Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Bangunan Gedung Sekolah Tidak Layak Pakai.
SD Negeri 002 Desa Kuala Terusan Butuh Perhatian Pemerintah Kabupaten Pelalawan

Abdul
Minggu, 06 Agus 2017 | dilihat: 1183 kali
Foto: Kondisi SD Negeri 002 Desa Kuala Terusan.

PELALAWAN, UR - Program Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk bidang pendidikan yang lebih dikenal dengan Pendidikan Gratis atau program Pelalawan Cerdas memang telah berjalan, namun ternyata belum semua sekolah di Kabupaten Pelalawan merasakannya.

Seperti halnya SD Negeri 002 Desa Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci. Pasalnya, fasilitas ajar mengajar dan kondisi bangunan sekolah tersebut sungguh sangat memprihatinkan. Hampir seluruh bagian sisi bangunannya telah rusak. Mulai dari lantai, dinding, jendela, plafon, hingga atapnya sudah mengalami kerusakan, bahkan bangku dan meja belajar siswa pun banyak yang rusak.

Menurut Sahnun,S.Pd,SD, Kepala Sekolah SD Negeri 002 Kuala Terusan, sekolah itu sungguh banyak kekurangan, mulai dari kondisi bangunannya yang hampir tidak layak pakai karena banyak yang telah rusak, "bangunannya saja udah banyak yang rusak. Kondisi sekolah kami memang benar-benar memprihatinkan," ungkapnya ketika ditemui Ungkapriau.com di kantin Dinas Pendidikan Kab.Pelalawan, Jumat (04/08/2017).

Tidak hanya fasilitas ajar mengajar, tenaga-tenaga pembantu juga kurang, "kita disana sangat mengharapkan tenaga bantuan dari dinas terkait, seperti TU, Operator, Penjaga sekolah dan Kebersihan," katanya.

Ia menjelaskan, jumlah siswa dan siswi di SDN 002 sebanyak 42.

Namun, walaupun dengan jumlah yang sedikit dan bertempat disudut kota, mereka tetap berharap mendapat pendidikan setara dengan yang berada di kota, "walaupun jumlah murid kami sedikit dan tempat sekolah kami jauh, kami juga berharap besar pemerintah memperhatikan sekolah kami, baik dari segi pembangunan, fasilitas ajar mengajar dan lain sebagainya," ucapnya.

Kepsek SDN 002 ini mengaku telah banyak mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan tapi tidak mendapat tanggapan, "proposal sudah berkali-kali kita berikan, bahkan sudah dari beberapa tahun yang lalu, namun sampai saat ini tidak ada tanggapan dinas Pendidikan," katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa tidak sedikit kegiatan operasional sekolah yang ia tutupi terlebih dahulu dengan uang pribadinya menunggu adanya pencarian dana BOS ataupun BOSDA, "banyak yang saya talangi dulu dengan uang saya sendiri. Seperti penyeberangan guru dan murid, serta masih banyak lagi. Setelah dana BOS atau BOSDA telah keluar, saya ambil kembali uang saya," terangnya.

Lebih jauh ia menerangkan, beberapa rehap dan pembangunan pagar disekolah ini bersumber dari dana BOSDA, "pembangunan pagar, taman bunga dan menempel beberapa yang rusak disekolah ini kami akal-akali dari dana BOSDA, kalau tidak seperti itu, dari mana lagi kami harapkan bantuan dana. Soalnya tidak ada pembangunan ataupun rehab untuk sekolah kami dari dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan," tandasnya.

Tahun 2017 ini, lanjutnya, dana BOSDA sekitar 7 juta rupiah akan kami gunakan untuk rehab ringan.

Sahnun,S.Pd,SD berharap agar Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dapat memperhatikan SDN 002 desa Kuala Terusan, "harapan kita, mohon perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pendidikan agar memperhatikan sekolah kami. Bisa langsung turun untuk melihat kondisi bangunan serta fasilitas ajar mengajarnya," pintanya. Abdul

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved