PELALAWAN, UNGKAP RIAU - Kendati Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan mengalokasikan dana Swakelola untuk pemeliharaan jalan setiap tahun dengan tujuan jalan yang telah mengalami kerusakan bisa diperbaiki. Akan tetapi, lain halnya dengan kenyataan yang terlihat saat ini.
Pasalnya, terhitung dari tahun 2014 sampai tahun 2016 pemeliharaan jalan secara rutin dan berkala di Kabupaten Pelalawan diduga dalih sebagai syarat KKN kerena telah menelan dana APBD puluhan milyar rupiah, namun masih banyak ditemukan jalan yang rusak. Diantaranya adalah jalan berlubang yang akhirnya membentuk genangan air, bergelombang, amblas dan jalan yang telah mengalami retak buaya.
Salah satu contoh adalah Kecamatan Pangkalan Kerinci yang merupakan pusat kota Kabupaten Pelalawan. Walaupun di Kec.Pkl.Kerinci banyak pembangunan jalan yang baru maupun pemeliharaan jalan, tapi tidak sedikit juga jalan yang masih rusak.
Salah satunya di Jalan Lintas Timur, Simpang Kualo, Pkl.Kerinci. Dua jalur lintas (kiri-kanan) tersebut telah berlubang hingga air pun tergenang didalamnya.
Selain itu Jl.Rambutan, Jl.Tengku Abdul Jalil Pasar Baru, Jl.H.Amir Hasan, Jl.Datuk Tengku Raja Lela Putra serta masih banyak lagi jalan lainnya.
Kerusakan itu tidak hanya menimbulkan tampilan buruk, kerusakan itu juga bisa menjadi ancaman timbulnya insiden kecelakaan bagi pengguna jalan yang tidak henti-hentinya melintas, terlebih lagi apabila pada malam hari dan saat terjadi hujan.
Semua kerusakan itu tidak hanya disebabkan oleh beratnya bobot yang melintas setiap waktunya, karena faktor alam juga bisa menjadi penyebabnya. Namun yang menjadi pertanyaan, hampir setiap tahun dianggarkan dana untuk pemeliharaan (berbeda dengan pembangunan jalan) jalan dengan nilai milyaran rupiah, tapi kondisi jalan masih banyak yang rusak.
Kegiatan pemeliharaan jalan ditangani oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab.Pelalawan yang dibidangi oleh Binamarga. Kepala bidang Binamarga yang akrap disapa Joko, sudah berkali-kali ingin ditemui UNGKAP RIAU untuk konfirmasi terkait pemeliharaan jalan tersebut, namun tidak pernah berhasil, pasalnya Kabid tersebut seakan-akan masuk kantor hanya bila ada keperluan.
Terkait pemeliharaan jalan beberapa tahun tersebut, ketua Investigasi Lapangan LSM TRI-BHAKTI Pelalawan, Erwin Halawa, mengaku bahwa hal itu pernah ia klarifikasikan kepada pihak terkait, yaitu Joko Sutriyadi ST, namun sama halnya seperti konfirmasi wartawan yang tidak kunjung membuahkan hasil, "pernah kita klarifikasikan ini kepada pak Joko, namun tidak ada jawaban," ungkapnya kepada Ungkap Riau di kediamannya, di Jalan Rambutan, Pkl.
| Baca juga: | |
| Melihat Dari Dekat Motto Kabupaten Pelalawan | |
| Pemeliharaan Jalan Garuda Sakti Diduga Dikorup | |
| Pemeliharaan Jalan Riau Ujung Diduga Sarat Manipulasi | |
Menurut Erwin Halawa, sangat kecil kemungkinan banyak jalan yang rusak bila penggunaan anggaran untuk pemeliharaan jalan dari tahun 2014 sampai 2016 direalisasikan dengan benar dan tepat sasaran, "bila anggaran untuk pemeliharaan jalan tiga tahun berturut-turut itu digunakan tepat sasaran, mustahilkan sekarang ini banyak jalan seperti tidak terawat," ucapnya dengan apa yang ia lihat.
Tidak hanya itu, berdasarkan pantauan Erwin Halawa, tahun 2017 ini ada yang aneh dalam pemeliharaan beberapa jalan dalam kota Pangkalan Kerinci. Pasalnya, perbaikan jalan yang rusak ditambal dengan semen yang dicampurkan batu. "Aneh pemeliharaan tahun ini yang kita perhatikan, contohnya saja Jalan Arbes dan Jalan Beringin. Jalannya aspal, harusnya diperbaiki kembali menggunakan aspal, bukan semen, terkecuali dasar jalannya memang semenisasi," terangnya.
Ia juga menduga bahwa pihak terkait (PUPR) ataupun oknum didalamnya yang membidangi pemeliharaan jalan tersebut bekerja asal-asalan, "seperti hanya untuk melepas tanggung jawab tanpa berfikir sesuai atau tidak pemeliharaan tersebut," lanjutnya.
Kembali ia menambahkan, untuk tahun 2017 ini sepertinya memang ada jalan yang telah di anggarkan, "tuhun ini tampaknya ada beberapa jalan yang masuk anggaran. Ada beberapa yang kita ketahui, diantaranya jalan Lingkar dan jalan Arbes. Dijalan Arbes smenisasi, namun beberapa titik jalan aspalnya yang berlubang ditambal menggunakan semen".
Ketua Investigasi Lapangan LSM TRI-BHAKTI Pelalawan sangat menyayangkan Pemeliharaan jalan itu dengan nilai yang mencapai puluhan milyar selama beberapa tahun belakangan ini untuk Kabupaten Pelalawan, tapi hasilnya tidak maksimal, "sayang sekali karena tiap tahunnya dianggarkan dana milyaran, tapi tidak menyeluruh realisasinya," paparnya diakhiri konfirmasi wartawan.
Ditempat terpisah, Sekjen LSM TRI-BHAKTI, Alui Zanolo Waruwu, turut angkat bicara. Menurutnya, beberapa pemeliharaan jalan aspal yang telah berlubang dan titambal dengan semen yang menggunakan campuran batu itu tidak layak, "patching pada jalan aspal seharusnya harus menggunakan bahan aspal, tidak boleh semen, terkecuali dasar jalannya semenisasi atau rigid," ungkapnya saat ditemui UNGKAP RIAU di kedai Kopi 99, Jl.Lintas Timur, Pkl.Kerinci, Senin (12/06/2017).
Tambahnya, dana APBD Kabupaten Pelalawan selama tiga tahun berturut-turut untuk pemeliharaan berkala dan rutin, diperkirakan telah menelan dana yang sangat besar, "untuk tahun 2014 sampai 2016, APBD Kabupaten Pelalawan yang disalurkan untuk dana swakelola pemeliharaan jalan telah memakan banyak dana, bahkan hingga puluhan miliyar," ucapnya.
Ia menyampaikan, dana swakelola yang diperuntukan untuk Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2014 kurang lebih 8 miliyar, tahun anggaran 2015 kurang lebih 10 miliyar, sedangkan pada tahun 2016 kurang lebih 15 milyar, "semakin tahun semakin tinggi anggawan untuk dana swakelola Kabupaten Pelalawan, tapi penggunaannya tampak tidak transparan. Adapun pekerjaan yang dilakukan terlihat seperti asal-asalan saja," terangnya.
Alui ZW sangat menyayangkan kinerja dinas terkait atas pemeliharan jalan di kota Pangkalan Kerinci itu, "sangat disayangkan yang dilakukan dinas PUPR di Kecamatan Pangkalan Kerinci ini. Dan yang kita lihat masih hanya di Pangkalan Kerinci saja sebagai pusat Kabupaten, belum lagi di kecamtan-kecamatan lainnya yang belum kita ketahui," sesalnya.
Dengan itu, Alui Zanolo W berharap agar Tipidkor Polres Kab.Pelalawan maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Kab.Pelalawan memanggil pihak terkait untuk diperiksa atas realisasi dana swakelola selama tiga tahun tersebut, "kita berharap Tipidkor Polres Pelalawan maupun Kejari Pelalawan memanggil pihak terkait untuk mempertanyakan realisasi anggaran yang di peruntukan untuk swakelola pemeliharaan jalan yang mencapai puluhan miliyar itu," tandasnya diakhir pertemuannya dengan wartawan. Abdul
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















