UNGKAP RIAU, KAMPAR - Dalam rangka percepatan pembangunan Desa dan Ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Kampar, Bupati Kampar H Jefry Noer mengadakan pertemuan dengan 4 desa yang ada di Kabupaten kampar.
4 desa tersebut adalah Desa parit Baru, Desa Teluk Kenidai, Desa Terantang dan Desa Kulau.
Dalam pertemuan tersebut Jefry Noer menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus solid untuk memajukan desa agar dapat tercapai dengan baik.
Pada kesempatan tersebut juga, ia memberikan arahan yang bertujuan untuk memajukan desa dan membangun desa, mengurangi kemiskinan, kebodohan dan rumah kumuh serta pemberantasan peredaran narkoba yang sudah sangat merajalela di kalangan masyarakat, terlebih diarea pedesaan.
Terlebih lagi dengan adanya program Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE) yang merupakan program baru yang juga menjadi Pilot Projek Pemkab Kampar di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu. Oleh karena itu diperlukan sinergitas dan keuletan dari masyarakat, tanpa itu pencapaiannya tidak akan maksimal.
"Harus ada kerjasama yang solid antara Kepala Desa, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Elemen Adat serta Elemen Masyarakat lainnya agar dapat meberikan kemajuan desa", Jefry Noer pada pertemuan percepatan pembangunan Desa dan Ekonomi masyarakat desa ketika itu.
Orang nomor satu di Kampar itu juga menyampaikan bahwa penyelarasan visi-misi antar elemen desa dengan keseriusan yang sungguh-sungguh juga diperlukan untuk memberikan kemajuan bagi desa, baik dari perangkat desa itu sendiri maupun masyarakat.
Harapnya kepada tokoh-tokoh masyarakat maupun masyarakat pada saat itu agar dapat memberikan pemahaman dan sosialisasi ke arah perbaikan ekonomi dan taraf hidup yang lebih baik.
Untuk RTMPE berpesan, "apabila dalam penerapan program ini didapati kendala dan jika memang ada langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kendala tersebut, harus segera dilakukan dan jangan menunda-nunda", tegasnya.
Menurut Jefry, terlebih kondisi ekonomi sekarang ini cenderung menurun.
Terobosan dapat dilakukan mulai dari hal-hal kecil. Misalnya, harus jeli untuk melihat peluang-peluang yang ada, lalu manfaatkan peluang itu sebaik mungkin untuk menunjang pergerakan ekonomi keluarga.
Contohnya saja dengan berkebun sayur mayur, apabila kebun itu telah menghasilkan, masyarakat setempat akan langsung membeli sayur kepada tukang kebun tanpa melalui perantara.
Jefry Noer, "tentunya hal itu akan memotong mata rantai distribusi antara tukang kebun dan pembeli sayur, karena harga yang diperoleh pembeli sayur dapat lebih murah".
"Sangat penting untuk menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok, terutama 9 bahan pokok (Sembako). Karena Sembako adalah kebutuhan utama untuk kita konsumsi", terangnya.
Program RTMPE oleh Pemkab Kampar tersebut sangat berpotensi untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi. Terbukti dari hasil turunan yang berupa urin serta kotoran yang dapat diolah menjadi pupuk dan bio gas. Tentunya itu sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. (Kmprkab04/Urc)
| Sedekah Subuh Polsek Tapung Hulu Menyentuh Hati Warga | |
| Tim Raga Polsek Tapung Patroli Keliling dan Himbau Bahaya Geng Motor | |
| Polres Kampar Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-97 | |
| AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang Silaturahmi dengan Awak Media | |
| Pelaku Pencabulan Berhasil di Tangkap Polres Kampar Saat Sedang di Warung | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















