Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
HM. Harris Realisasikan 7 Program Strategisnya.
Sejumlah Masyarakat Pelalawan Angkat Bicara

Y01/Abdul
Selasa, 29 Sep 2015 | dilihat: 5536 kali

UNGKAP RIAU, PELALAWAN - Walaupun sebagian besar media cetak dan media Elektronik memuji-muji serta gembor-gemborkan sejumlah program startegis Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan menjelang Pilkada 9 Desember 2015 ini. Namun masyarakat tidak mengakui program itu suatu keberhasilan.

Pasalnya, 7 program pembangunan tersebut hanya  media masa saja yang mengakui,  sedangkan masyarakat Kabupaten Pelalawan sebagian besar tidak membenarkan program itu suatu keberhasilan, karena masyarakat belum maksimal merasakannya.

Hal ini diungkapkan salah seorang warga Pangkalan Kerinci, Ramli Elly melalui pesan singkatnya di layar media Sosial FB, kepada UNGKAP RIAU, Selasa (22/09).

Ramli Elly. Kalau Pemda Pelalawan menganggap Program Pelalawan Terang, Pelalawan Sehat dan Pelalawan Cerdas suatu keberhasilan. Atas nama peribadi dia membantahnya. "Ya suatu keberhasilan itu, bukan hanya omongan dan bukan program Pelalawan terang, bukan program Pendidikan gratis dan bukan program Pelalawan sehat melainkan masyarakatnya sejahtra," katanya.

Menurutnya, jika secara merata ekonomi masyarakat Kabupaten Pelalawan membaik dan tidak ada lagi masyarakat miskin di daerah ini, maka seluruh lapisan masyarakat wajibkan memberikan apresiasi kepada Pemerintahnya.

Mengenai program Pelalawan terang ini, benar adanya sudah direalisasikan namun lampu listrik juga sering hidup dan gelap. "Lalu bagimana pendapat masyarakat pelalawan seputar itu?". 

Kemudian masalah program Pendidikan gratis yang kini sedang digembor-gemborkan oleh pemerintah Kabupaten Pelalawan di media masa. "Apanya yang  gratis ?".

"Pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat apa yang digratiskan saat penerimaan siswa baru di daerah ini dan jangan asal membuat program Pendidikan gratis bila kenyataannya tidak sedemikian," ungkapnya.

Mengapa saya berani mengatakan Pendidikan gratis itu tidak benar adanya, karena masih ada permintaan biaya seragam sekolah kepada masing-masing siswa-siswi baru di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pelalawan. Jadi Pemerintah daerah janganlah berlindung dibelakang Program Pelalawan Sehat, Pelalawan Terang dan Program Pendidikan gratis dalam momen Pilkada 9 Desember 2015 ini.

Hal yang sama ditambahkan Anto pucuk sawit yang mengatakan. Program Pelalawan terang itu hanya namanya saja yang diadopsi Pemerintah untuk berlindung agar masyarakat Pelalawan percaya dan terpelet dalam Pilkada 9 Desember 2015 ini. 

Apriadi Amin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk memilih Pemimpin yang tepat untuk melakukan perubahan pembangunan Pelalawan 5 tahun yang akan datang. "Bila masyarakat Pelalawan ingin menikmati pemerataan pembangunan di daerah ini, masyarakat harus bersama-sama mempertimbangkan 2 Pasangan calon itu," sebutnya.

Hal berbeda disampaikan Tigor Situmorang. Kiranya dalam kepemimpinan Zukri-Anas kedepan, lahan sawit perusahaan besar dapat dibatasi untuk tempat pemberdayaan Ekonomi masyarakat Kabupaten Pelalawan. Masyarakat yang harus di sejahtra dan bukan hanya pemilik modal (Investor). Apalagi keberadaan Perusahaan-perusahaan besar di daerah Kabupaten Pelalawan saat ini, banyak yang lari dari komotmen dan banyak membawa bencana kepada masyarakat.

Ironisnya lagi, perusahaan-perusahaan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakata dan masyarakat melaporkan pada pihak Pemerintah. Banyak masyarakat kecewa dengan proses penyelesaian yang dinilai bertele-tele, sehingga akibatnya masyarakat yang terus disalahkan. Nomor urut 2 OK banget dengan jiwa kesatrianya, yang dimana juga calan bupati nomor urut 2 tersebut berani meninggalkan tugasnya sebagai Onggota DPRD Riau demi membangun Kabupaten Pelalawan yang gemilang.

Ditambahkan Tigor, saya bersedia mengumpulkan masyarakat Kabupaten Pelalawan dan berjumpa dengan Pasangan Zukri-Anas dengan mebuat kontrak politik, katanya singkat.

Dedi Haryanto sepaham dengan Tigor Situmorang bahwa lahan yang tersisa di daerah Kabupaten Pelalawan harus dicadangkan untuk masyarakat Kabupaten Pelalawan. Pemerintahan Zukri-Anas kedepan diharapkan untuk mengambil kebijakan yang berpihak rakyatnya, agar lahan-lahan kosong tidak lagi diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan nasib masyarakat sekelilingnya.

"Lahan perkebunan Perusahaan yang sudah habis masa kontraknya juga harus dikembalikan kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk kebaikan Ekonomi masyarakat. Bila masyarakatnya sudah baik Ekonominya, itulah yang merupakan keberhasilan dan menjadi acuan pedoman bagi masyarakat lainnya sehingga kepemimpinan Bupatinyapun diapresiasikan," tutupnya. Y01/Abdul



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved