(Pelalawan ungkapriau.com) - Kejadian viral seorang remaja FA (15), Rabu, (16/7/2025), selamat dari gigitan buaya saat mandi di Pantai Ogis Teluk Meranti diyakini lukanya bukan disebabkan oleh gigitan buaya.
Photo yang beredar di sejumlah akun facebook itu, kini telah dihapus, terlihat seorang remaja tengah mendapatkan perawatan perobatan pada luka-luka oleh tim medis Puskesmas Teluk Meranti.
"Benar ada anak remaja berobat sama kita sekitar pukul 17:30 WIB menurut pengakuannya digigit buaya, sebagai tim medis kita mengutamakan perobatan dahulu" sebut Kepala Puskesmas Teluk Meranti, NS. Arisman Susilo. S. kep melalui tim piket Maya Natalia. Amd. Keb, singkat.
Kapolsek Teluk Meranti Ipda. Boby Even, SH. MH melalui Kanit Reskrim, Aipda. M. Ismi bersama Babhinkamtibmas Kelurahan Teluk Meranti, Aipda. H. Simanjuntak dan media ini menyambangi kediaman korban diLingkungan Teluk Punak untuk mencari kebenaran informasi beredar.
Dalam wawancara Aipda. Ismi dan Aipda. H. Simanjuntak dengan orang tua FA sekira pukul 20:30 WIB, Nurmansyah, melihat kondisi luka pada tubuh anaknya sepakat bukan digigit buaya, tapi, disebabkan oleh hal lain yang tidak diketahui.
"Melihat kondisi lukanya, saya juga kurang yakin bahwa anak saya telah digigit oleh buaya, karena tidak ada tanda-tanda bekas gigitan hewan", jelas Nurmansyah.
Berdasarkan saksi, teman-teman dan anaknya, Nurohman mengatakan, disaat anaknya mandi agak dikedalaman, seperti ada sesuatu yang menarik berbentuk kasar kemudian anaknya memukul berulang-ulang hingga dilepas yang menggigitnya.
Dikatakan Nurmansyah, kalau dibuat informasi anak saya lukanya disebabkan oleh kecelakaan sepeda motor saya kurang terima, karena, banyak saksi saya tanya satu persatu termasuk teman-temannya saat bersama mandi. Anak saya mendapatkan lukanya didalam air bukan didarat.
| Baca juga: | |
| Polsek Tapung Hulu Berikan Klarifikasi Kasus Penganiayaan | |
| Polsek Teluk Meranti Berhasil Ringkus Pelaku Beserta Barang Bukti 13 Paket Kecil | |
"Mungkin dirasa anak saya ada sesuatu menarik didalam air berbentuk kasar sehingga ia menduga buaya", tutup Nurmansyah.
Aipda. H. Simanjuntak, menjelaskan kronologis kejadian, FA bersama 9 orang temannya sedang bermain dipantai, 4 orang mandi dikedalaman air 2 meter sedangkan 6 orang mandi ditempat yang dangkal kemudian 4 orang kembali berenang ketempat yang dangkal dikedalaman sekitar 1 meter.
"Disaat itu FA berenang untuk kembali ketempat yang dangkal, namun, ia merasakan dibagian tubuh ada sesuatu yang menarik sekaligus mengiggit setelah dilihat ada luka kemudian berobat ke Puskesmas Teluk Meranti", jelas H. Simanjuntak.
H. Simanjuntak sempat memeriksa bagian tubuh anak tesebut menggunakan senter hand phone androidnya, setelah dicek tidak ada bekas gigitan dari hewan yang diduga buaya, kemudian ia juga konfirmasi kepihak medis piket, Maya Natalia. Amd. Keb, via telephone Whats App, Maya menjelaskan tidak ada bekas gigitan yang diduga dari hewan buaya.
H. Simanjuntak menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat jika sudah menjelang magrib untuk tidak keluar atau bermain di Pantai Ogis dan berhati-hati dalam bermedia sosial supaya tidak sampai keranah hukum dan tidak merugikan pihak lain.
Sementara itu, Aipda. M. Ismi, menjelaskan, tujuan mendatangi rumah orang tua FA guna mencari kebenaran dan mau meluruskan informasi yang telah beredar dimedia sosial.
"Kita melakukan cek and ricek terkait informasi beredar kalau seorang remaja terkena gigitan buaya saat sedang mandi di Pantai Ogis", sebut Ismi.
Dilihat secara kasat mata tidak ada tanda-tanda bekas gigitan hewan, karena lukanya luka lecet dan memang ada luka memar, orang tua FA juga sepakat jika luka tersebut bukan terkena gigitan hewan yang diduga buaya. Jelasnya.
Ismi meminta kepada masyarakat agar hati-hati dalam memberikan informasi baik secara langsung maupun secara elektronik, efeknya akan merugikan orang lain jika informasi yang diberikan tidak benar atau bohong.
Apalagi, lanjutnya, lokasi kejadian diwisata Bono yang merupakan menjadi kebanggaan Indonesia umumnya warga Pelalawan khususnya, jangan karena kelakuan oknum-oknum tidak bertanggung jawab membuat para wisatawan jadi ketakutan ketika mau berkunjung. Aipda. Ismi mengakhiri.(Sul).
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















