Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kubu Golkar di Riau Tidak Boleh Pecah

Rima
Jumat, 13 Jun 2014 | dilihat: 1962 kali
Pekanbaru - Genderang pertarungan kandidat 2 ( dua ) calon Presiden dan calon wakil presiden berkumandang seluruh nusantara. Terutama di Provinsi Riau sendiri. Ketua DPD II Partai Golkar yang menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Riau, Suparman menegaskan kubu Golkar tidak pecah. Keputusan dukungan partai jatuh kepada pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo-Hatta pada Pilpres Periode 2014-2019 nanti. Jika ada kader yang membelot mendukung pasangan Capres Jokowi-Jusuf Kalla, itu bukan partai. Tetapi individual kader. Sementara bagi kader membelot, maka nanti akan dijatuhkan sanksi berdasarkan kebijakan DPD I Partai Golkar, ucapnya. "Golkar tidak ada pecah. Sebab jika ada yang memilih pasangan lain, berarti mereka hanya memberikan dukungan diluar keputusan partai atau memberikan dukungan secara pribadi tetapi bukan atas nama partai," kata Suparman, Rabu (27/5). Dalam Rapat Pimpinan Nasionanl (Rapimnas) Partai Golkar baru baru ini, keputusan pemberian dukungan sudah diamanahkan kepada ketua Umum Aburizal Bakri. Sementara Ketua Umum telah memilih mendukung Prabowo dan Kader partai diwajibkan mengikuti apa yang sudah diamanahkan kepada pimpinan partai tersebut. Atas putusan ini, maka DPP telah mengintruksikan kepada DPD I, dan DPD I ke DPD II. Intruksi itu terus turun sampai ke Kecamatan dan tingkat desa. Tujuannya untuk memenangkan calon yang diusung partai, supaya berdampak positif terhadap partai dimasa depan. "Meski di Jawa ada yang mendukung pasangan lain, namun di Riau kan belum ada. Sebab dilihat tidak ada kader Golkar yang ikut bersama partai penndukung Capres lain dalam tahap sosialisasi Capres," sebut Suparman. Suparman menjelaskan, Prabowo adalah orang yang memiliki figur kuat. Baik dibidang ketahananan, keamanan dan perekonomian. Kakek, neneknya orang pejuang, yang banyak gugur dimedan perang saat membela negara Indonesia dulu. Darahnya sekarang masih seorang pejuang yang ingin membela harkat dan martabat bangsa. Prabowo sangat marah apabila negara Nusantara ini dilecehkan Bangsa lain. Seperti pencaplokkan pulau, budaya dan aset negara lainnya. Sekarang tokoh nasional, Akbar Tanjung, Amien Rais dan lain-lainnya sudah bergabung dengan Prabowo. Karena memiliki pemikiran yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila dibumi pertiwi Inndonesia. "Kakek nenek Prabowo seorang pejuang sampai turun temurun dibuktikan dengan sebuah dokumentasi. Jadi darah Prabowo sampai sekarang adalah seorang pejuang. Karena pemikiran yang sama maka tokoh terkemuka nasional sudah bergabung dengan Prabowo," terang Suparman.

Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved