Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Tak Masuk Pereingkingan Online,
Puluhan Calon Siswa SMKN 1 Pangkalan Kerinci Dikhawatirkan Putus Sekolah

Yulianus Halawa
Rabu, 06 Agus 2025 10:41 WIB | dilihat: 39492 kali
Foto: Anggota DPRD Riau Monang Eliezer Pasaribu, S.Sos, M.Si

Pelalawan (ungkapriau.com)- Puluhan Anak-anak Siswa-siswi yang mendaftar pada Pendaftaran Penerimaan Murid Baru (PPDB) Tahun 2024-2025 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK-1) Kecamatan Pangkalan Kerinci, merasa resah dan putus sekolah.

Keresahan yang dialami oleh puluhan anak-anak Siswa-siswi ini, karena respon dan solusi penambahan lokal, belum ada dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk di SMKN-1 Pangkalan Kerinci.

Padahal, beberapa waktu yang lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan, Tokoh Masyarakat Pelalawan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan telah melakukan koordinasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Namun, hasil perjuangan itu, sampai sekarang belum jelas.

Ketika persoalan ini di konfirmasikan kepada Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri-1 Pangkalan Kerinci. H.Nasri menyampaikan bahwa penambahan lokal yang telah di perjuangkan oleh DPRD Kabupaten Pelalawan ke Provinsi Riau, tidak dikabulkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Oleh karena itu, kata Kepala Sekolah H.Nasri agar para orang tua Siswa-siswi yang tidak tertampung di SMKN 1 untuk segera ke SMAN 2. Sebab, kuota kita sudah penuh.

"Maaf bang, yang usulan 74 penambahan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau tidak ada dan tidak jadi di acc Provinsi. Untuk itu, disarankan provinsi untuk pemenuhan kuota di SMAN 2 bang. Mohon bantu juga bang sampaikan ke anaknya untuk hal ini. Biar mereka segera masuk sekolah," kata H.Nasri kepada media ini melalui pesan WA peribadinya, Senin (04/8/2025).

Anehnya dalam PPDB Tahun 2024-2025 ini di SMKN 1 Pangkalan Kerinci, anak-anak Siswa-siswi lulusan SMP Pangkalan Kerinci dan beridentitas Pelalawan sulit masuk di SMK tersebut.

Akan tetapi, dalam pantauan media ini pada PPDB Tahun 2025 banyak terdeteksi anak-anak yang di terima dari Kabupaten tetangga seperti kabupaten Siak dan juga banyak dari kecamatan lain diluar kecamatan Pangkalan Kerinci.

Sejatinya, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pangkalan Kerinci yang di Pimpinan H.Nasri ini memprioritaskan anak-anak Pangkalan Kerinci yang secara umum Kabupaten Pelalawan.

Namun faktanya tidak sedemikian.

Sementara itu, Humas SMKN 1 H.Rasyid Rangkuti menyampaikan bahwa terkait jumlah 296 siswa /i yang tak masuk Pereingkingan dan Kepala Sekolah H.Nasri selalu koordinasi ke Provinsi terkait hal ini. Namun Provinsi mengarahkan untuk pemenuhan Kuota SMA 2 sebanyak 45 orang.

Mengenai jumlah siswa-siswi yang tak tertampung dalam PPDB di SMKN 1 sebanyak 296 siswa/i.

"Benar, untuk jumlah kelulusan siswa-siswi tamatan 2025 sebanyak 630 orang," jelasnya.

Di tempat terpisah Anggota DPRD Provinsi Riau Partai Demokrat asal Pemilihan Pelalawan-Siak, Monang Eliezer Pasaribu, S.Sos, M.Si membenarkan bahwa masalah siswa-siswi yang tidak masuk pereingkingan online di SMKN 1 Pangkalan Kerinci sudah disampaikan di Disdik Riau. Namun, masih belum ada solusinya.

"Benar, persoalan itu sudah kita sampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Tapi, masih belum ada hasil pastinya dari Provinsi," katanya kepada media ini lewat kontak person. Rabu (6/8/2025).

Jika masih ada puluhan Siswa-siswi yang belum masuk ke SMK sesuai jurusan yang dipilih oleh anak-anak generasi penerus bangsa ini, biar saya tindaklanjuti ke Disik Provinsi kembali ya.

Sejumlah calon Siswa-siswi SMKN 1 Pangkalan Kerinci yang sempat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa mereka bukan tidak mau ke sekolah di SMA 2 sesuai anjuran Disdik Provinsi Riau dalam pemenuhan Kuota. Namun, kami senang di SMK karena itu merupakan sekolah kejuruan.

"Iya, Pak. Kami maunya sekolah di SMKN 1 Pangkalan Kerinci sesuai jurusan yang kami cita-citakan sehingga harapan kami bisa sekolah di SMKN 1 itu," ungkap sejumlah Sisw

a-siswi ini.***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved