Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Zukri Misran Siap Emban Amanah Masyarakat Jadi Bupati
2 Tahun Usia Kepemimpinannya Jamin Rubah Kabupaten Pelalawan

Y01/Abdul
Rabu, 26 Agus 2015 | dilihat: 2165 kali
Foto: Zukri Misran dan Anas Badrun, Calon Bupati dan Cawabup Kabupaten Pelalawan. Periode 2016-2021.

UNGKAP RIAU, PELALAWAN - Bilamana masyarakat Kabupaten Pelalawan memberikan amanahnya dan memenangkan kami berdua dalam Pilkda yang diselenggaran secara serentak oleh komisi pemilihan umum daerah (KPUD) Kabupaten Pelalawan 9 Desember 2015 mendatang.

Sebagai Bupati dan wakil Bupati Pelalawan (Zukri-Anas) menjamin kepada masyarakat bahwa 2 tahun saja usia kepemimpinan kami setelah terpilih bisa merubah berbagai perkembangan pembangunan serta peningkatan diberbagai sektor untuk mensejahtrakan masyarakat Kabuapten Pelalawan. Seperti Pendidikan Hebat, Kesehatan Hebat, Ekonomi Hebat, Pembangunan Hebat, Pemerintahan Hebat, Pemerataan Hebat.

Demikian jaminan calon Bupati Pelalawan, Zukri Misran, kepada masyarakat ikatan keluarga nias (IKN) Kabuapten Pelalawan dalam silaturahminya di kediaman Ketua Cabang IKN Pangkalan Kerinci belum lama ini.

“Banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Pelalawan akhir-akhir ini. namun belum terjawab solusinya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan,” akunya ketika itu.

Bupati Zukri menyingung persoalan hak-hak masyarakat transmigrasi yang menurut pemerintah suatu pemicu naiknya angka kemiskinan di daerah Kabupaten Pelalawan. Kalupun itu benar keberadaan masyarakat transmigrasi diluar masyarakat asli melayu misalnya. Itu bukan berarti mereka pemicu angka kemiskinan.

“Keberadaan masyarakat diluar asli melayu yang ada di daerah Pelalawan ini, semestinya Pemerintah bangga. Tampa adanya masyarakat transmigrasi di daerah ini, pasti Kabupaten Pelalawan ini, tidak akan  memenuhi persyaratan untuk menjadi sebuah daerah pemekaran ketika itu,” sebutnya.

Ungkapnya, masyarakat transmigrasi dan masyarakat lainnya membuat daerah ini berkembang. Bahkan masyarakat sudah banyak memberikan untuk daerah ini.

“Saya sebagai calon Bupati Pelalawan yang berpasangan dengan Bapak Drs. H. Abdul Anas Badrun, sangat tidak setuju bila masyarakat dijadikan topeng perlindungan dan disebut sebagai pemicu naiknya angka kemiskinan di daerah Tuah Negri Seiya Sekata,” tukasnya.

 Adanya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, mengetaskan kebodoan, merubah kebiasaan buruk masyarakat, membangun ketaqwaan masyarakat, memberikan hak-hak masyarakat tampa intimidasi, membuang asumsi rasa perbedaan (diskriminasi) dan lain sebagainya, karena peranan yang diberikan masyarakat diluar penduduk asli melayu di daerah ini, begitu banyak.

Menurutnya, bila dia dipercayakan masyarakat memimpin Kabupaten Pelalawan untuk periode 2016-2021, segala problem yang diahadapi daerah Pelalawan, bersama pasangannya dia menjamin bisa menyimpulkan suatu solusi penyelesaian persoalan-persoalan tersebut dalam 2 tahun saja.

Mengapa Zukri-Anas berani menjamin dan meyakinkan masyarakat Kabupaten Pelalawan bisa menyelesaikan persoalan masyarakatnya dalam jangka 2 tahun usia kepemimpinannya, karena dia menyusun matang strategi teknis program kerjanya.

“Ya, strategi teknis kerja saya bersama pasangan Bupati Pelalawan dikala itu, akan membuat target selama satu tahu untuk berkunjung di masing-masing desa/Keluarahan dan kecamatan, sehingga  berbagai informasi persoalan masyarakat di daerah-daera itu mudah untuk dicarikan solusinya,” jelasnya.

Sedangkan untuk tahun Ke-2,3,4 dan 5, tinggal melaksanakan apa yang menjadi solusi dalam menjawab permasalahan masyarakat di daerah-daerah tersebut.

Zukri Misran mencontohkan ibarat orang sakit strategi program kerjanya kepada UNGKAP RIAU.

kalau penyakit sesorang diperiksa dari awal, akan mudah untuk menyembuhkannya dan bila pengobatannya setelah sudah kronis, tentu sulit untuk disembuhkan. Artinya, bila Kepala Daerahnya lebih dini mencari tahu permasalahan-permasalahan yang terjadi di daerah-daerah Desa/Kelurahan dan Kecamatan misalnya, pasti mudah untuk mengobatinya.

 

“Bagai mana seorang Pimpinan Daerah (Bupati) baru bergerak mencari solusi penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat bawah diakhir jabatannya, sehingga itu sudah terlambat,”  tutupnya. Y01/Abdul



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved