Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Pemeliharaan Jalan Riau Ujung Diduga Sarat Manipulasi

Arifin
Jumat, 13 Jun 2014 | dilihat: 2490 kali
Foto: Proyek pemeliharaan Jalan Riau Ujung APBN 2014 yang sudah dikerjakan, Sabtu (31/5).

Pekanbaru – Belum setahun usai dipelihara, tahun 2014 ini Dirjen Bina Marga kembali mengucurkan dana APBN sebesar Rp 2,1 milyar melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pekerjaan Umum Riau. Sementara anggaran sebelumnya, sebesar Rp 5 milyar dengan nama kegiatan dan ruas jalan yang sama. Sabtu 24 Mei 2014 lalu, sejumlah aktifis LSM yang dikomandoi Raja Adnan, nyaris ribut dengan kontraktor pelaksana, saat turun ke lokasi kegiatan. Pasalnya, selain karena sudah dianggarkan melalui APBD Riau tahun 2013 lalu sebesar Rp 5 milyar, pengerjaan yang dilakukan tahun 2014 ini tak punya papan plang nama. Alhasil, kegiatan pemeliharaan jalan yang merupakan hari pertama dilakukan oleh kontraktor, sempat dihentikan oleh sejumlah aktifis. Diantaranya, LSM Indonesia Monitoring Development (IMD) Raja Adnan, Ketua Forum LSM Riau Bersatu (FLRB) Ir Robert Hendriko, aktifis LSM Tri Bhakti Herman Z, dan tiga aktifis LSM Penjara. Para aktifis bersikukuh, Pengawas Operasi (PO) dari Dinas PU, Konsultan Pengawas, Kontraktor harus menemui mereka untuk menjelaskan awal ikhwal keberadaan proyek Jalan Riau Ujung tahun 2014. Mereka menilai proyek pemeliharaan jalan ini, sarat dengan manipulasi anggaran. Sekitar 3 jam kemudian, akhirnya ketiga unsur yang terlibat dalam pelaksanaan proyek pemeliharaan Jalan Riau Ujung ini datang menemui para aktifis. Mereka yang datang diantaranya, PO Dinas PU Riau, Teza, Konsultan Pengawas, Faisal dan Perwakilan kontraktor, Irwan. Para aktifis ini pun langsung mempersoalkan ketiadaan papan plang nama di lokasi kegiatan, ketidakberadaan Konsultan Pengawas, PO Dinas PU Riau saat proyek tengah dikerjakan. Sesaat kemudian, ketiga unsur tersebut didesak untuk menandatangani surat pernyataan sesuai temuan di lapangan. Namun,ketiga unsur yang terlibat dalam pelaksanaan proyek ini menolak membubuhkan tandatangan diatas kertas yang disiapkan para aktifis tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini sempat memancing emosi salah seorang aktifis LSM. Singkat cerita setelah bernegosiasi, akhirnya para aktifis dengan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek sepakat melakukan pertemuan 2 hari kedepan guna membahas temuan di lapangan dengan menghadirkan atasan masing-masing. Tiba pada hari yang dijanjikan, PO Dinas PU Riau, Teza saat dihubungi mengaku sang atasannya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rahmad Parulian tak bisa hadir dengan alasan tengah berada di Jakarta, ujar Direktur LSM Indonesia Monitoring Development IMD), Raja Adnan menirukan Teza. Pengakuan senada juga dikatakan Teza saat dihubungi riaueditor.com. β€œ Waduh, saya ndak bisa menjanjikan kapan pasti pertemuan. Soalnya, saat ini bos saya pak Rahmad Parulian tengah berada di Jakarta. Beliau saat ini sedang pusing akibat pemotongan sejumlah anggaran proyek yang beliau tangani tahun 2014 ini”, ujarnya. Sementara itu, data yang diperoleh riaueditor.com tahun 2013, Pemprov Riau melalui Dinas PU Riau telah mengalokasikan APBD Murni untuk pemeliharaan Jalan Riau Ujung senilai Rp 5 milyar. Proyek yang dimenangkan PT Bina Pembangunan Adi Jaya itu bernilai kontrak Rp 4,8 milyar. Kemudian tahun 2014 ini, nama kegiatan dan ruas jalan yang sama kembali dianggarkan oleh Dirjen Bina Marga melalui SKPD Dinas PU Riau. Kali ini proyek berdurasi 210 hari kalender itu dikerjakan oleh PT Aqeela – Hasrat (KSO) dengan nilai kontrak Rp 2,1 milyar lebih.

Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved