TEMBILAHAN - Angka penderita penyakit kusta di Indragiri Hilir cukup tinggi, sampai akhir 2012 lalu ditemukan 60 penderita. Masyarakat diharapkan tidak mengasingkan penderitanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Inhil, sebelumnya ada 17 penderita penyakit kusta yang tersebar di beberapa kecamatan di Inhil, namun mereka telah selesai menjalani pengobatan dan meneruskan pengobatan pada tahun 2012 lalu.
“Sampai akhir tahun 2012 lalu, kami menemukan sebanyak 43 kasus penderita kusta yang tersebar di beberapa kecamatan di Inhil. Sebelumnya ada 17 penderita kusta yang telah selesai menjalani pengobatan," ungkap Kadiskes Inhil, Rasul Alim melalui Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular, Abdul Affan, SKM, Rabu (13/2).
Diteruskan, para penderita kusta ini dibagi dalam dua kelompok, yakni penderita kusta kusta basah yang menular dan kusta kering yang tidak menular.
"Sebanyak delapan penderita kusta kusta kering harus menjalani pengobatan selama 6 bulan derita kusta basah yang lama berobat selama 12 sampai 19 bulan," sebut Abdul Affan.
Adapun diantara penyebab terjangkit penyakit yang dikalangan masyarakat disebutkan karena kutukan ini, lebih disebabkan kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan badan penderitanya.
| Baca juga: | |
| Generasi Muda Inhil Diminta Sukseskan Pembangunan | |
| Camat Limapuluh Bak Menelan Air Ludah Sendiri | |
| Masyarakat meminta kepada instansi terkait menindak lanjuti secara serius | |
“Maka masyarakat diingatkan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan badan, sehingga tidak mudah terjangkit berbagai jenis penyakit, khususnya kusta ini," imbuhnya.
Diterangkan, penyakit kusta ini merupakan jenis penyakit yang dapat menular dan disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae. Jika lamban mendapatkan penanganan, maka dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak dan mata. Parahnya, penyakit ini bisa menyebabkan cacat.
"Masyarakat tidak perlu menjauhi dan mengasingkan penderita kusta ini, karena walaupun termasuk penyakit menular, namun proses penularannya tidak mudah asal masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungannya," pesannya.
Adapun, diantara cirri-ciri penyakit ini dapat diketahui secara umum,yakni timbulnya bercak-bercak putih kemerah-merahan pada kulit atau mirip panu. Hanya perbedaannya, kalau kusta mati rasa dan terkadang di tepinya terdapat penebalan seperti kurap. *
| Rencana Peminjaman 200 Miliar: DPRD Inhil Belum Setujui Usulan Pemkab Inhil | |
| Anggota DPRD Komisi IV Berjanji Akan Panggil Pihak Disdik Inhil | |
| Kepsek SDN 028 Tempuling Harapkan Disidik Inhil Bangun Toilet di Sekolahnya | |
| Kepala MTs-N 2 Inhil Sampaikan Klarifikasi Resmi | |
| Ratusan Warga Desa Bongkal Malang Unjuk Rasa dan Hentikan Aktifitas Mobil Batu Bara | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















