Pelalawan (ungkapriau.com)- Pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan, terus menggaungkan tentang keindahan Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci agar masyarakatnya sehat dan bugar. Namun, faktanya dilapangan tidak sedemikian.
Pasalnya, beberapa Minggu terakhir ini, Pangkalan Kerinci Kota yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Pelalawan, menjadi kota terkotor dari berbagai pembuangan sampah warga.
Contohnya saja dalam pemantauan media ini, sepanjang Jalan Engku Raja Lela Putra, Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, ditemukan beberapa titik tumpukan sampah yang terus mengganggu pernafasan masyarakat akibat menghirup bauk busuk sampah - sampah itu.
Sungguh sangat aneh. Pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan, dinilai tidak menghiraukan keberadaan tumpukan - tumpukan sampah yang menggunung di beberapa titik pada pinggiran Jalan Engku Raja Lela Putra itu.
Keberadaan tumpukan Sampah - sampah yang menggung di wilayah Kelurahan Kerinci Timur tersebut, dikhawatirkan memunculkan wabah penyakit yang akan menyerang masyarakat. Sebab, sampah - sampah ini, mengeluarkan aroma bauk busuk yang tidak sedap setiap melintasi jalan itu.
Tahun lalu, masyarakat Kota Pangkalan Kerinci, khususnya warga Kelurahan Kerinci Timur, mengeluhkan kentut busuk pabrik PT. RAPP. Akan tetapi, kali ini, bukan lagi kentut bau busuk Pabrik APR PT RAPP yang di keluhkan masyarakat melainkan bauk busuk sampah - sampah yang tertumpuk menggung di beberapa titik di sepanjang Jln.
| Baca juga: | |
| Pemilik Bengkel Jalan Seminai Pangkalan Kerinci Dibekuk Polisi | |
| Karyawan PT. MGI Meninggal di Perjalanan Menuju Pkl Kerinci | |
| Pembenahan Pembangunan Kota Kecamatan Pkl Kerinci Terlupakan | |
Diketahui bersama bahwa jumlah penduduk Kelurahan Kerinci Timur sesuai Data Base, sebanyak 41.458 jiwa atau 11.349 KK. Tentunya, dari jumlah KK tersebut akan menciptakan sumbangan sampah yang tidak sedikit. Bahkan diperkirakan, mencapai berton - ton setiap harinya.
Pertanyaannya, Dinas mana yang bertanggung jawab untuk penanggulangan penanganan sampah masyarakat kota Pangkalan Kerinci ini, atau Pemda Pelalawan yang tidak memiliki mobilisasi pengangkutan sampah - sampah tersebut.?..
Dinas yang membidangi penanganan masalah sampah ini, dikhawatirkan tidak sanggup dan perlu di evaluasi kinerjanya. Selanjutnya, Lurah Kerinci Timur juga dinilai tidak peduli dan ketiduran bersama DLH.
Masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci, ada dua poin yang menjadi keluhan kepada pemerintah Kabupaten Pelalawan antara lain masalah penanggulangan banjir kota Pangkalan kerinci dan masalah penanganan sampah yang sampai detik ini belum terselesaikan.***
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















