laia mengakhiri.
Atas penyampaian informasi ini oleh orang tua Foera Era Laia (Sekhiatulo Laia), Ungkap Riau kemukakan ketua yayasan SMP C9 School (Laoli) diruangan kerjanya Kamis (09/4), untuk konfirmasikan persoalan kehilangan KBM milik siswanya pada tanggal 17/3-2015 lalu.
Laoli, “dalam kejadian itu, sudah saya dampingi Foera Era Laia (Korban) melaporkan kejadian itu di kantor Polsek Pangkalan Kerinci”, jawabnya.
Disampaikannya, “sejumlah saksi mata dalam kejadian tersebut, secara peribadi sudah saya mintai keterangan, dan ciri-ciri pelakunya, sama dengan ciri-ciri yang dijelaskan salah seorang tukang (A. Bima Zalukhu)”, jawabnya.
Hilangnya sepeda motor milik siswa C9 itu, menimbulkan keanehan, karena setelah dipinjam security kenapa sepeda motor itu yang harus di curi.
| Baca juga: | |
| Komunitas Sepeda Motor Pelalawan Touring Ke Siak | |
| Puluhan Calon Siswa SMKN 1 Pangkalan Kerinci Dikhawatirkan Putus Sekolah | |
Ketika wartawan menanyakan SOP yayasan (ketertiban keluarnya masuk siswa/i maupun yang bertamu di C9 School), pihaknya mengaku, bahwa bila ada siswa/i atau tamu yang Keluar masuk harus melapor ke security. Namun kecolongan ini terbeban kepada petugas yayasan (secuity).
Anehnya dalam konfirmasi wartawan ini kepada pihak C9 school, sempat bersitegang, karena pihak C9 school pada saat itu, seolah-olah membatasi tugas dan fungsi wartawan.
Mengapa pihak school C9 ini dinilai membatasi konfirmasi Pers, karena Ketua yayasan C9 school ini (Laoli) menyebutkan “bilamana saya merasa terganggu dengan konfirmasi wartawan, atas kehilangan KBM milik siswanya itu, dia bertindak dan atau mengusir”.
Untuk diketahui bahwa sudah 15 tahun yayasan C9 school ini berdiri, dan sudah banyak wartawan serta LSM yang datang, dan tidak seperti pertanyaan saudara-saudara yang melebihi pertanyaan polisi.
Ironisnya, ketua yayasan school C9 ini, merasa alergi dan tertekan dengan pertanyaan-pertanyaan wartawan yang merupakan tanggung jawabnya sebagai pihak sekolah C9 dan terlebih lagi Security.
Padahal, pertanyaan para sejumlah wartawan ini, hanya sebatas ingin mengetahui kronologis kejadian yang sebenarnya, atas hilangnya kendaraan milik korban yang sebelumnya di pinjampakaikan kepada Sulaiman (Security).
Lebih jauh Laoli membenarkan bahwa, “kendaraan Foera Era Laia itu, dipakai Security (Sulaiman). Akan tetapi, setelah usai mengantarkan siswa yang sedang sakit itu, langsung dikembalikan olehnya di tempat semula”, jelasnya tanpa memperbolehkan Security menjelaskan kejadian itu sebagaimana konfirmasi wartawan. Bahkan pihak yayasan ini, menyuruh petugas security keluar dari ruangan, agar tidak bercerita terkait kasus tersebut.
Tambah Laoli, “setelah mengantar siswa itu, Sulaiman langsung berangkat ke BANK BNI untuk mengurus suatu tugas yang diberikan pihak yayasan C9 school”, tambah Laoli tanpa menjelaskan apa yang diurus sang sicurity tersebut di BANK.
Anehnya lagi, seolah-olah dalam kronologis kasus ini, Laolilah yang lebih mengetahui kejadian atas hilangnya kendaraan korban tersebut dibandingkan orang yang telah memakai sebelumnya (Sulaiman).
Menurut Laoli, bila rekan-rekan wartawan mau tahu persoalannya, silahkan saja konfirmasikan di Polsek Pangkalan Kerinci, “Tanyakan saja disana, karena sudah dibuat laporan kehilangan, bahkan korban sudah di dimintai keterangan melalui STPL oleh Polsek terkait kasus kehilangan ini”, jelasnya mengakhiri. Yulianus/ Aris/Samsul
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















