Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Ikan Kerambah Mati, Di Laporkan Ke BLH Dan Dinas Perikanan Pelalawan
Masyarakat meminta kepada instansi terkait menindak lanjuti secara serius

TIM URC 11/08-2
Senin, 11 Agus 2014 | dilihat: 2700 kali
Foto: Masyarakat Dusun Pulau Payung saat berfoto diatas kerambah ikan yang mati

Ikan peliharaan di kerambah milik masyarakat Dusun Pulau Payung, Kelurahan Pkl. Kerinci Timur, Kecamatan Pkl. Kerinci, Kabupaten Pelalawan mengalami mati- mati. Penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti, namun kejadian tersebut telah dilaporkan oleh masyarakat ke Badan Lingukungan Hidup dan Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan pada tanggal 04 Agustus 2014. Adapun jenis ikan milik masyarakat tersebut yakni ikan Baung dan Tapa yang telah berumur sekitar satu tahun empat bulan, dengan berat tiga atau empat ekor sekilo, sedangkan harga jualnya senilai Rp. 60 ribu per kilo. Kematian ikan ini bermula pada 18 Juli bulan kemarin, dan secara bertahap tidak sekaligus, hingga ikan seisi kerambah mati semua. Akibatnya kerugian yang ditaksir oleh masing-masing masyarakat mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Mawardi, H. Nazir, Zulkifli, Kamis (31/7) dikediamannya kepada Ungkap Riau, mengatakan, ikan mati sewaktu air surut dan pasang pagi dan sore, kemungkinan penyebabnya karena pengaruh air yang tidak bagus. Ketika awal kejadian ikan mati, masyarakat disini mengalami gatal-gatal disekujur tubuh bila mandi disungai ini. Dikatakan Mawardi, kami telah membuat laporan kejadian tersebut ke Dinas Perikanan dan BLH Kabupaten Pelalawan pada 04 Agustus lalu, dan pihak instansi terkait sudah turun kelapangan guna mengecek dan mengambil semple ikan yang mau mati dan mengambil semple air untuk di uji Lab. Dan untuk mengetahui hasil uji Labnya menurut keterangan pihak Dinas Perikanan dan BLH akan segera di informasikan kepada kami. “Kami banyak mengalami kerugian atas kematian ikan-ikan peliharaan kami, padahal hanya itulah satu-satunya aset pengahasilan masyarakat disini, bagaimana tidak untuk makanan ikan saja sebulan mengahabiskan empat goni pelet ikan, harganya Rp. 395 ribu per goni”. jelasnya Lanjut Mawardi, Harapan kami supaya Dinas Perikanan dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan untuk dapat menindak lanjuti permasalahan ini, bila mati disebabkan oleh bakteri atau penyakit ikan kami terima, namun kalau matinya karena limbah perusahaan diminta kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan supaya menuntut perusahaan dan mengganti kerugian yang kami alami. Tegas Mawardi mengakhiri. Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan Ir. Arizal. M.Si melalui Kabid Pembenihan Ikhwan, Selasa (5/8) melalui telpon genggamnya, mengatakan, untuk informasi sementara hasil uji Lab ikan yang mati disebabkan oleh bakteri. Ketika diminta oleh media ini photo kopi hasil uji Lab, Ikhwan belum dapat memberikan karena pihaknya belum menerima hasil uji lab dari UNRI. Begitu juga Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan H. Syamsul Anwar. SH. MH melalui Kabid Penegakan Hukum Dewi Handayani SH. MH, menjelaskan, hasil uji Lab akan diketahui dan diinformasikan dalam waktu dekat ini. (TIM)

Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved