UNGKAP RIAU, PELALAWAN - Peristiwa dua pemuda asal Provinsi Sumatra Utara (Sumut) berinisial AP (23) dan EL (19) yang di kejar-kejar oleh Security SWM PT. RAPP dan sejumlah Oknum Polres Pelalawan, pada Jum’at (21/08/2015) sekitar Pukul 12.00 WIB, karena Maling Besi (Mabes). Kini dua Pemuda tersebut telah ditemukan tewas di Danau Buatan milik PT. RAPP, Sabtu (22/08) oleh petugas SAR, Security SWM PT. RAPP dan Polres Pelalawan, sekitar pukul 12.00 WIB.
Dua pemuda asal Provinsi Sumut yang berhasil ditemukan dan di Evakuasi pada hari Sabtu tersebut langsung di bawa ke Rumah Sakit Bayangkara, Pekanbaru, Jalan Kartini No. 14, guna dilakukan vrs/otopsi.
Proses visum luar kepada dua korban maut Danau Buatan PT. RAPP ini oleh pihak RS Bayangkaran, di lakukan secara bersamaan pada pukul 17.00 WIB. Sedangkan proses Otopsi di laksanakan satu persatu, berawal dari korban yang berinisial AP dari Pukul 21.00 WIB hingga Pukul 24.00 WIB, dan dilanjutkan kepada korban yang berinisial EL pada Pukul 12.00 WIB sampai dengan Pukul 02.00 WIB.
Setelah selesai proses otopsi, Jenazah kedua korban langsung diantar oleh pihak Rumah Sakit dengan mobil Ambulance ke rumah Keluarga korban yang bertempat di Gang 2000 Kec. Pkl. Kerinci, Kabupaten Pelalawan-Riau.
Ironisnya, surat pengantar dua Jenazah itu tidak ada diterima oleh pihak keluarga dari pihak Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau maupun dari pengantar.
Ketika sejumlah wartawan menanyakan surat pengantar dari Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau kepada keluarga korban, Romanus Telaumbanua yang merupakan keluarga dari korban Inisial EL mengaku bahwa mereka tidak ada menerima surat pengantar.
“Saya tidak ada terima surat pengatar dari pihak Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau maupun dari pihak Polres Pelalawan,” jelasnya.
Selaku keluarga salah satu Korban, Romanus meminta pihak Perusahaan PT. RAPP dan atau Pihak Polres Pelalawan menjelaskan kepada mereka (keluarga korban) pada siapa pihaknya konfirmasi, komunikasi seputar persetujuan otopsi terhadap kedua korban. Ya, saya juga meminta pihak perusahaan PT. RAPP menjelaskan penyebab kematian kedua keluarga kami ini.
“Bila kedua korban ini meninggal karena tenggelam saat mandi di Danau Buatan PT. RAPP, tentu kami dari keluarga korban tidak perlu melakukan otopsi terhadap korban. Karena setahu saya, jenazah seseorang yang telah meninggal dan dilakukan tindakan otopsi, itu karena adanya dugaan-dugaan dan atau unsur-unsur diluar kewajaran kematiannya,” katanya kesal.
Lebih jauh Romanus Telaumbanua menjelaskan bahwa korban yang berinisia EL tersebut, sangat pandai berenang. Bahkan dia mantan pekerja Kapal laut di Sibolga, sehingga mustahil meninggal karena tenggelam.
| Baca juga: | |
| Menjelang Bulan Ramadhan Tempat Maksiat Ditertibkan | |
| Polda Banten Bagikan Ratusan Masker | |
Mengenai korban yang berinisial AP tersebut, saya tidak tahu percis apakah dia bisa berenang atau tidak. Ya, tanyakan saja kepada keluargannya, karena yang lebih mengetahui kondisinya adalah keluargannya.
Ditempat terpisah Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Wartawan Indonesia (DPC-GWI) Kabupaten Pelalawan, Yulianus H, Minggu (24/08) di Jalan Lintas Timur, Kec. Pkl. Kerinci mengatakan, dengan sekian kalinya terjadi kasus-kasus kekerasan yang dilakukan Security PT. RAPP kepada masyarakat, sudah semestinya penegak hukum menunjukkan kinerjanya dan menetapkan Pimpinan PT. RAPP sebagai tersangka.
Hal ini saya sampaikan, karena Polres Pelalawan dinilai tunduk dengan Perusahaan. Bahkan kepemimpinan Polres Pelalawan sudah berulangkali silih berganti, namun satupun kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh Pihak Security terhadap masyarakat tidak terungkap.
Yulianus, dari tahun 2011 sampai tahun 2015 ini, sudah ada sejumlah masyarakat yang tewas akibat prilaku Security PT. RAPP ini dan tidak pernah ada yang terungkap.
Dijelaskannya, mulai dari tahun 2011 silam, banyak tercatat kejadian-kejadian di lingkungan area larangan perusahaan tersebut. Bahkan pada waktu silam itu, Ucok Lase, salah seorang pelaku pencuri besi tua milik PT. RAPP disiksa sampai mata korban sebelah kiri pecah, selanjutnya pada Krisman DC, juga ditebas dileher dan kepala hingga pada waktu itu nyaris tewas. Pada tahun 2012, inisial AP yang juga sebagai korban diantara dua orang yang telah tewas pada tanggal 22 Agutus 2015 ini, pernah disiksa dan di bacok mulutnya hinga mengakibatkan rahang korban patah pada ketika itu. Namun kasus-kasus tersebut hingga kini belum juga terungkap oleh pihak penegak hukum.
Kalau kita melihat kasus penyerangan POS 1 PT. RAPP tahun silam itu juga disebabkan perbuatan sewenang-wenang security ini. Ya, tahun 2013 juga salah seorang warga yang Bermarga dari Tapanuli juga tewas di Danau Buatan tersebut, sehingga Danau Buatan milik PT. RAPP itu diduga tempat Exsekusi mati pencuri Besi Tua.
Ditambahkannya, apapun alasan perusahaan PT. RAPP dengan ditemukannya dua pemuda yang telah tewas di Danau Buatan milik perusahaan tersebut merupakan tanggung jawab penuh perusahaan. Karena, kemungkinan saat kedua korban ketahuan melakukan aksi Mabes dan lalu di kejar oleh security, keduanya bisa saja melarikan diri dengan keadaan panik hingga tenggelam di Danau milik PT. RAPP tersebut.
Akan tetapi, penyebab kematian salah satu korban sangat diragukan. Karena korban yang berinisial EL tersebut bisa berenang dan bahkan mantan pekerja kapal laut. Berenang bagi mantan pekerja kapal laut pastinya bukanlah hal yang sulit, sehingga kemungkinan dia tenggelam itu sangat kecil.
Ketua DPC-GWI Kabupaten Pelalawan menegaskan kepada pihak penegak hukum (Polres Pelalawan) untuk mengusut kejadian ini dan kejadian-kejadian sebelumnya. Dan diharapkannya juga kepada pihak Rumah Sakit Bayangkara Pekanbaru untuk tidak menutup-nutupi bila mana nantinya ditemukan kejanggalan dalam Otopsi kedua jasad korban, terkait penyebab kematian mereka. Abdul
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















